20 Pola Candlestick Pattern Lengkap Untuk Trading Saham, Crypto, Forex, Konfirmasi dan Open Posisi

Adalah sebuah pola grafik yang sangat penting untuk mengetahui arus trend pada saat itu dan nanti, tentunya candlestick ini banyak sekali jenisnya adapun yang nantinya akan kami bahas hanya sebagian dari keseluruhan yang ada pada candlestick. Pola grafik ini sudah digunakan oleh semua analisis teknikal untuk menganalisis pola pergerakan harga pada crypto atau bahkan saham.

Candlestick juga banyak digemari karena bisa menampilkan posisi market pada saat harga tertinggi (High), terendah (Low), pembukaan (Open), dan penutupan (Close) dalam satu tampilan yang sederhana, menarik, dan mudah dimengerti. Bahkan, candlestick bisa memiliki berbagai bentuk dengan nama yang berbeda untuk mengindikasikan sentimen pasar pada saat bearish, netral, atau bullish.

Secara umum, pergerakan grafik candlestick berikutnya mengikuti prediksi dari apa yang telah ditunjukkan grafik sebelumnya. Namun, tidak ada jaminan bahwa pergerakan selanjutnya selalu tepat meski kebanyakan kasus mengindikasikan kesesuaian prediksi.

Beberapa pola candlestick tidak selalu menjadi acuan untuk melakukan jual atau beli, melainkan lebih cara untuk melihat bagaimana struktur pasar dan indikasi peluang itu terjadi pada masa yang akan datang. Singkatnya, candlestick merupakan alat untuk menganalisis pasar, pola candlestick sangat berguna ketika digunakan dalam kombinasi dengan teknik lain.

Untuk memahami pola candlestick tentunya harus melakukan kombinasi dengan teknik analisa lanjutan candlestick hanyalah awalan untuk memahami harga kenaikan pasar yang kurang akurat, analisa lanjutan agar efektif dapat melakukan dengan analisa teknikal lainya seperti moving averages, MACD, Bollinger band, Relative Strenght Index (RSI) dan lainnya.

Candlestick ini dulunya adalah alat yang digunakan oleh para trader komoditas beras yang ada di Jepang untuk melakukan pencatatan harga pasar dari waktu ke waktu dan mempergunakan data tersebut yang nantinya dapat memprediksi pergerakan – pergerakan harga yang akan terjadi di masa depan.

Metode ini dikembangkan oleh seorang trader komoditas beras pada abad ke-18 di Jepang yaitu Munehisa Honma, dan metode ini dipopulerkan di dunia barat oleh Steven Nison melalui bukunya yang berjudul “Japanese Candlestick Charting Techniques”.

Namun, terkadang tidak semua trader berperilaku seperti demikian. Tanpa terkecuali untuk para pemain besar di pasar (strong market makers) ada kalanya mereka bertindak untuk melawan pola candlestick yang sudah dibuat dan mepunyai akibat untuk mengejutkan para trader lain karena mendorong pergerakan harga yang berlawanan dari proyeksi candle sebelumya.

Jadi hal itu bisa terjadi karena para strong market makers tidak hanya mengandalkan candlestick saja .melainkan pada, pola candlestick dalam grafik Bitcoin ataupun kripto tidak bisa dijadikan acuan untuk memprediksi harga pasar dalam jangka panjang.

Bagaimana cara membaca candlestick

Open : pembukaan harga pada saati itu

Low: harga terendah yang terjadi

High: harga tertinggi hari ini

Closed: harga penutupan harga pada saat itu

Jika candlestick berwarna hijau berarti harga sedang mengalami kenaikan lalu ditutup dengan keadaan menguat atau bisa dibilang dengan kondisi banyak yang melakukan beli dengan cukup besar.

Namun jika candlestick berwarna merah, artinya harga mengalami penurunan lalu ditutup dengan keadaan melemah atau bisa dibilang dengan kondisi banyak yang melakukan penjualnya dengan cukup besar.

Hal terpenting yang harus dipahami untuk membaca candlestick ini ialah mempresentasikan bahwasaanya market sedang menyampaikan konisi market yang sedang terjadi secara struktur, hal ini akan mengakibatkan kuatnya sebuah trend, serta pertarungan antara pembeli dan penjual yang memungkinan akan adanya pergerakan harga berikutnya.

Candle hijau : Membuka harga dari bawah lalu ditutup dengan harga yang tertinggi pada saat pemilihan durasi untuk melakukan trading yang artinya saat itu banyak yang melakukan pembelian dan mengakibatkan harga semakin naik.

Candle merah : kebalikan dari candle hijau dimana, candle merah dibuka dari atas dan ditutup diharga bawah, artinya sedang mengalami penurun pembelian yang menggambarkan lebih banyak yang melakukan aksi penjualan, dan penutupan harga saat dibawah.

Perhatikan 4 pola berikut untuk lebih mengethui sifat candle yang akan terjadi, biasanya 4 candle ini disebut dengan membaca candle satu lilin akan berguna bagi para pemula untuk lebih memahami karakteristik harga yang akan terjadi nantinya.

  1. Adanya ekor atas yang panjang ini bisa saja akan menjadi indikator tren baerish atau inidkator yang akan mengalami penurunan harga. Bisa dikatakan para trader ingin melakukan penjualan dan mengambil untung, semakin panjang ekor atas semakin kuat pula indikatornya.
  2. Ekor bawah yang panjang kebalikan dari ekor panjang, bisa menjadi sinyal bullish kondisi ini terjadi dimana para trader banyak yang melakukan pembelian, sehingga harga menguat naik. Dan semakin panjang ekor dari bawah semakin kuat pula sinyal ini dapat diandalkan
  3. Candle doji tidak memilli bagan yang terisi, candle doji terjadi dimana harga tidak mengalami pergerakan yang signifikan artinya harga pembukaan dan penutupan sama. Dapat diartikan adanya keraguan pasar.candle doji ini dikatakan sebagai candle pembalikan harga yang akan datang
  4. Candle payung memiliki sumbu bawah yang panjang dan khas. Candle payung merah dikenal sebagai candle palu karena mirip seperti palu. Kondisi ini merupakan kondisi dari tindakan pasar yang melakukan pembelian secara serius dan mungkin saja candle ini merupakan kondisi pasar akan mengalami kenaikan harga.

Payung hijau dikatakan candle yang memili arti negatif dimana biasa dikatakan candle gantung, dalan artian para penjual sudah siap akan melakukan penjualan secara besar dan itu bisa mengakibatkan harga pasar mengalami pembalikan dari trend naik menjadi trend turun.

Macam – Macam Pola Candlestick

Meskipun ada banyak cara untuk menggunakan dan membaca grafik pada candlestick, pengenalan untuk awalan pola sering digunakan untuk memprediksi arah harga, tren, dan momentum pada keseluruhan. Semuanya  dapat dibuat dari satu, dua, atau bahkan lebih candle.

Adapun macam – macam pola candlestick yang bisa menjadi acuan untuk mengetahui pola saat ini bullish ( harga mengalami kenaikan naik ), Bearish (harga mengalami penurunan), Side Away (harga pasar mengalami keraguan)

Candlestik pola Bullish

1.Hammer (pola palu)

Pola Palu adalah salah satu pola candlestick yang paling mudah dikenali. Karena mirip seperti palu, pola ini terbuat dari candle dengan ekor dibawah yang panjang di bagian bawah sedang mengalami  tren turun. Tubuh atau bagan isiannya kecil dengan sedikit ekor di atas atau tanpa adanya ekor di atas. Pola palu bisa berwarna merah atau hijau.

Indikasinya Ini memungkinkan menunjukkan tren pembalikan yang kuat dan potensi lonjakan harga. Pola ini menunjukkan tekanan jual yang tinggi, namun pada periode yang sama tekanan beli kembali menguasai aksi harga.

2.Inverted Hammer

Inverted Hammer juga disebut dengan inverse hammer, mirip seperti pola palu, tetapi dengan ekor panjang di atas tubuh atau bagan. ekor setidaknya memiliki panjang dua kali ukuran tubuh atau bagan. Inverted hammer terjadi di bagian bawah sedang mengalami downtrend dan mungkin mengindikasikan adanya potensi reversal ke atas.

Ekor di atas menunjukkan bahwa harga menghentikan pergerakan turun yang berkelanjutan, walaupun penjual pada akhirnya berhasil mendorongnya ke bawah mendekati open. Dengan begini, inverted hammer dapat menunjukkan bahwa pembeli segera akan menguasai pasar.

3.Bullish Engulfing

Bullish Engulfing ini terdiri dari dua candlestick, yang dimana sedang terjadi di bagian bawah tren turun atau down trend. Yang pertama adalah bearish (merah) mengalami down trend sedangkan yang kedua adalah hijau dan melakukan pembalikan harga menjadi up trend.

Dengan kata lain, badan atau bagan atau bagan dari kedua candle lebih besar dari yang sebelumnya. Harus memiliki celah antara harga penutupan dan pembukaan, namun celah ini jarang terlihat di pasar kripto. Indikasi yang terjadi pada pola ini menunjukkan peningkatan tekanan beli dan awal tren naik karena pembeli cenderung mendorong harga naik.

4.Garis Piercing (piercing line)

Garis piercing adalah pola yang terdiri dari candlestick bearish (merah) panjang yang sedang mengalami down trend lalu diikuti oleh candle hijau panjang menjadi pembalikan up trend hampir mirip dengan bullish engulfing. Ada celah antara harga penutupan dan pembukaan, dengan penutupan candle kedua lebih dari setengah jalan ke atas badan atau bagan atau bagan candle bearish.

Indikasi menandakan awal periode terlihat sangat bearish. Namun, tekanan beli meningkat sepanjang candle, mengindikasikan para pembeli tertarik untuk membeli pada harga saat ini.

Perbedaan dari piercing line ialah : Piercing line memiliki lebih tinggi bagian badan atau bagan merah ketimbang hijau dan hanya memiliki celah perbandingan yang sedikit lebih condong ke candle merah sedangkan Bullish Engulfing candle merah di bawah candle hijau dan memiliki celah lebih tinggi untuk candle hijau di bullish engulfing.

5.Morning Star

Morning star adalah pola yang terdiri dari tiga lilin berbeda dalam tren yang sedang mengalami penurunan. Pasti diawali dengan candlestick bearish panjang. lalu yang kedua, bintang, menyajikan ekor yang di atas dan bawah dan memiliki badan atau bagan atau bagan yang pendek lalu ditutup di bawah harga penutupan sebelumnya. Candle ketiga adalah candle bullish yang panjang yang ditutup di atas titik tengah candle pertama.

Indikasi morning star memberi sinyal saat tren saat ini kehilangan power untuk naik, dan sering kali dikonfirmasi dengan candle yang ketiga bahwa akan mengalami tren naik.

6.Three White Soldier

Pola pada three white soldiers ini terdiri dari tiga candle hijau berturut-turut di mana posisi open berada di dalam badan atau bagan candle sebelumnya, dan posisi close melebihi high candle sebelumnya.

Idealnya, candle ini tidak boleh memiliki ekor bawah yang panjang, maka akan menunjukkan bahwa tekanan beli terus-menerus mendorong harga menjadi naik. Ukuran candle dan panjang ekor dapat digunakan untuk menilai kemungkinan kontinuasi atau kemungkinan retracement.

7.Bullish Harami

Pola Bullish harami ialah candle merah yang panjang tanpa memiliki ekor di atas dan di sambung dengan candle hijau yang lebih kecil yang keseluruhan posisinya ada di dalam badan atau bagan candle sebelumnya.

Inidkasi pada bullish harami dapat dibuka atau terlihat ketika mengacu pada time frame selama dua hari atau lebih, dan ini merupakan pola yang menunjukkan bahwa momentum penjualan melambat dan mungkin akan segera berakhir dan menjadi up trend.

Candlestik pola Bearsih

8.Hangging Man

Hanging man mirip seperti hammer, hanya saja ini bearish atau pada posisi candlestick merah. Biasanya terbentuk di akhir pada saat mengalami uptrend dengan badan atau bagan yang kecil dan ekor bawah yang panjang.

Ekor bawah mengindikasikan bahwa ada aksi jual yang sangat besar-besaran, tetapi bull berhasil mengambil kembali kendali dan menaikkan harga. Harap diingat, biasanya setelah mengalami tren naik yang berkepanjangan, aksi jual dapat bertindak sebagai peringatan bahwa bull mungkin akan segera kehilangan kendali pasar.

9.Shooting Star

Shooting star terbentuk dari candlestick dengan wick atas yang panjang, tidak memiliki wick bawah (atau ada tetapi sangat kecil), dan badan atau bagan kecil yang biasanya berada di dekat low. Shooting star memiliki bentuk yang mirip dengan inverted hammer, tetapi terbentuk di akhir uptrend.

Ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencapai titik tertinggi, tetapi kemudian penjual mengambil kendali dan mendorong harga kembali turun. Banyak pedagang lebih memilih untuk menunggu beberapa candle berikutnya untuk konfirmasi pola.

10.Bearish Engulfing

Pola bearish engulfing ini terdiri dari dua candlestick. yang pertama adalah bullish (hijau) sedangkan yang kedua adalah merah dan akan ditutup dengan down trend. Dengan kata lain, badan atau bagan pada candle kedua lebih besar dari yang pertama.

Dengan celah antara harga pada saat penutupan dan pembukaan yang jarang terlihat di kripto, pola ini terjadi di bagian atas tren naik. Indikasi pada pola ini menunjukkan peningkatan tekanan jual dan awal dari potensi tren turun.

11.Evening star

Pola Evening Star adalah kebalikan dari Morning Star. Ini terdiri dari tiga candle yang berbeda dalam tren naik. Yang pertama adalah candle bullish yang panjang. Disambung dengan candle berikut, bintang, menyajikan ekor yang di atas dan bawah dan memiliki badan atau bagan atau bagan yang pendek. candle ketiga adalah candle bearish panjang yang ditutup di bawah titik tengah candle pertama.

Indikasi pada bintang bahwasannya memberi sinyal bahwa tren saat ini kehilangan kekuatan, dan pedagang dapat menggunakannya untuk menjual posisi. Konfirmasi terjadi dengan candlestick ketiga yang sering meluncurkan tren turun.

12.Three Black Crows

Three black crows atau tiga gagak hitam ini terbuat dari tiga candle merah berturut – turut yang dibuka di dalam badan atau bagan candle sebelumnya, dan ditutup di bawah low candle sebelumnya.

Hampir Setara dengan three white soldiers, tetapi ini bearish (down trend). Idealnya, candle ini tidak memiliki ekor atas yang panjang, mengindikasikan tekanan jual berkelanjutan yang mendorong penurunan harga. Ukuran pada candle dan panjang ekor dapat digunakan untuk menilai peluang kontinuitas

13.Dark Cloud cover

Pola pada dark cloud cover terdiri dari candle merah yang posisi opennya berada di atas close candle hijau sebelumnya, dan kemudian ditutup di bawah titik tengah kandil tersebut.

Sering kali ini disertai dengan volume tinggi, yang menunjukkan bahwa momentum mungkin bergeser dari sisi atas ke sisi bawah. Kemungkinan pedagang akan menunggu kandil merah ketiga untuk konfirmasi pola.

14.Bearish Harami

Pola Bearish harami adalah pada saat candle hijau yang panjang diikuti oleh candle merah yang lebih kecil yang keseluruhan posisinya ada di dalam body candle sebelumnya.

Bearish harami bisa terbentuk di time frame dua hari atau lebih, muncul di akhir uptrend, dan dapat menunjukkan bahwa tekanan beli menurun.

Pola kontinuasi atau pola lanjutan

15.Metode rising three

Pola ini terjadi dalam tren naik, di mana tiga kandil merah berturut-turut dengan body kecil diikuti oleh kelanjutan tren naik. Idealnya, kandil merah tidak boleh melanggar range candlestick sebelumnya.

Kontinuitas dikonfirmasi dengan satu kandil hijau dengan body yang besar, menunjukkan bahwa bull kembali mengambil kendali arah tren.

16.Metode falling three

Pola falling three adalah pola kebalikan dari pola rising three dimana 3 candle hijau di apit 2 candle merah yang sedang mengalami tren turun sementara kemudian dilanjut dengan trend turun yang berkepanjangan.

Candle Doji

Candle Doji adalah salah satu nama dari jenis candlestick yang kerap digunakan oleh para trader untuk mengetahui informasi sebuah pembalikan tren.

Atau bisa dikatakan candle doji terbentuk ketika harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close) berada pada posisi yang sama (atau sangat dekat satu sama lain). Harga dapat bergerak di atas dan di bawah harga ketika open tetapi pada akhirnya harga tersebut ditutup atau dekat dengan harga ketika open.

Maka dengan demikian, candle Doji dapat menunjukkan titik keraguan antara kekuatan beli dan jual di pasar. Namun, interpretasi Doji sangat tergantung pada konteks yang sedang terjadi di pasar.

Umumnya, pola ini menandakan adanya pembalikan pada sebuah tren di pasar. Dalam bahasa Jepang, “Doji” memiliki arti blunder atau kesalahan, yang mengacu pada kelangkaan harga pembukaan dan penutupan yang memiliki kesamaan.

Tiga jenis candle Doji

17.Long Legged Doji

Long legged Doji adalah candlestick yang terdiri dari bayangan atas dan bawah yang panjang. Pola ini memiliki pembukaan dan penutupan yang kurang lebih sama.

Cirinya kedua ekor dari bawah dan atas, atau juga adanya harga dimana saat posisi open/close berada dekat titik tengah (berhenti di harga yang sama dengan posisi di apit oleh 2 ekor sehingga body atau bagan berhenti di tengah).

Jenis candle Doji satu ini akan menunjukan adanya keragu – raguan yang sedang terjadi setelah adanya kenaikan atau penurunan yang kuat oleh pasar. Pola ini juga tidak selalu menandai akhir sebuah tren saja, namun juga bisa menandai awal dari periode konsolidasi.

18.Dragon Fly Doji

Dragonfly Doji adalah jenis candlestick yang dapat memberi sebuah sinyal dimana akan adanya potensi pembalikan harga ke bawah (low price) atau atas (high price).

Pola ini terbentuk pada saat harga pembukaan (open) dan harga penutupan (close) berhenti di harga tertinggi pada waktu hari yang sama. Sedangkan, harga terendahnya berada di posisi cukup jauh dari harga pembukaan.

Doji jenis ini sering kali terbentuk ketika market bearish, namun munculnya sebuah kekuatan bull yang akhirnya memaksa harga tutup pada posisi yang sama dengan pembukaan.

19.Gravestone Doji

Gravestone Doji adalah pola candlestick pada pembalikan bearish yang terbentuk ketika harga pembukaan (open), rendah (low price), dan penutupan (close) berdekatan satu sama lain,  ditandai dengan ekor di atas yang panjang.

Dengan ekor di atas yang panjang menunjukkan bahwa kenaikan bullish di awal sesi telah diatasi oleh penurunan pada akhir sesi, yang sering terjadi tepat sebelum tren turun bearish jangka panjang.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis