20 Cara Menghemat Uang Di Usia Muda Agar Jadi Kaya Raya

Millennials identik sebagai generasi yang boros. Sangat jarang yang tahu bagaimana cara menghemat uang.

Pada umumnya, banyak anak muda maupun professional belia di usia 20an hingga 30an mengalami kesulitan keuangan.

Daftar keinginan seperti liburan, gaya hidup, impian dan lain-lain kerap menjadi tersangka yang menghambat kegigihan menabung. 

Sudah tidak mengherankan lagi saat mengetahui pendapatan rata-rata millennials kurang lebih 20 persen lebih rendah dari rata-rata pendapatan generasi Baby Boomer dalam usia yang sama (menurut perusahaan personal finance technology Smart Asset).

Bahkan untuk millennials yang mempunyai penghasilan berlimpah sekalipun, mereka tetap mempunyai kesulitan mengelola uang. 

Bagaimana Cara Menghemat Uang Di Usia Muda?

Cara menghemat yang paling ampuh adalah langsung menabung 20-30% dari penghasilan.

Pribahasa yang cukup menarik adalah “Jangan Besar Pasak Daripada Tiang”, yang artinya penghasilan tidak boleh lebih besar dari pengeluaran dan jangan lupa berinvestasi.

Ini adalah trik menghemat uang yang sederhana agar menjadi kaya raya.

Cara Lain Menghemat Uang:

1. Mempunyai Tujuan

Biasanya dorongan yang paling penting agar seseorang bisa menabung secara disiplin adalah karena ia memiliki tujuan. 

Tujuan besar mulia membuat kita terus berjuang untuk menabung meskipun situasinya sedang sangat sulit. 

Misalnya, seorang anak yang berjuang menabung dan menghemat karena ingin menghadiahkan kedua orang tuanya untuk liburan keluar negeri, ataupun mahasiswa yang bersemangat berhemat karena mempunyai impian membeli rumah sendiri dan bisa jadi seorang murid yang super irit karena ingin membangun perusahaan impiannya.

Menghemat jika disertai tujuan, akan lebih mudah, karena kita diingatkan tentang tujuan yang lebih besar daripada menghemat itu sendiri. 

2. Keingingan VS Kebutuhan

Saat sedang berbelanja online ataupun offline, sering kali kita tergiur melihat promosi, diskon, voucher, gift rewards, packaging lucu, produk keren, item terbaru dan apapun itu yang menarik perhatian untuk dibeli. 

Anda tahu – dalam lubuk hati terdalam, bahwa Anda tidak benar-benar membutuhkan hair-dryer berkekuatan magnet radiasi robot mars maha dasyhat yang menggunakan selebritis terkenal itu sebagai brand ambassador mereka. 

Namun akhirnya, Anda tetap membeli hair-dryer maha dashyat itu seharga Rp 4 juta – yang kami rasa, bisa saja didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah, katakanlah Rp 300 ribu. 

Ketahuilah semua brand maupun produk diluar sana yang kita temukan di ecommerce atau supermarket, mereka mempunyai barisan marketer pintar yang memoles segala hal agar terlihat lebih indah dan menjual. 

Inilah mengapa kita harus disiplin dalam mengkategorikan keinginan versus kebutuhan. Kebutuhan mungkin adalah; Anda perlu membeli sabun pencuci lantai karena persediaan dirumah memang sudah habis.

Singkatnya, jika ingin berhemat, larang diri sendiri dengan keras untuk tidak membeli apapun itu yang hanya kita inginkan. 

Ingin gaun mewah, ingin mobil mahal, ingin jam tangan terbaru itu, ingin liburan ke luar negeri, ingin sepatu sport terbaru dan ingin gaya hidup seperti selebritis itu. 

Daftar keinginan tentu panjang dan tidak ada akhirnya. Jadi hanya lakukan pembelian untuk produk yang benar-benar Anda butuhkan.  

3. Sisihkan bukan Sisakan

Jika ingin menghemat uang, sudah jelas harus menabung. Saat menabung, pastikan Anda menggunakan teknik menyisihkan uang daripada menabung dari sisa uang yang ada.

Sederhananya, katakanlah Anda baru gajian di awal bulan dengan pendapatan Rp 10 juta. 

Pada awal menerima uang itu, segera sisihkan, misalnya Anda menetapkan untuk menabung dengan rasio 6:4, maka sisihkan Rp 6 juta untuk disimpan sebagai tabungan dan hanya menyentuh Rp 4 juta sepanjang bulan itu. 

Lakukan ini dengan integritas dan konsisten sehingga rencana tabungan tidak bocor. 

Ini tentu berlawanan jika Anda hanya menabung atas apa yang tersisa pada bulan itu, bisa saja bahkan tidak ada sisa sama sekali, maka ini akan menyulitkan rencana menghemat Anda.

4. Mempunyai Anggaran

Jika Anda memiliki gambaran tentang seberapa banyak yang boleh Anda belanjakan dalam sebulan, Anda akan mulai mengatur pengeluaran Anda yang nantinya akan dicatat ke dalam anggaran harian atau bulanan. 

Anggaran Anda harus menjelaskan bagaimana pengeluaran Anda sesuai dengan penghasilan Anda — sehingga Anda dapat merencanakan pengeluaran dan membatasi pengeluaran berlebihan. 

Misalnya, Anda menetapkan anggaran pengeluaran per bulan sebesar Rp 3 juta, maka Anda harus disiplin untuk tidak melakukan pengeluaran lebih dari anggaran yang sudah ditetapkan tersebut. 

Sejak awal bulan, Anda akan melakukan kalkulasi dan rencana untuk tidak membeli makanan ringan ataupun minuman kaleng itu setiap kali melewati minimarket. 

Pastikan untuk memperhitungkan pengeluaran yang terjadi secara rutin tetapi tidak setiap bulan, seperti perawatan mobil.

Tips: Sertakan kategori tabungan — bertujuan untuk menghemat 10 hingga 15 persen dari penghasilan Anda.

5. Membawa Bekal

Poin ini akan sangat bermanfaat jika Anda adalah seorang professional muda yang bekerja diluar (kantoran). Kita semua tahu makan siang yang dibawa dari rumah sudah pasti akan lebih sehat, personalized dan tentu saja murah.

Bayangkan Anda harus mengeluarkan Rp 40 ribu (atau lebih) untuk setiap makan siang dan kalikan itu untuk 31 hari (1 bulan). Anda sudah menghabiskan Rp 1.240 juta hanya untuk makanan. Bagaimana dengan transportasi? 

Ini jelas kurang efisien jika Anda ingin berhemat. Membawa bekal adalah solusi yang cerdas. 

Anda hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp 500 hingga Rp 600 ribu untuk membeli bahan-bahan memasak selama 1 bulan, dan itu adalah setengah dari pengeluaran jika Anda memilih untuk makan diluar. 

Namun tentu ini juga beda ceritanya, jika Anda membeli groceries di supermarket premium dan setiap hari makan daging steak dan red wine – itu mungkin tidak terlalu hemat. 

Mengkonsumsi sedikit daging dikatakan lebih baik untuk kesehatan, dan dapat membantu Anda menghemat uang. 

Daging seringkali merupakan bagian paling mahal dari struk belanja, dengan memotongnya satu atau dua malam dalam seminggu, Anda dapat menghemat sedikit uang dalam tagihan belanjaan.

Singkat cerita adalah, siapkan bekal yang sehat dengan budget yang tidak menyiksa dompet. 

Sudah ada banyak pasar tradisional dan supermarket keluarga diluar sana yang menyediakan bahan memasak dengan harga terjangkau (terutama untuk pembelian grosir, bisa mendapat harga lebih murah). 

6. Pendapatan untuk Investasi

Kecenderungan dari kita warga millennials adalah, pendapatan yang didapatkan langsung dihabiskan untuk membeli barang yang tidak benar-benar diperlukan.

Misalnya, setelah gajian, langsung membeli baju baru, makan di restoran mahal, membeli gadget tercanggih, ke salon untuk creambath, membeli high heels branded, liburan ke pulau eksotis dan lain-lain. 

Kami tidak mengatakan hal tersebut tidak boleh dilakukan sama sekali, namun mungkin tidak terlalu sering atau bahkan setiap hari jika ingin berhemat.

Gaji yang didapatkan bisa saja habis dalam setengah bulan pertama. Ini jelas tidak bijak karena pengeluaran jadi membengkak. 

Oleh karena itu, belajar dari Robert Kiyosaki, kelola pendapatan yang didapatkan untuk melakukan investasi agar nantinya bisa berbuah menjadi mesin penghasil uang. 

Jadi, jika orang biasa menghamburkan uang mereka untuk membeli hiburan, Anda akan menginvestasikan uang Anda seperti dengan membeli deposito, emas di pegadaian atau mempelajari bisnis tertentu yang bisa dikembangkan di masa depan. 

7. Menjaga Kesehatan

Tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan jiwa dan raga. Oleh karena itu, meskipun millennials seperti kita cukup workaholic, sediakan waktu untuk sekedar beristirahat jika sedang lelah. 

Dengarkan musik untuk meningkatkan mood dan nonton video motivasi untuk mengembalikan semangat. Beribadah juga sangat penting untuk menjamin kesehatan jiwa dan batin. 

Berolahraga ringan secara rutin seperti berlari 20 menit setiap hari saja sudah sangat cukup untuk mencari keringat. 

Mengapa semua hal ini penting? Karena jika Anda suatu saat jatuh sakit, maka semua kerja keras dan kekayaan yang dibangun juga tidak ada artinya. 

Oleh karena itu, menjaga kesehatan serta melakukan moderasi kerja dan istirahat sangatlah krusial dalam konteks menghemat uang sekalipun.

8. Pengeluaran Listrik

Saat sedang berada di rumah, kita seringkali tidak sadar menyalakan lampu di ruangan tertentu yang sebenarnya tidak kita pakai. Atau menggunakan air terlalu banyak maupun menyalakan AC terlalu lama.

Tagihan dan biaya seperti ini sebenarnya bisa ditekan. Oleh karena itu, pastikan Anda mematikan semua sumber listrik yang tidak sedang dipakai atau tidak benar-benar dibutuhkan. 

Ini bisa membantu Anda berhemat sebesar ratusan ribu atau jutaan rupiah per bulannya. 

9. Menjual Barang Second

Anda pasti setidaknya mempunyai tumpukan benda, pakaian, buku, elektronik, apapun itu yang sangat jarang disentuh dan dipakai. 

Jual barang-barang tersebut di platform seperti caraousel dimana pengguna yang terdaftar sangatlah banyak dan percayalah, mereka ingin membeli barang second dari Anda.

Tentu barang second yang dijual harus dalam keadaan layak pakai dan pasang dengan harga bersaing. 

Dengan demikian Anda bisa mendapatkan pemasukan tambahan dan ini juga membantu proses penghematan secara langsung. 

10. Catatan Keuangan

Pastikan Anda mempunyai rekaman tertulis mengenai pemasukan maupun pengeluaran setiap harinya. 

Pada akhir bulan, catatan ini bermanfaat sebagai evaluasi bagi diri sendiri.

Nantinya Anda bisa mengetahui pengeluaran apa yang paling sering dilakukan.

Apakah terlalu sering berbelanja makanan ringan saat melewati mini market, apakah ternyata biaya transportasi sehari-hari terlalu tinggi, apakah ternyata uang pulsa atau kuota internet yang tanpa sadar menyedot uang Anda – daftarnya terus berlanjut.

Catatan keuangan ini penting agar Anda mengetahui pengeluaran mana yang paling berdampak buruk pada rencana menghemat Anda – dan bagaimana cara meminimalisir hal tersebut. 

11. Hindari Kartu Kredit

Kita semua menyukai kartu kredit karena ia memberi kemudahan dalam bertransaksi. 

Meskipun demikian, bagi mereka yang mempunyai kebiasaan membeli secara impulsif, sangat disarankan untuk menjauhi kartu kredit.

Bayangkan jika kita berbelanja tanpa batasan dalam satu hari, bisa saja puluhan juta rupiah melayang hanya dalam sekejap. 

Dampak negatif dari pemakai kartu kredit adalah utang yang menumpuk jika pemakaiannya tidak terkendali. 

Membeli dengan uang kontan adalah pilihan yang lebih aman jika Anda ingin berhemat.

Saat membayar dengan uang kontan, kita jadi harus menghitung setiap lembar uang kertas tersebut dan otomatis menjadi lebih sadar dan bijak. 

12. Membuat Rekening Bank Terpisah

Jika ini bisa membantu Anda dalam berhemat, mengapa tidak? Buatlah akun tabungan baru yang didedikasikan untuk menabung saja. 

Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak pernah menyentuhnya sama sekali.

Fungsi dari masing-masing akun akan berbeda. Sebagai contoh, akun bank pertama Anda siapkan khusus untuk menabung dan dana darurat. 

Sedangkan akun bank kedua adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari biaya makanan, tempat tinggal, transportasi dan lain-lain. 

Karena klasifikasinya jelas, Anda akan bisa lebih menghemat banyak karena mempunyai rencana tabungan yang terstruktur. 

13. Menentukan Prioritas

Pelajari cara memprioritaskan tujuan menghemat dan tabungan sehingga Anda memiliki gagasan yang jelas tentang di mana harus mulai menabung. 

Misalnya, jika Anda tahu akan perlu mengganti mobil Anda dalam waktu dekat, Anda dapat mulai menyisihkan uang untuk mobil dari sekarang.

14. Unsubscribe

Hindari godaan berbelanja dengan berhenti berlangganan dari email marketing dan SMS dari brand atau toko dimana Anda menghabiskan paling banyak uang. 

Kita semua sering mendapatkan SMS dari restoran cepat saji itu yang mengabarkan sedang ada diskon 50 persen kentang goreng hanya untuk hari ini, ataupun email newsletter yang memberikan voucher pakaian beli 1 gratis 1 pada situs ecommerce tertentu. 

Secara hukum, setiap email pemasaran harusnya memiliki tautan (link) berhenti berlangganan (unsubscribe), biasanya di bagian bawah email atau Anda dapat membalas SMS apa pun dengan STOP, dan itu akan membuat Anda keluar dari daftar mereka. 

15. Menikmati Hiburan Gratis

Saat ingin bersantai atau mencari hiburan, kita tidak harus selalu pergi ke bioskop dan menonton pertunjukan premier, jalan-jalan ke mal, liburan ke luar kota, ataupun mengunjungi tempat karaoke dan menghabiskan 3 jam disana. 

Manfaatkan hiburan gratis yang sudah tersedia seperti menonton video musik dengan online streaming, nonton DVD di rumah, berbicara dengan teman lama atau keluarga. 

Anda juga bisa mengisi waktu dengan membaca buku dan kembali melakukan hobi lama Anda misalnya seperti memasak, berkebun, membaca, menggambar, yoga dari rumah, apapun itu selama ia bebas biaya. 

16. Berpikir Optimis

Kebanyakan dari kita tidak ingin berhemat karena berpikir ini sangat sulit, ataupun ini bukanlah diri kita yang sesungguhnya. 

Jika sebelum memulai sudah mempunyai prasangka buruk, maka ini akan menghambat progress menabung atau menghemat Anda.

Oleh karena itu, pastikan sebelum memulai aktifitas apapun itu, dari menabung, menghemat dan lain-lainnya, Anda mempunyai energi positif, semangat dan pikiran optimis bahwa hal ini sangat mungkin dilakukan dan tidak mustahil. 

17. Membuat Kopi Sendiri

Poin ini akan bermanfaat bagi mereka penikmat kopi, yang tidak bisa melewati satu hari tanpa secangkir kopi.

Mungkin terdengar kontra-produktif dengan membeli sesuatu ketika Anda mencoba menghemat uang, tetapi memiliki mesin kopi sendiri akan menghemat banyak uang dalam jangka panjang. 

Beli biji kopi dan susu Anda sendiri dan bawa kopi tersebut ke tempat kerja dengan botol minum, dibandingkan dengan menghabiskan hampir Rp 30 ribu untuk membeli kopi diluar. 

18. Menggunakan Aplikasi Pengelola Uang

Sudah banyak developer diluar sana yang menyediakan aplikasi pengelola uang untuk pengguna Android maupun iOS. 

Aplikasi tersebut diciptakan untuk membantu penggunanya berhemat secara disiplin dengan fitur berlimpah. 

Daftar aplikasinya beragam dari; Mint, Uangku, Level Money, Money Lover, Monefy, Wallet, Penny, AndroMoney, Cash Droid, Catatan keuangan harian, TemanBisnis, Money Wix dan Financisto. 

19. Otomatis Potong Saldo

Dengan melakukan ini, gaji Anda akan dipotong secara otomatis. Pastikan untuk memberi jadwal transfer dana secara rutin dengan menggunakan internet banking sehari setelah gajian.

Tidak ada lagi alasan untuk tidak menyisihkan uang tabungan. Saat ini sudah banyak Bank swasta ataupun negeri yang mempunyai fitur internet banking dan mobile banking. 

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai bagaiman cara menghemat uang. Ayo kita menabung sejak dini. Semoga bermanfaat dan salam sukses dari kami. 

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

An aspiring Marketer and Merchandiser. Penulis giat tentang bisnis, finansial dan teknologi. Penyelam industri Cryptocurrency yang netral.