CryptoHarian

Bitcoin Turun di Bawah $100,000! Apa Saja Penyebabnya?

Bitcoin saat ini tercatat mengalami koreksi signifikan setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. 

Ketegangan yang meningkat cepat ini memicu kekhawatiran global, membuat investor mengambil posisi lebih hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Harga Bitcoin sempat turun hingga kisaran $98,900 pada Minggu malam, sebelum bergerak kembali ke atas $100,000 pada awal perdagangan hari ini, Senin 23 Juni 2025. 

Koreksi ini tidak terjadi secara terpisah, melainkan bersamaan dengan pergerakan menurun di pasar saham, lonjakan harga minyak, dan ancaman eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Serangan Amerika Serikat ke Iran Memicu Ketegangan Regional dan Global

Pada Sabtu pagi, Amerika Serikat meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran, Fordow, Natanz, dan Isfahan, dengan nama operasi “Midnight Hammer.” 

Serangan ini melibatkan lebih dari 125 pesawat, termasuk B-2 stealth bomber yang menjatuhkan bom penembus bunker, serta rudal Tomahawk dari kapal selam. Presiden Donald Trump menyatakan serangan ini sebagai “penghancuran total” program nuklir Iran.

Namun hingga hari ini, para pejabat militer Amerika maupun badan intelijen global belum dapat mengonfirmasi seberapa besar kerusakan sebenarnya yang dialami fasilitas-fasilitas tersebut. 

Isfahan, yang diketahui menyimpan 60% stok uranium Iran, disebut belum terkena dampak signifikan di bagian bawah tanahnya.

Iran mengecam serangan tersebut di sidang darurat Dewan Keamanan PBB dan menegaskan bahwa tanggapan balasan akan ditentukan oleh militer negara itu. 

Sejauh ini, Iran telah meluncurkan rudal ke arah Israel, yang diklaim berhasil dicegat, serta mengaktifkan sistem pertahanan udara di beberapa kota besar seperti Teheran dan Karaj.

Ancaman terbaru dari Iran adalah potensi penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang mengangkut hampir 20 juta barel minyak per hari atau sekitar seperlima konsumsi global. 

Hal ini menimbulkan ketakutan terhadap gangguan pasokan energi dunia, terutama bagi negara-negara Asia seperti Tiongkok yang sangat bergantung pada minyak dari kawasan Teluk.

Kekhawatiran itu langsung tercermin pada pergerakan harga minyak global. Brent sempat melonjak hingga $81 per barel, sementara minyak mentah AS naik ke $76, kenaikan tertinggi sejak Januari. 

Pasar saham global dari Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat juga mengalami koreksi, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian geopolitik.

Pernyataan Presiden Trump bahwa Iran berpotensi mengalami perubahan rezim, dan bahwa serangan lebih lanjut akan dilakukan jika Iran tidak menunjukkan tanda damai, semakin menambah tekanan terhadap pasar. 

Pemerintah Iran sendiri menuduh Israel dan AS telah menghancurkan jalur diplomatik yang sedang dirintis, dan berjanji akan membalas “di waktu dan skala yang ditentukan.”

Koreksi Harga Bitcoin Dipengaruhi Likuidasi, Arus Dana Melemah, dan Sentimen Risiko

Dalam konteks pasar kripto, harga Bitcoin yang sebelumnya stabil di atas $100,000 langsung terkoreksi begitu kabar serangan tersebar. 

Grafik Harian BTCUSD

Untuk saat ini terlihat bahwa Bitcoin sedang berusaha bertahan, karena jika harga Bitcoin jatuh di bawah $100,000, harapan potensi arpesiasi yang dibahas oleh mayoritas investor di pasar akan hilang. 

Batas bawah yang kuat untuk saat ini masih berada paad $100,000 namun tekanan jual karena kekhawatiran perang masih kuat. 

Tekanan ini diperparah oleh arus keluar dari produk ETF Bitcoin yang sebelumnya mencatat dana masuk lebih dari $1 miliar dalam tiga hari. 

Pada Kamis dan Jumat lalu, jumlah tersebut turun drastis, mencerminkan kehati-hatian investor institusi dalam menyikapi ketegangan geopolitik.

Menurut data CoinGlass, lebih dari $1 miliar posisi kripto dilikuidasi dalam sehari terakhir, mayoritas berasal dari posisi long. Ini menunjukkan bahwa banyak trader mengambil posisi spekulatif yang kemudian terpaksa ditutup akibat koreksi harga mendadak. 

Korelasi antara Bitcoin dan Nasdaq juga tercatat meningkat, mencerminkan bahwa investor saat ini melihat Bitcoin sebagai aset berisiko tinggi, bukan lagi sebagai lindung nilai.

Beberapa analis teknikal memperkirakan Bitcoin masih berpotensi terkoreksi ke kisaran $93,000 jika konflik terus memburuk dan arus keluar dari ETF berlanjut. 

Namun ada juga pihak yang memperkirakan harga dapat kembali menguat jika ketegangan mereda, mengingat sejarah kripto yang sempat pulih cepat dari gejolak serupa.

Arthur Hayes menyebut bahwa kelemahan saat ini hanyalah fase sementara. Menurutnya, dalam kondisi inflasi tinggi dan kebijakan belanja pemerintah yang agresif, Bitcoin tetap berpotensi menjadi pilihan bagi investor yang mencari alternatif dari sistem mata uang fiat.

Namun, realitas saat ini menunjukkan bahwa kripto masih sangat dipengaruhi oleh arus sentimen global. Ketika risiko geopolitik meningkat, investor cenderung mundur dari aset dengan volatilitas tinggi seperti kripto, meskipun fundamentalnya tidak berubah.

Kesimpulan

Koreksi Bitcoin ke bawah $100,000 tidak hanya mencerminkan tekanan teknikal, tetapi juga menggambarkan reaksi pasar terhadap ketegangan geopolitik yang belum mereda. 

Serangan Amerika terhadap Iran dan potensi gangguan pasokan energi global telah mengguncang pasar finansial secara luas, termasuk kripto.

Pergerakan harga Bitcoin yang semakin menyerupai aset teknologi memperlihatkan bahwa pasar belum melihatnya sepenuhnya sebagai pelindung nilai dalam kondisi krisis. 

Selama ketidakpastian global masih tinggi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati, mengelola risiko dengan bijak, dan memantau dengan cermat perkembangan situasi di Timur Tengah.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Iqbal

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.