Cara Bermain Saham Untuk Pemula 2021 (Penjelasan A-Z)

Bagi siapapun diluar sana yang ingin mempelajari cara bermain saham – terlepas apakah Anda seorang pemula atau veteran, berikut kami berikan langkah-langkah sistematis yang bisa segera ditiru dan dijadikan pegangan utama. 

1. Mengenali Tujuan Anda

Sebelum melakukan investasi besar, pastikan Anda mengevaluasi tujuan dari investasi ini sendiri. Apakah bermain saham hanya untuk sekedar hobi (karena mempunyai dana lebih) ataupun untuk karir (sumber pemasukan utama) dan lain-lain.

Mengidentifikasikan tujuan dengan jelas dapat membantu totalitas Anda saat sedang berinvestasi. Jika profesi ini ingin dilakukan dengan serius, maka diperlukan studi yang lebih intensif. 

Kami menyarankan investor untuk memikirkan profil investasinya masing-masing. 

  • Jika menginginkan dividen reguler yang terus naik setiap tahun, Anda akan tertarik pada saham pendapatan (income stocks);
  • Investor yang tidak terlalu membutuhkan pendapatan, tetapi tertarik pada capital gain bisa mengacu pada saham pertumbuhan (growth stocks);
  • Investor yang membeli saham untuk tujuan tertentu, seperti pendidikan anak mereka, biasanya sangat menghindari risiko. Mereka akan mencari saham yang paling solid, handal di pasar, seperti minyak besar atau saham utilitas;
  • Investor lain mungkin membeli saham karena mempunyai uang tunai lebih dan cenderung lebih siap untuk mengambil risiko dengan uang mereka.

Seiring berjalannya waktu, saham-saham tertentu bisa memberikan pengembalian yang wajar. Setiap investor mempunyai kerangka waktu yang tidak sama. Semakin lama Anda memiliki sebuah saham, kemungkinan peluang yang harus dilakukan juga semakin banyak. 

Tips: investor veteran selalu mencari kombinasi dari pendapatan dan capital gain. Ini bisa diraih melalui portofolio yang terdiversifikasi – yang berarti investor membeli beberapa jenis saham dengan karakterisitik yang berbeda (mencakupi perusahaan besar atau kecil). 

2. Studi dan Menentukan Saham

Lakukan penelitian dan studi terhadap saham-saham yang ingin Anda investasikan. Pastikan Anda tidak melakukan investasi ekstra tinggi sebelum melakukan riset tentang perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. 

Pelajari laporan keuangan mereka. Anda tidak akan mungkin melakukan investasi besar-besaran untuk sebuah produk misalnya, kendaraan pribadi tanpa melakukan sedikit studi dan riset tentang produk itu sendiri dan kompetitor dekatnya.

Tips: Anda harus mempelajari laporan tahunan perusahaan terkait – dan ini bisa dengan mudah ditemukan pada situs resmi dari perusahaan public yang diperdagangkan via hubungan investor. 

Laporan tahunan adalah kunci untuk menilai performa perusahaan. Dengan latihan, Anda dapat memahami apa yang terjadi di perusahaan terkait. Bagian penting yang harus diperiksa yakni sebagai berikut: 

  • Pendapatan/penghasilan: uang yang masuk ke dalam perusahaan
  • Pendapatan bersih: Apa yang tersisa setelah pengeluaran dan pajak
  • Penghasilan dan pendapatan per saham: Keuntungan perusahaan berdasarkan basis per saham
  • Price/earning ratio (P/E): Harga saham perusahaan saat ini dibagi dengan pendapatan per sahamnya
  • Pengembalian modal (ROE) dan Pengembalian aset (ROA): ROE adalah laba yang dihasilkan per dolar dari investasi pemegang saham. ROA adalah laba yang dihasilkan dari uang perusahaan sendiri.

3. Menggunakan Teknik dan Analisis Investasi

Terdapat banyak sekali Teknik dan analisis investasi di luar sana. Anda ingin melakukan Analisa untuk mendapatkah profit dan mengurangi risiko kerugian. Pada umumnya, terdapat 2 cara yang dapat Anda gunakan untuk menganalisis pergerakan saham:

  • Analisa Fundamental: ini mengenai ketelitian menilai kondisi sebuah perusahaan yang menebarkan sahamnya di BEI (bursa efek Indonesia). Dengan Analisa ini, Anda akan menelusuri laporan keuangan, kemampuan mereka meraih profit hingga aliran cash flow. Teknisnya Anda akan mencaritahu earning per share, price earning ratio dan price to book value. 
  • Gambaran Analisa Teknikal: analisis yang satu ini bisa ditemukan dari Candlestick (grafik atau chart) di piranti lunak yang diberikan oleh perusahaan sekuritas. Disini, Anda bisa membuat predikisi tentang pergerakan saham yang Anda miliki atau hendak dibeli. Beberapa indicator umum adalah MACD, simple moving average, Bollinger band dan lain-lain. 

Kedua Teknik diatas cukup penting. Padukan keduanya agar Anda bisa memahami keadaan pasar ekonomi secara menyeluruh. 

4. Mengenali Perihal Waktu

Saham adalah jenis instrument investasi jangka panjang terbaik di pasar keuangan. Meskipun demikian, harga saham sangat fluktuatif dan ini menjadikan kegiatan investasi ini tidak bebas risiko. Namun untuk jangka panjang, mereka akan menghasilkan imbalan yang brilian. 

Jika Anda berniat melipat-gandakan uang hanya dalam satu tahunmembeli saham jelas bukan cara terbaik untuk merealisasikan impian tersebut. Namun jika Anda siap berinvestasi untuk 10 atau 20 tahun, maka saham adalah investasi yang sangat berhadiah. 

Perdagangan saham dirancang untuk menyediakan investor dengan dua jenis pengembalian (return), yaitu annual income (pendapatan tahunan) dan long term capital growth (pertumbuhan modal jangka panjang). 

5. Memilih Aplikasi Trading Terpercaya

Berikut adalah aplikasi trading saham online yang cukup user friendly untuk pendatang baru.

  • Stockbit
  • Ipotultima dari Indopremier
  • Most dari Mandiri Sekuritas
  • BNI Sekuritas
  • Mirae Sekuritas

Karena resmi terdaftar di OJK, aplikasi diatas sudah terjamin keamanannya untuk kita semua. Anda bisa mencoba berinvestasi pada versi trial mereka (gratis) untuk mencari aplikasi mana yang paling sesuai untuk Anda. 

Jika sudah menentukan pilihan, Anda bisa membayar untuk melakukan jual beli saham di BEI. 

6. Berinvestasi di Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan yang mapan dan sehat secara finansial. Saham blue chip digemari banyak investor veteran dan aman bagi investor pemula karena ia mempunyai tingkat pertumbuhan yang stabil, kapitalisasi pasarnya juga besar, likuiditas baik dan lama terdaftar di BEI. 

Di Bursa Efek Indonesia, beberapa investor menggambarkan saham blue chip sebagai saham yang terdaftar di indeks LQ45. Meskipun demikain, perlu diketahui bahwa tidak semua saham LQ45 adalah blue chip. 

Di sisi lain, Indeks IDX30 adalah indeks yang terdiri dari 30 saham yang konstituennya dipilih dari konstituen indeks LQ45. IDX30 dikatakan sebagai saham blue chip terunggul di Indonesia. 

Daftar saham perusahaan yang masuk dan keluar dalam perhitungan indeks IDX30 periode Februari hingga Juli 2020 adalah Ace Hardware Indonesia, Adaro Energy, Aneka Tambang, Astra Internasional, BCA, BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri, Barito Pacific, Charoen Pokphand Indonesia, Erajaya Swasembada, Gudang Garam, H.M. Sampoerna, Indofood CBP, Vale Indonesia (baru), Indah Kiat Pulp & Paper, Indocement Tunggal Prakarsa, Japfa Comfeed Indonesia (baru), Kalbe Farma, Media Nusantara Citra (baru), Perusahaan Gas Negara, Bukit Asam, PP (persero), Semen Indonesia, Telekomunikasi Indonesia, United Tractors, Unilever Indonesia dan Waskita Karya. 

Cara Beli Saham Online

Setelah mempelajari dan melewati beberapa langkah diatas, sekarang adalah saatnya Anda membeli saham via online. Berikut adalah panduan cepat cara membeli saham online dengan aman dan kredibel: 

1. Menyiapkan Dana Dingin

Saham adalah bukti kepemilikan atas bagian dari sebuah korporasi. Sebagai contoh, jika satu lembar saham berharga Rp 1.000, dana yang Anda butuhkan untuk membeli 100 lembar saham atau 1 lot adalah sebesar Rp 100 ribu. 

Semakin banyak saham yang Anda beli, maka dana yang dikeluarkan juga semakin besar. Harga saham dari berbagai perusahaan adalah berbeda. Jika saham perusahaan blue chip yang Anda incar berharga Rp 25 ribu per lembar, maka untuk membeli 1 lot Anda perlu merogoh Rp 2,5 juta. 

Kami menyarankan siapapun untuk berinvestasi sesuai kemampuan. Uang yang dipakai sebaiknya merupakan uang khusus investasi atau dana dingin (uang menganggur). Jangan menggunakan dana primer agar tidak mengganggu dana kebutuhan pokok.

2. Memilih Broker Saham

Langkah berikutnya adalah menentukan broker saham. Kebanyakan broker terdaftar sebagai anggota di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bagaimanakah rumus memilih saham yang terbaik? Ini sedikit membingungkan. 

Pada dasarnya, selama suatu broker tercatat di BEI maka mereka tergolong aman karena setidaknya sudah memenuhi modal minimum peraturan OJK.

Kami selalu menghimbau investor untuk memilih broker yang mempunyai aplikasi saham online yang bagus dan user friendly. Anda bisa mencoba menggunakan dummy-trade untuk menilai apakah aplikasi saham mereka berkualitas atau tidak. 

3. Membuka Rekening Efek

Layaknya menabung di Bank, pada awalnya, Anda juga harus membuka rekening saham di perusahaan sekuritas. Saat menentukan pilihan, pikirkan perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di OJK.

Contohnya seperti BCA Sekuritas, Info Premier, Phillip Sekuritas Indonesia, BNI sekuritas, Sekuritas Sinarmas dan lainnya. 

Ini adalah tahap wajib agar Anda bisa melakukan transaksi saham. Opsi lain adalah langsung mengunjungi kantor perusahaan sekuritas yang dipilih. Beberapa perusahaan menerima panggilan telepon untuk melakukan registrasi. 

Saat ini pembukaan rekening efek sudah bisa dilakukan secara online dari situs resmi perusahaan sekuritas. Aplikasi IndoPremier dan IpotGo merupakan contohnya. IpotGo memungkinkan Anda membuka rekening saham dari smartphone. 

Dalam waktu 1 hari saja, Anda bisa mendapatkan rekening dana nasabah (RDN) dan kartu kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti bahwa Anda merupakan investor sah dan kartu tersebut berfungsi sebagai identitas untuk memeriksa portfolio saham Anda. 

4. Rekening Dana Nasabah

Seusai pembukaan rekening saham di broker, langkah berikutnya adalah membuka RDN (Rekening Dana Nasabah). Rekening saham berfungsi untuk jual beli saham, sedangkan rekening dana nasabah bertugas sebagai wadah penyimpanan dana transaksi jual beli saham.

Setoran modal untuk transaksi saham dan hasil penjualan saham disimpan disini. Meskipun sudah membuka rekening saham, namun jika tidak mempunyai RDN, transaksi saham jadi tidak bisa dilakukan.

5. Setor Dana Rekening Efek

Untuk bisa melakukan transaksi maka harus melakukan top up rekening saham. Modal selalu disetor ke RDN. Gambaran menyetor ini mirip seperti mengirim dana ke rekening tabungan Bank. Anda bisa mengisi dana di RDN melalui setor tunai di teller sekuritas, transfer melalui mesin ATM maupun digital banking. 

Jumlah setoran tergantung jumlah transaksi saham yang ingin dilakukan. Ada beberapa korporasi sekuritas yang mempunyai plafon setoran, namun ada yang tidak. 

Biasanya Anda diminta melakukan deposit terlebih dahulu untuk dapat melakukan trading saham. Setelah transaksi pertama berhasil, transaksi berikutnya investor bisa melakukan pembayaran kewajiban dalam 2 hari sejak transaksi. 

6. Mulai Membeli Saham (Trading Online)

Pada tahap ini, Anda sudah siap melakukan trading di bursa efek. Pilihlah saham yang ingin dibeli. Pastikan Anda mengingat kode saham terkait. 

Saat sedang order, Anda diminta menentukan nominal harga berapa untuk membeli saham. Dalam aplikasi akan terlihat harga penawaran (bid) dan harga penjualan (offer).

Jika ingin langung membeli efektif, pasang harga beli Anda sama dengan harga penjualan (offer) terendah, dengan demikian Anda akan langsung memperoleh saham itu. Jika ingin membeli di harga yang murah, pasang harga beli Anda dibawah harga jual terendah – ini berarti Anda akan mengantri sampai ada penjual yang mau menurunkan harga jual ke harga beli yang Anda pasang.

Perlu diketahui bahwa pemasangan harga order atau beli Anda mengikuti prioritas waktu dan harga. Setelah transaksi berhasil dan selesai, cek portfolio Anda yang menunjukkan kepemilikan saham milik Anda saat ini. 

7. Mulai Menjual Saham (Trading Online)

Saham milik Anda dapat dijual via aplikasi saham online yang sama. Pilih saham yang Anda miliki kemudian tentukan harga jual dan jumlah lembar saham yang ingin dijual. 

Menentukan harga jual juga mempengarui seberapa cepat transaksi bisa rampung. Contohnya, jika ingin dengan segera menjual saham pribadi, pasang harga beli tertinggi di pasar saat itu. Namun jika ingin hasil penjualan lebih tinggi, pasanglah harga jual yang lebih tinggi lagi (konsekuensinya belum tentu terjual). 

8. Merubah Order Saham Online

Pada perdagangan saham, Anda dapat mengubah (amend) harga jual dan beli. Aplikasi saham online menyediakan fasilitas untuk mendukung aktivitas ini. 

Meskipun demikian, jika posisi yang Anda pasang belum tereksekusi, sementara Anda ingin segera membeli atau menjual saham tersebut, maka Anda dapat memeriksa posisi harga jual dan beli yang tersedia di pasar saat itu dan melakukan perubahan harga sesuai kondisi pasar efektif.

9. Settlement Transaksi

Seperti yang kita ketahui, penyelesaian transaksi dilakukan dalam waktu dua hari perdagangan sejak transaksi dilakukan (T+2) di bursa saham. Broker akan mengirimkan Trade Confirmation agar kita menyelesaikan transaksi trading saham. 

Ada kewajiban yang harus ditransfer ke rekening saham. Penyelesaian harus selesai pada hari ke dua setelah perdagangan terjadi. Jika settlement tidak diselesaikan oleh investor dalam waktu yang sudah ditentukan, maka denda senilai 45 persen per tahun akan dibebankan. 

10. Fee Trading Saham

Saat trading, Anda harus membayar fee atas transaksi perdagangan saham kepada broker yang mengeksekusi order. 

Biaya transaksi meliputi brokerage fee sebesar 0.15 persen dari nilai transaksi, pajak atas fee transaksi 10 persen, fee Bursa Efek Indonesia dan fee KPEI. Poin penting lainnya adalah jika Anda melakukan transaksi saham berulang-ulang dalam jual-beli, fee transaksinya cukup besar dan bisa mengurangi keuntungan. 

11. Stock Screener

Memilih saham memang tidak terlalu mudah, opsinya sangat banyak. Anda bisa menggunakan fitur stock screener yang tersedia gratis di broker – stock screener akan menyaring saham berdasarkan kriteria yang Anda tentukan.

Anda bisa menentukan kriteria stock screener berdasarkan pengalaman atau diskusi dengan pihak luar – ini adalah cara manual untuk membuat daftar saham pilihan. 

Alternatif lain adalah menggunakan preset kriteria, ini merupakan kriteria umum yang digunakan dan sudah dikenal berdasarkan guru investasi seperti Warren Buffet, William O’Neil dan lain-lain. 

Strategi yang akan diimplementasikan seluruhnya tergantung preferensi, pengetahuan dan keyakinan Anda. 

12. Diversifikasi

Diversifikasi adalah cara mengelola risiko investasi saham dengan tidak menempatkan semua modal dalam satu atau dua saham saja, namun membagi atau mendiversifikasi ke beberapa saham berbeda. 

Diversifikasi sangat membantu investor ketika harga suatu saham sedang turun drastis. Anda tidak akan langsung terpuruk karena tidak semua investasi saham Anda anjlok. 

Strategi diversifikasi lainnya adalah membeli index fund, yakni membeli semua saham sesuai bobot yang terdapat dalam indeks, dengan demikian keuntungan Anda mengikuti indeks. Index fund bisa dibeli di BEI dengan membeli Exchange traded Fund (ETF). 

ETF sendiri merupakan salah satu saham yang diperdagangkan di BEI namun karakteristiknya berbeda dari saham terbitan perusahaan.  

ETF adalah reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif dimana unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Pada dasarnya ETF adalah reksadana, namun produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek. 

ETF bersifat seperti gabungan dari reksadana untuk hal pengelolaan dana dan mekanisme saham dalam hal transaksi jual beli. ETF sangat bermanfaat untuk diversifikasi.

Diversifikasi sangat penting dalam investasi saham, namun untuk bisa mengaplikasikan hal tersebut tentu memerlukan dana investasi yang besar (ada minimum investasi di BEI, sebesar 100 lembar saham = 1 lot). 

Masalah tersebut terpecahkan dengan membeli ETF. Dengan pembelian ETF, cukup beli 1 saham saja, maka sudah termasuk puluhan saham lainnya tergantung indeks yang menjadi dasar ETF tersebut. 

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai cara bermain saham. Semoga bermanfaat dan salam sukses dari tim Cryptoharian. 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

An aspiring Marketer and Merchandiser. Penulis giat tentang bisnis, finansial dan teknologi. Penyelam industri Cryptocurrency yang netral.