7 Cara Menjadi Untuk Menjadi UI Atau UX Designer Pemula?

Bagi kalian yang tertarik bekerja sebagai seorang UI ataupun UX designer, langsung saja kami berikan tips dan trik ampuh untuk merintis karir perdana Anda. 

Sebelum itu, mari kita pahami lebih detil apa arti sebenarnya UI dan UX design.

Kebanyakan orang masih menganggap User Interface (UI) dan User Experience (UX) adalah dua hal yang sama.

Faktanya, keduanya jelas berbeda namun masih berkaitan. 

UI adalah mengenai tampilan dan penataan sebuah website atau aplikasi.

Pikirkan keyword visual. UI designer menangani layout, visual design dan branding

Sedangkan UX adalah tentang perasaan, pengalaman dan kenyamanan yang Anda dapatkan saat menggunakan sebuah aplikasi. Apakah mudah digunakan, sederhana ataupun rumit berbelit?

User Interface (UI)

User Interface Design adalah desain antarmuka pengguna untuk mesin dan perangkat lunak contohnya seperti komputer, peralatan rumah tangga, perangkat mobile maupun perangkat elektronik lainnya yang berfokus memaksimalkan pengalaman pengguna. 

Sederhananya, UI design merupakan hasil tampilan atau desain website atau aplikasi yang sudah dibuat.

UI designer berfokus pada visualisasi, coloring dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas dari interface yang nantinya akan digunakan user. 

Visual yang menarik dan bisa dinikmati user merupakan goal setiap UI desainer. 

Kata-kata yang sering digunakan UI: Visual design, interface design, graphics and iconography. 

Baca Juga: 20+ Bisnis Online Tanpa Modal,Untung Ratusan Jutaan 2020

User Experience(UX)

Gambar dari newbreedmarketing

User Experience Design merupakan proses peningkatan kepuasan pengguna dalam suatu website maupun aplikasi.

User experience (pengalaman) begitu penting agar memastikan fungsi dan kenyamanan yang diberikan dalam interaksi antar pengguna dan produk saling menunjang. 

Seorang desainer UX handal biasanya mampu merancang flow website atau aplikasi yang simple dan mudah digunakan pengguna.

Karena tidak ada yang mau menggunakan aplikasi yang membingungkan dan ribet. 

Desainer UX harus menguasai perancangan keseluruhan, agar nantinya dapat menghubungkan visual yang dapat terkoneksi dengan sistem.

User interface yang handal memahami kebiasaan dan kebutuhan user. 

Kata-kata yang sering digunakan UX: Field research, user research, user interview, usability plan, data gathering, user profile creation, concept design, task analysis, task grouping, information architecture, wireframing, prototyping, user evaluation, graphics, iconography, interface design, visual design, taxonomy creation, terminology, present & convenience, reviews. 

Baca Juga: 19 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2020

HCI (Human Computer Interaction) Concept

Apakah Anda familiar dengan istilah HCI?

Human Computer Interaction merupakan hal yang berhubungan dekat dengan UI dan UX design.

Segala bentuk interaksi kita dengan perangkat computer, laptop merupakan bagian dari HCI. 

Saat sedang menekan keyboard, menggeser mouse, swipe di ponsel itu semua dinamakan interaksi.

Saat ingin mendalami peran UI dan UX desainer, kita wajib mengetahui interaksi dari user dan device. 

Cara Menjadi UI / UX Designer

 

1.Belajar Mengenai UI dan UX

 

Jika Anda memiliki background dan gelar akademis di bidang UI dan UX, mungkin itu dapat membantu karir perdana Anda.

Namun Pendidikan formal dan gelar dari universitas bukanlah persyaratan mutlak. 

Saat ini sudah banyak sekali program kursus edukasi UX dan UI diluar sana.

Berikut merupakah daftar buku komprehensif yang kami rekomendasikan dan dapat bermanfaat untuk pemula.

