Bull Market Support Band Optimis Bitcoin Akan Menembus USD41.000

Cryptoharian – Pasar kripto saat ini sedang mengalami penurunan besar-besaran. Bulai Mei 2022 ditutup dengan posisi Bitcoin berada pada nilai USD31.740 per tokennya.

Penurunan tersebut tergolong salah satu yang terbesar dari nilainya yang mencapai USD61.000 pada Oktober 2021 lalu.

Penurunan tersebut bahkan diprediksi akan mencapai nilai lebih rendah menjelang musim dingin 2022 mendatang.

Meski begitu, sejumlah investor dan pengamat lainnya berpendapat berbeda dalam memandang siklus penurunan nilai aset kripto terbesar di dunia tersebut. Hal serupa diungkapkan oleh Bitcoin Bull Market Support Band dalam salah satu kontennya pada pekan pembuka Juni 2022.

Analis aset kripto tersebut meyakini bahwa Bitcoin dapat mengalami lonjakan setelah tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

“Bitcoin saat ini berada pada nilai lebih dari USD31.000 dan berpotensi naik hingga 47% di masa yang akan datang,” ujar analis Bitcoin Bull Market Support Band, Benjamin Cowen dalam video yang diunggah pada Senin, 6 Juni 2022 lalu.

Ia berkomentar optimis pada kenaikan nilai Bitcoin dari posisi terendahnya dalam satu bulan terakhir yang sempat mencapai nilai USD28.913 pada pertengahan Mei 2022 lalu.

“Sebagian orang berpikir bahwa kenaikan akan berhenti pada nilai saat ini, namun saya kira kenaikan saat ini barulah awal dari lonjakan yang lebih besar,” ujarnya.

Benjamin juga menjelaskan bahwa kenaikan nilai Bitcoin akan diiringi dengan penurunan di fase berikutnya. Bahkan ia memprediksi akan adanya penurunan dalam skala yang lebih besar.

“Kenaikan tersebut juga diiringi dengan penurunan pada jumlah yang lebih besar. Siklus serupa juga pernah dialami para investor dan bukan menjadi yang pertama kali,” jelasnya dengan percaya diri.

Kepercayaan dirinya tersebut bukan ditampilkan tanpa alasan. Ia berpendapat bahwa siklus tersebut merupakan tren yang wajar pada aset kripto.

“Kondisi serupa bukan tidak mungkin terjadi kembali saat ini,” lanjutnya.

Ben memberikan analisa pada keputusan sejumlah investor yang memiliki perbedaan sikap pada tren penurunan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kondisi wajar apabila pasar merasa gelisah dan terburu-buru menjual aset kriptonya pada tren penurunan yang terjadi beberapa waktu belakang.

“Sebagian investor mengalami sindrom tertentu dengan kondisi naik-turun saat ini dan memiliki kecemasan tersendiri,” jelasnya.

Di saat bersamaan, ia juga menyampaikan kepercayaan dirinya pada potensi kenaikan aset kripto tersebut.

“Catatan siklus mengungkapkan bahwa penurunan nilai Bitcoin selalu diiringi dengan lonjakan yang membahagikan bagi sebagian orang,” ujarnya.

Dalam konten yang sama, ia juga membandingkan penurunan drastis yang terjadi saat ini dengan siklus yang dinilainya serupa pada tahun 2014 dan 2018.

“Hal serupa juga pernah terjadi pada 2014, pernah terjadi juga pada 2018. Maka bukan tidak mungkin hal tersebut juga terjadi pada tahun 2022 ini,” ujar Ben.

Ia menyampaikan bahwa para investor dapat berasumsi bahwa tahun 2022 merupakan siklus yang serupa dengan momen yang terjadi pada 2014 lalu. Ben menjelaskan analisanya tentang siklus pergerakan nilai Bitcoin yang berubah-ubah pada kisaran 200 hari.

“Kita dapat menyaksikan penurunan terbesar nilai Bitcoin dalam 200 hari, namun pergerakan stabil ditunjukkan dalam 200 hari berikutnya,” ucapnya.

Dengan analisanya tersebut, ia memperkirakan bahwa akan terdapat penjualan besar-besaran dalam beberapa siklus 200 harian berikutnya. Dengan asumsi tersebut, ia juga menyampaikan kepercyaannya tentang nilai Bitcoin pada beberapa siklus lanjutan.

“Dalam siklus 200 harian tersebut, dengan mengikuti pola yang sama, kita dapat memandang optimis bahwa Bitcoin dapat menembus hingga nilai USD41.700,” ujarnya memperkirakan.

Namun ia juga memberikan analisa realistisnya bahwa lonjakan nilai tersebut juga akan diiringi dengan penurunan kembali pada siklus berikutnya. Dalam prediksinya, ia memperkirakan nilai Bitcoin akan stabil pada kisaran USD40.000 di masa depan.

“Tentu saja nilai tersebut juga akan diikuti dengan siklus penurunan pada 200 hari berikutnya. Dalam beberapa siklus berikutnya, Bitcoin akan memasuki nilai USD40.000 dengan pergerakan yang cenderung stabil,” ucapnya.

Ia juga menguatkan analisanya dengan menampilkan sejumlah tren penurunan dan lonjakan yang pernah terjadi di masa lalu.

“Hal tersebut dapat kita pelajari dari siklus yang terjadi sebelumnya bahwa tidak hanya satu, dua, atau tiga kali, namun terdapat empat kali penurunan nilai secara drastis hingga adanya lonjakan nilai Bitcoin, ujarnya.

Analisa Bitcoin Bull Market Support Band menjadi sisi lain dari penurunan drastis nilai Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir. Di pihak lain, sejumlah analis memperkirakan Bitcoin akan menemui penurunan hingga 80% pada beberapa waktu mendatang.

Versi lain tersebut juga menjelaskan akan stabilnya nilai Bitcoin pada tingkatan yang lebih rendah dibanding posisinya saat ini (Juni 2022). ***

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis