Cryptoharian – Bitcoin (BTC) baru saja mencetak all-time high (ATH) baru di angka US$ 123.000. Pergerakan ini menandai fase price discovery yang terus berlanjut. Namun, di tengah euforia ini, banyak investor mulai bertanya kapan altcoin alkan melesat.
Salah satu analis mata uang kripto dengan nama samaran VirtualBacon di platform X, menyatakan bahwa jawaban dari pertanyaan tersebut bisa ditemukan dari pola historis pergerakan Bitcoin dan altcoin sejak pertengahan 2023. Dalam thread terbarunya, ia mengurai apa saja yang bisa terjadi selanjutnya, dan strategi apa yang paling bijak saat ini.
Dalam hal ini, VirtualBacon mencatat bahwa setiap kali BTC mencetak breakout besar, altcoin cenderung mengikuti dalam jendela waktu 3-5 minggu sebelum dominasi BTC kembali menguat dan memakan kembali keuntungan altcoin.
Contohnya:
US$ 30.000 ➡️ US$ 44.000 → alt naik
US$ 45.000 ➡️ US$ 71.000 → alt naik
US$ 71.000 ➡️ US$ 105.000 → alt naik (pasca kemenangan Trump)
Kini, dengan BTC menembus US$ 123.000 setelah breakout dari US$ 107.000, situasinya sangat mirip. Jika pola ini bertahan, ini bisa menjadi awal dari fase altcoin rally jangka pendek.
“Tapi ini bukan altseason 6 bulan. Ini sprint,” ungkap VirtualBacon.
Meski sinyal awal sudah ada, dominasi BTC belum menunjukkan breakdown. Artinya, ini bukan altseason makro seperti 2021, tapi trader tetap bisa mencari profit jika tahu kapan dan di mana harus masuk.
“Altcoin bisa reli jika dominasi BTC berhenti naik, dan itu persis yang terjadi di dua siklus sebelumnya,” ujarnya.
3 Altcoin Tunjukkan Pola Berbeda
Berdasarkan data terbaru yang dibagikan oleh VirtualBacon, terdapat 3 altcoin yang menunjukkan pola berbeda, yakni:
- Ethereum (ETH) tertinggal jauh di 2023, tapi kini mencetak higher lows.
- Solana (SOL) unggul lebih dulu, namun sekarang tertinggal.
- XRP lemah di awal, tapi meledak pasca pemilu.
Menariknya, koin-koin payment dan banking justru bergerak lebih awal. Koin-koin tersebut meliputi XRP, XLM, HBAR, IOTA, ALGO dan XDC.
Semua ini adalah proyek yang selaras dengan ISO 20022, standar keuangan global. Menurut VirtualBacon, mereka selalu menerima bid awal.
Baca Juga: Bitcoin Sentuh Harga Tertinggi Baru di $120.600, Apakah Akan Lanjut Naik?
Dalam hal ini, ia juga menyoroti sejumlah altcoin besar yang belum bergerak. Analis tersebut mengincar blue chips yang tertinggal seperti:
- BNB: masih di dasar siklus vs BTC.
- LINK: lemah tapi punya fundamental solid.
- ADA: pola double bottom.
- TRX: kekuatan diam-diam.
- DOGE: sering unggul saat BTC naik.
“Ini semua kandidat rotasi utama,” kata VirtualBacon.
Fokus ke Ekosistem Solana dan Narratives
Kalau Solana mulai naik, alt dari ekosistemnya bisa ikut. Ia mencontohkan seperti BONK yang sudah naik 89 persen dan PENGU yang merupakan koin meme favorit CT.
Selain itu, ada layer-1 sejenis seperti SUI, APTOS dan AVAX (belum bergerak sejak 2023).
Jangan lupakan token breakout tahun lalu seperti TAO yang naik 14 kali dalam 5 bulan, dan PEPE 6,6 kali vs BTC dalam 3 bulan.
Jika muncul narasi baru, bersiaplah untuk aksi cepat.
Jika BTC mencapai US$ 150.000, kemungkinan besar seluruh top 20 altcoin akan ikut naik, sebagian dengan rally besar-besaran. Tapi perlu diingat, jendela ini pendek.
“Tetap bullish, tapi jangan buta. Pantau dominasi BTC dan pasangan BTC di altcoin. Waktunya ape low cap akan datang, tapi bukan sekarang,” pungkas VirtualBacon.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.