Buku Wajib Baca untuk desainer UX pemula (dilansir dari mockplus.com)

  • Don’t make me think – Steve Krug
  • The design of everyday things – Don Norman
  • The non-designer’s design book – Robin Williams
  • UX for beginners: a crash course in 100 short lessons – Jesse James Garret
  • The elements of user experience – Jesse James Garret
  • About face: the essentials of interaction design – Alan Cooper, Robert Reimann dan Dave Cronin
  • A project guide to UX design – Jesse James Garrett
  • Undercover user experience design – Cennydd Bowles / James Box
  • Designed for use: create usable interfaces for applications and the web (2nd edition) – Lukas Mathis
  • Lean UX: applying lean principle to improve user experience – Jeff Gothelf and Josh Seiden
  • Smashing UX design: foundations for designing online user experiences – Jesmond Allen, James Chudley
  • Sketching user experiences – Bill Buxton
  • The user experience team of one: a research and design survival guide – Leah Buley
  • Interviewing users – Leah Buley
  • 100 things every designer needs to know about people – Susan Weinschenk
  • Rocket surgery made easy – Steve Krug
  • Emotional design: why we love (or hate) everyday things – Don Norman
  • Designing for interaction – Dan Saffer
  • Lean UX: Designing products with agile teams – Jeff Gothelf and Josh Seiden
  • Observing the user experience – Vijay Kumar
  • The paradox of choice: why more is less, revised edition – Barry Schwartz
  • Communicating design: developing website documentation for design and planning (2nd edition) – Dan M. Brown
  • 101 design methods – Vijay Kumar

Jika Anda menginginkan pengetahuan yang lebih dalam, jangan takut untuk berpartisipasi dalam kursus online dan mengikuti sumber pembelajaran lain yang banyak direkomendasikan seperti dibawah ini:

  • General Assembly – mereka berfokus pada pengembangan skill yang banyak diminati dan memiliki permintaan tinggi. Mereka menawarkan program lengkap dalam UX design. Sangatlah mungkin untuk mengambil jenis workshop dan kelas yang berbeda, Anda bisa menghadiri kelas sebagai murid part-time maupun full-time. 
  • DesignLab – sebuah program desain resmi yang memasangkan siswa dengan mentor berpengalaman. Kursus mereka bervariasi dari 4 sampai 6 minggu dan mengenakan biaya sekitar USD 600. 
  • Udemy – sebagai pesaing dari Lynda, harga pra-kursus mereka menjadikannya pelengkap yang bagus untuk pendidikan desainer. Ada beberapa kursus pra-pengantar gratis di sana.
  • Lynda – Semua kursus pada situs ini memiliki reputasi yang baik, Anda harus berlangganan sebelum bisa mengaksesnya. Terdapat uji coba gratis untuk 10 hari dan harganya mulai dari USD 25 / bulan. 
  • Fundamentals of UX Design – ini datang dari Tuts Web Design, yang terdiri dari enam belas pelajaran dalam 2 jam dengan biaya USD 15. 
  • UX Apprentice – kursus bebas biaya dan sumber pelatihan untuk siapapun yang ingin belajar mengenai basics. 

Selain berlatih dari artikel dan kursus online, Anda juga dapat berpartisipasi dengan komunitas desain dari situs visual desain seperti Behance dan Dribbble hingga ke situs yang lebih komprehensif seperti UX Magazine

Menjadi bagian dalam sebuah komunitas akan membuat pembelajaran-mandiri Anda sedikit lebih menyenangkan dan Anda bisa terinspirasi dengan idea kreatif dari individu lain. 

Baca Juga:Bisnis: 15 Tips Untuk Menjalankan Bisnis Yang Menjanjikan Agar Sukses

Berikut kami juga berikan situs yang memberikan edukasi bermanfaat untuk UX desainer:

  • UX Magazin
  • Smashing Magazine
  • Awwwards
  • Design shack
  • Creative bloq
  • Beautiful pixels
  • Ux movement
  • DesignModo UX
  • UX Booth
  • 1stwebdesigner 
  • Noupe
  • Six revisions
  • UX myths
  • Speckyboy
  • Designzzz
  • Vandelay design
  • Boxes and arrows
  • Inspiration feed
  • Designer news
  • Usability geek
  • Mockplus blog
  • UX mastery
  • LukeW
  • 52 weeks of UX
  • Medium
  • Web designer depot
  • UX mag
  • The IXD library
  • Nielsen Norman group
  • Joshua garity
  • Webcredible
  • UX daily
  • Site inspire
  • Usability post
  • Little big details
  • User ability stack exchange

 

2.Menggunakan (Tools) Alat yang Tepat

 

Setelah mempelajari pelajaran mendasar, Anda masih harus melatih pengetahuan Anda dibawah lingkungan kerja nyata.

UX design tidak selalu tentang bekerja di depan layar monitor.

Anda harus belajar menciptakan wireframe yang interaktif dan melakukan sesi testing kegunaan. 

Keduanya memerlukan software untuk meraihnya.

Baca Juga: Mau Sukses Mengerjakan Bisnis Online? Hindari Kesalahan Ini

Memikirkan kemudahan penggunaan dan fitur yang memadai, berikut merupakan tools (alat) yang kami rekomendasikan:

 

  • Axure

 

Ini dianggap sebagai standard dalam software interaktif wireframe dan direkomendasikan untuk desainer professional yang mencari kemampuan prototype canggih. Ia membantu desainer professional UX, manager produk dan juga analis bisnis. Namun ini merupakan opsi yang jauh dari ideal untuk pelajar pemula karena kurva belajarnya yang curam. 

Free trial: 30 hari

Paket: Pro/Team/Enterprise

 

  • Justinmind

 

Sebagai alat prototype yang fleksibel, Justinmind mendukung multi-platform dan bisa berfungsi dengan baik dengan klik melalui prototype maupun interaksi kompleks.

Template spesifik untuk perangkat berbeda dan interaksi berdasar gerakan merupakan keunggulan dari Justinmind.

Namun versi gratisnya memang lebih terbatas dan kurva pembelajarannya tidak banyak membantu pemula. 

Free trial: 30 hari

Paket: subscriptions & perpetual licenses 

 

  • Balsamiq 

 

Didirikan oleh engineer senior dari Adobe pada tahun 2008, Balsamiq muncul sebagai salah satu penyedia program wireframing terbaik di industrinya.

Seperti yang dikampanyekan mereka “Hidup terlalu singkat untuk software yang buruk”, Mockup Balsamiq memungkinkan elemen sederhana dan ciptaan design cepat untuk situs dan aplikasi ponsel genggam.

Namun Balsamiq mungkin mempunyai batas tertentu untuk kualitas pembuatan mockup dan kurangnya template window juga sangat disayangkan.

Free trial: 7 hari untuk mockups (desktop app) dan 30 haru untuk myBalsamiq (web app)

Paket: mockups 3, myBalsamiq & plugin untuk Google Drive, confluence atau Jira

 

  • InVision

 

Ini merupakan perusahaan dari Amerika Serikat yang menggunakan kustomisasi bermanfaat dan melakukan import dari Marvel, termasuk fitur kolaborasi yang berlimpah.

Berita bahagianya adalah, Anda dapat membagikan mockup yang sudah selesai dari LiveShare tool yang sudah tersedia, dimana ini lebih efektif dari mengirim PDF file.

Aplikasi viewer ini hanya kompatibel dengan perangkat iOS seperti iPhone dan iPad dan tidak terdukung untuk adroid dan ponsel windows. 

Free trial: seumur hidup trial dengan 1 projek saja.

Paket: starter / professional / team 

 

  • Mockplus

 

Dikembangkan dari tim yang bersemangat, Mockplus merupakan pemain yang realtif baru di industry ini.

Alat prototypenya yang cepat dapat mengubah ide desain menjadi fungsi prototype yang laju, cerdas dan mudah.

Interaksi visual dan UI drag-and-drop mereka memudahkan proses desain dan membiarkan desainer tetap berfokus pada kualitas grafik dan konten.

Privew secara live bisa dilakukan dengan scanning QR code dan versi terbaru yakni 2.19 akan menambahkan 3000 vector ikon. Penawaran mengedukasi ini sedang menunggu para pelaku kreatif. 

Free trial: seumur hidup dengan projek terbatas

Paket: free & pro subscription

 

3.Membuat UI dan UX Anda

 

Coba untuk membuat UI dan UX pertama Anda. Sudah ada beberapa software diluar sana yang mempunyai reputasi bagus.

Anda tinggal memilih dan mulai berkarya dengan segera. Hasil karya pertama memang tidak selalu bagus dan professional.

Ini bukan masalah besar. Semakin sering Anda berkarya, semakin lihai dan piawai Anda dalam merancang – kami yakin ini hanya masalah waktu bagi Anda untuk menguasai software tersebut. 

Jika sedang tidak memiliki ide, Anda bisa selalu mencari inspirasi di website seperti dribble, behance atau kreavi.

Tidak sedikit desainer UI dan UX disana yang berlatih membuat desain dan ide kreatif lainnya. 

 

4.Mencari Mentor

 

Proses ini sangat bermanfaat, seorang mentor berkualitas bisa menjadi bagian penting dalam pertumbuhan desainer.

Anda tidak harus selalu bertemu dan mencari mentor potensial, namun cobalah untuk menyerap apapun yang bisa Anda pelajari dengan desainer UX yang Anda temui untuk sekedar ngopi sore maupun berbicara via Skype. 

Ini mungkin akan menakutkan untuk mencari mentor karena professional UX selalu sibuk, namun Anda bisa selalu menemukan mentor dari beberapa komunitas yang Anda ikuti ataupun kursus yang Anda ambil. 

 

5.Mencari Pengalaman dan Bekerja

 

Tidak ada yang bisa menjadi desainer UX maupun UI tanpa membangun portfolio mereka.

Hampir setiap desainer mulai dengan beberapa pekerjaan untuk melatih kemampuan mereka. Inilah dimana online portfolio dapat bermanfaat. 

Ada baiknya Anda menyiapkan portfolio A3 yang menampilkan poster, logo dan t-shirt yang didesain sendiri. Intinya Anda perlu memberikan contoh hasil kerja yang pernah dibuat.

Sangatlah baik untuk melakukan magang dan pembelajaran pada perusahaan tertentu dan portfolio Anda merupakan penolong yang dapat menceritakan sebuah cerita tentang pengalaman dan hasil karya Anda.

Semakin banyak Anda belajar, maka semakin besar juga kesempatan kerja baru terbuka. 

 

6.Memposisikan Diri sebagai Pengguna

 

Sebagai seorang desainer UI atau UX, Anda tidak perlu terlalu terpaku terhadap kesempurnaan desain dan penataan, kami tidak mengatakan itu tidak penting, namun tidak perlu OCD dalam hal itu.

Yang terbaik adalah membuat desain aplikasi dan website yang menarik dan mudah digunakan, inilah yang krusial. 

Cara terbaik membuat UX dan UI yang nyaman adalah memposisikan diri Anda sendiri sebagai pengguna.

Bagaimanakan perasaan Anda saat mencoba melakukan navigasi pada halaman ini?

Apakah mudah digunakan?

Apakah fitur tertentu membantu atau malah distraktif?

Apakah visual ini menunjang?

Apakah warna dan elemennya sesuai?

 

7.Kemauan untuk Terus Belajar

 

Sebagai desainer yang fantastis, kita juga harus memiliki kemauan untuk meningkatkan diri.

Jangan menutup diri dari opini, trend dan saran baru. Selain itu, saat tidak memahami sesuatu, tidak ada salahnya untuk bertanya dengan rekan kerja dan mencari solusi bersama-sama. 

Penutup

Pada akhirnya, tidak banyak orang yang bisa membedakan bahwa Anda merupakan seorang pemula atau veteran.

Semua orang yang bekerja di industri kreatif ini tercipta karena mereka mempunyai selera yang baik. 

Untuk beberapa tahun pertama mungkin Anda akan menghasilkan karya yang tidak memuaskan, ia mempunyai potensial ataupun tidak sama sekali.

Namun jika Anda mempunyai selera yang baik, ini merupakan kunci. 

Selera desainer yang baik bisa saja bertentangan dengan permintaan klien dan ini menjadi alasan mengapa Anda tidak menyukai pekerjaan kantoran, kebanyakan orang tidak bisa melewati fase ini dan mereka menyerah (keluar). 

Banyak desainer UX dan UI yang sukses melewati masa-masa tersebut.

Terkadang pekerjaan Anda tidak memiliki gairah untuk Anda, kita semua mengalami ini, dan jika Anda baru saja memulai fase ini.

Ketahuilah itu sangat normal dan bagian terpenting dalam tujuan Anda adalah mengerjakan banyak projek berkualitas untuk membangun pengalaman, skill, koneksi dan portfolio yang nantinya bisa mendaratkan Anda pada kesempatan lain yang lebih baik. 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar