Brendan Blumer: EOS Akan Mengeluarkan DeFi saat Biaya Ethereum Meroket

Brendan Blumer, CEO dari Block.one, perusahaan di balik pengembangan EOS, salah satu platform pesaing Ethereum yang didanai dengan rekor penjualan token $4.1 miliar dari tahun 2018, mengatakan bahwa Ethereum lambat.

Tidak hanya Ethereum, EOS bisa juga digunakan untuk DeFi. 

Blumer mengkritik jaringan Ethereum karena “lambat, mahal dan inflasi tinggi” karena dikuasai oleh 3 penambangan besar.

Menurut Blumer, mereka tidak mau meningkatkan skalabilitas jaringan untuk terus mendapatkan keuntungan yang tinggi dari penambangan.

Masalah ini mengakibatkan kemacetan jaringan dan biaya transaksi yang tinggi.

“Ethereum telah menghasilkan rantai inflasi yang lambat, mahal, dan tinggi, dikendalikan oleh kartel 3 pool yang menolak untuk meningkatkan skalabilitas protokol, sambil mengambil miliaran per tahun dalam biaya penambangan serta $ 90 per transaksi.”

Blumer menunjukkan bahwa EOS memiliki solusi untuk masalah yang saat ini mendasari protokol yang mendukung sebagian besar protokol DeFi. Ia mengatakan:

“ETH menjanjikan peningkatan yang terdengar lebih seperti EOS setiap harinya, tetapi dengan penundaan tanpa akhir dan tidak ada jalur praktis untuk implementasi, sementara EOS menghadirkan inovasi teknologi setiap bulan, yang pada gilirannya dilakukan pengawasan tingkat tinggi dari komunitas global yang berbakat.”

Penantang utama dari Ethereum adalah EOS, menurut banyak pengamat serta pelaku industri, dan Blumer berpikir blockchain dapat membantu sektor keuangan terdesentralisasi dengan menghilangkan keterbatasannya.

Sebelumnya, dia mengatakan platformnya akan mendominasi pasar DeFi pada tanggal 15 Agustus 2020.

EOS memiliki “kinerja, likuiditas, dan komunitas pengembang” untuk mendukung aplikasi DeFi yang tidak mungkin dilakukan oleh blockchain lain.

Memang benar, biaya transfer di Ethereum sangat besar dalam beberapa bulan terakhir karena DeFi Boom. Untuk mentransfer Rp 1.5 juta di ETH, biaya transfer adalah Rp 100.000 senilai ETH.

Seperti yang anda lihat pada grafik dibawah, harga biaya transaksi ETH melonjak jika dibandingkan pada bulan-bulan sebelum DeFi Boom.

Gambar dari Bitinfocharts

Namun, Ethereum sudah sangat terkenal untuk pembangunan aplikasi terdesentralisasi (Dapps) sejak tahun 2015. Pada tahun 2017-2018, hampir semua altcoin dibangun di blockchain tersebut.

Sebuah laporan Q1 2020 dari Dapp Review menjelaskan Ethereum tetap menjadi platform dominan untuk aplikasi desentralisasi, bergerak $ 5,64 miliar pada volume dibandingkan dengan $ 1,74 miliar pada EOS.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis