CryptoHarian

Bagaimana Cara Menambang Bitcoin untuk Pemula

[Updated on 11 November]

Cryptocurrency atau juga dikenal dengan Bitcoin sudah menjadi sangat populer di Indonesia. Banyak orang menerka cryptocurrency adalah Bitcoin, sebenarnya Bitcoin adalah sebuah koin dalam cryptocurrency. Harga 1 Bitcoin di Indonesia melebihi Rp 100.000.000 rupiah dan minat beli masyarakat masih melambung tinggi.

Mungkin banyak dari Anda sudah tidak asing dengan kata Mining, sebuah kegiatan untuk menambang Bitcoin.

Menambang Bitcoin di tahun 2009 sangatlah mudah, Anda hanya harus menyediakan laptop atau komputer, Anda tidak perlu menggunakan prosessor, video card , GPU (Graphics Processing Unit) yang paling bagus.

Tetapi, semakin kesini semakin banyak penambang Bitcoin atau biasa disebut Minner,  sehingga berdampak pada sulitnya untuk mendapat Bitcoin.

Kenapa? karena untuk mendapatkan Bitcoin dari pertambangan, komputer dan software yang Anda gunakan harus bisa memecahkan soal-soal matematika dan apabila  berhasil memecahkan soal tersebut, barulah Anda akan dihadiahkan dengan Bitcoin.

 

Apakah penambangan Bitcoin?

Penambangan bitcoin/bitcoin mining adalah proses dimana seluruh transaksi dimasukkan ke dalam public ledger/buku besar Bitcoin yang bersifat terbuka, artinya semua orang bisa mencatat transaksi tersebut.

Di dalam dunia Cryptocurrency, buku besar tersebut juga dinamakan dengan Blockchain. Mining dapat juga dikatakan sebagai sarana untuk membuat Bitcoin baru.

Lebih detilnya , proses tersebut melibatkan pemecahan teka-teki matematika yang sangat sulit , teka-teki tersebut datang dari transaksi-transaksi yang dikumpulkan yang akan menjadi blok.

Peserta/miner yang berhasil menyelesaikan problem tersebut dan menaruhkan nya di blockchain , akan dihadiahkan dengan Bitcoin/BTC.

Semua orang yang dapat mengakses internet bisa menambang Bitcoin. Namun, Anda harus mempunyai laptop /komputer atau juga smartphone yang memumpuni.

Anda juga harus men-download software khusus seperti BTCminer ,CG miner atau Bitcoin miner.

 

Metode Mining :

  1. Cloud Mining
  2. Solo mining/ menambang sendiri

 

Metode 1: Cloud mining

Cloud mining adalah sistem penambangan Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum tanpa adanya alat-alat tambang /mining rig atau perlengkapan yang terkait.

Dengan kata lain , Anda tidak perlu membeli alat-alat komputer yang canggih dengan harga jutaan rupiah.

Ada beberapa perusahaan luar yang mengadakan bisnis Cloud Mining, contoh nya Genesis , Hashnet ,Hasflare,Hashing24, dll.

Perusahaan tersebut berlokasi di luar Indonesia dan mereka memilih lokasi yang harga listrik sangat murah. Tetapi, perusahaan tersebut meminta Anda untuk daftar akun ke perusahaan mereka , layaknya bagaimana Anda mendaftar dalam sosial media.

Dengan adanya perusahaan-perusahaan tersebut, sangat membantu bagi orang awam yang tidak terlalu mengerti dalam dunia komputer, sehingga dapat tetap melakukan penambangan Bitcoin.Tetapi, ada biaya yang harus dikeluarkan yang disebut “Hash Power”.

“Hash Power” dapat diartikan sebagai kecepatan sebuah komputer yang Anda sewa di perusahaan tersebut, Anda bisa memilih seberapa cepat yang Anda butuhkan.

Semua perusahaan yang melayani dibidang ini, mempunyai berbagai plan dan harga yang beragam.

Genesis mining adalah salah satu yang terbaik dan memiliki banyak pilihan, Anda dapat memilih tambang Bitcoin, Etherium, Dash, Litecoin, Monero dan Zcash.

Banyak orang sudah mendapatkan untung Bitcoin dari Genesis Mining dan hampir semua plan sudah habis, tetapi Anda dapat memilih plan yang Anda rancang sendiri.

Harga-harga untuk cloud mining terbilang cukup mahal, berkisar dari ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah. Tetapi dengan cloud mining, Anda tidak perlu membeli Video Graphic Card (VGA) yang sangat mahal.

-Tips untuk memilih Cloud mining yang tidak menipu

1. Cek situs web cloud mining yang Anda pilih

Anda dapat pergi ke halaman’tentang’/’about’ di situs tersebut. Kebanyakan cloud mining yang palsu akan mengosongkan halaman tersebut, Anda dapat juga mengecek nomor telepon mereka dan mencoba untuk menelepon.

Cloud Mining yang jujur/asli akan menulis misi-misi mereka, latar belakang perusahaan, rekan kerja dan juga para pemimpin dalam perusahaan mereka.

2.Pergi ke Google, forum dan Facebook

Kebanyakan orang akan senang apabila mereka mendapatkan harga cloud mining yang tidak masuk akal. Contohnya 1thz/s seharga Rp 100,000.

Ini adalah penipuan dan Anda harus segera keluar dari situs tersebut dan jangan pernah mengisi email Anda ke situs tersebut.

Perusahaan cloud mining yang bagus pastinya perusahaan yang sudah berdiri lama. Karena penambangan sistem cloud mining lebih susah dan banyak cloud mining yang baru buka dapat dikatakan sebagai perusahaan palsu.

Pergi ke Google, apabila mereka ada di halaman pertama, Anda bisa percaya bahwa situs tersebut aman dan juga perhatikan seberapa banyak orang yang memberikan like pada Facebook page mereka.

Lihat juga seberapa aktif mereka di sosial media tersebut.

3.Pengamanan yang ketat

Apabila Anda ingin membuat sebuah akun dalam perusahaan tersebut, perhatikan pengamanan mereka.

SSL/certificate yang ada di browser Anda harus secure/ ada gambar kunci di pojok kanan atas. Ketika Anda memasukan email dan password , mereka memerlukan persetujuan ‘saya bukan robot’.

Semakin susah anda membuat akun, semakin terpecaya perusahaan tersebut.

Artikel Terkait: Aplikasi Cloud Mining Bitcoin Yang 100% Aman

Metode 2: Personal mining/pertambangan sendiri

Menambang sendiri sangatlah mahal, 1 komputer akan menghasilkan Rp 100.000 perharinya.

Itu pun tidak menentu, tergantung harga BTC, kesusahan dalam menyelesaikan soal-soal matematika di BTC atau bisa disebut rezeki anda.

Kenapa saya menyebut nya rezeki? karena untuk menyelesaikan soal ini,komputer anda cuma bisa melakukan tebak angka dan huruf.

Bagaimana cara memilih alat-alat komputer untuk tambang/mining rig?

Perangkat komputer yang anda pilih harus memiliki sifat:

  1. Mengurangi biaya listrik ketika menambang
  2. Memaksimalkan pendapatan tambang relatif dengan biaya listrik (memakai sedikit listrik , menambah pendatapan BTC/ETH)

1.GPU(video card)

2 GPU yang bagus untuk menambang cryptocurrency adalah NVDIA dan AMD. Kebanyakan GPU tersebut sangat cepat habis terjual dikarenakan booming nya cryptocurrency.

Bahkan , beberapa toko komputer dengan sengaja tidak menjual GPU tersebuat karena mereka memakainya sendiri.

Dari NVDIA , disarankan untuk membeli GE FORCE 1070/1080 , kedua GPU ini energy efficient tetapi tidak terlalu bagus kalau dibandingkan dengan AMD Radeon 470/480,570,580.

  1. GE FORECE 1070 memberikan 25MHS,200watts
  2. GE FORECE 1060 memberikan 19MHS .110watts
  3. AMD Radeon 460 menawarkan 11 MHS/mega-hashes per detik,75 watts
  4. RX470 menawarkan 45MHS/ mega-hashes per detik,125watts
  5. Radeon RX 480-24MHS,170watts
  6. Radeon RX570-21MHS,125 watts
  7. Radeon RX Vega 64-33 MHS-200 watts.

Harga GPU diatas berkisar mulai dari Rp 2.000.000. Harga GPU di Indonesia terbilang cukup mahal , karena mereka mengetahui harga BTC/ETH, sehingga mereka menaikkan harga tersebut sebelum dijual.

Baca Juga: Apa Maksud Dari Faucet Bitcoin/Cryptocurrency dan Cara Bermain Faucet

2.Motherboard

Anda memerlukan motherboard yang paling sedikit memiliki 6 slot PCle untuk mengakomodasi GPU-GPU Anda. Banyak motherboard yang mempunyai PCL X16 dan PCle x1 tetapi ini tidak memungkinkan untuk semua GPU disambungkan ke motherboard dikarenakan tempat yang sempit. Namun, dengan adanya kabel riser card, sehingga dapat menyambungkan semua GPU kemotherboard.  Kelebihan kabel riser card adalah kabel ini tidak mengurangi hasing rates.

Disarankan:

  1. MSI Pro Solution Intel Z170A LGA 1151 DDR4 USB 3.1 ATX Motherboard

  2. ASUS PRIME Z270-P LGA1151 DDR4 HDMI DVI M.2 USB 3.0 Z270 ATX Motherboard PRIME Z270-P

  3. ASRock H81 Pro BTC Motherboard

 

3.CPU/PROCESSOR

CPU tidak begitu penting untuk penambangan Bitcoin, intel i3 atau celeron sudah cukup. Tidak perlu CPU mahal karena pada waktu mining , hanya GPU yang bekerja sedangkan CPU tidak. Sehingga disarankan mencari CPU yang menggunakan sedikit listrik.

Disarankan :

  • intel 3.70 GHz Core i3-6100 3M Cache Processor 
  • Intel Celeron G1840 Processor

4.SSD/SOLID STATE DRIVE

Anda pasti pernah mendengar dan menggunakan hard drive. Tetapi untuk melakukan mining dibutuhkan solid state drive yang hampir sama dengan hard drive tetapi SSD lebih cepat dan aman. Disarankan 60gb-120 gb sudah cukup untuk mining rig Anda. Kegunaannya adalah untuk meng-install OS (Operating system), seperti windows dan software untuk mining.

disarankan: SanDisk SSD PLUS 120GB Solid State Drive – SDSSDA-120G-G26

5.RAM

Sama seperti CPU, RAM tidak bekerja pada waktu mining, cukup dengan RAM 8GB untuk membuat komputer Anda bekerja.

 

 

 

6.Mining case/ casing

Disarankan untuk mencari casing yang bisa melabuh 6 GPU dan terbuka supaya udara dapat masuk sehingga dapat mendinginkan komputer Anda.

7.Kipas/ac

Tempatkan mining Rig Anda di tempat yang dingin, sehingga alat-alat yang Anda butuhkan dapat bekerja dengan optimal dan lebih awet untuk digunakan sepanjang waktu.

 

8. Software

Software untuk Bitcoin

Software untuk Ethereum

9.Wallet/dompet

Anda juga harus memiliki digital wallet seperti keepkey atau MyEtherWallet untuk menyimpan koin-koin yang  berhasil ditambang.

Baca Juga: 3 Dompet Terbaik Untuk Cryptocurrency-Bitcoin,Ethereum,Altcoin

Sebenarnya masih banyak cara lain untuk mendapatkan BTC/ETH , seperti mengikuti investasi, membeli langsung Bitcoin/Eth  dan berinvestasi dalam ICO.Tetapi dengan melakukan mining sendiri, kerugian Anda bisa dibatasi daripada mengikuti sebuah investasi.

Baca juga:Cara Mendaftar dan Menggunakan MyEtherWallet 2018

Septiady

Septiady

Add comment

Leave a Reply