CEO: Alasan Kenapa Harga Bitcoin Akan Mencapai Rp 213 Dalam Waktu Dekat

Nigel Green, CEO dan salah satu pendiri deVere Group, membuat beberapa komentar tentang harga Bitcoin (BTC) diawal bulan ini karena BTC membuat lompatan kecil dalam harga untuk mencapai level $ 10.300.

Secara umum, Nigel mengatakan bahwa level $ 10.000 (Rp 142 juta) adalah level Bottom normal baru untuk Bitcoin dan bahwa harga segera dapat diharapkan mencapai level $ 15.000 (Rp 213 juta) karena empat alasan yang diuraikannya.

Pada awal 2018, Grup deVere meluncurkan sayap perusahaan terkait crypto yang bernama deVere Crypto.

Pada saat pers, BTC tengah bergerak disekitaran harga Rp 145 juta-an setelah mengalami penurunan harian hampir 1.8%.

Nigel mengatakan:

“Melihat kinerjanya tahun ini, saya percaya bahwa harga Bottom normal baru untuk Bitcoin adalah $ 10.000. Memantul pada harga ini. Jika berfluktuasi di bawah level ini, ia kembali naik. Kami telah melihat ini beraksi pada hari Senin ketika Bitcoin mencapai $ 10.500 (Rp 149 juta) [hanya] dalam hitungan menit.”

Seperti yang telah disebutkan di atas, Nigel memperkirakan bahwa Bitcoin segera diperkirakan akan mencapai level $ 15.000, dengan mengatakan:

“Bitcoin dapat diperkirakan akan mencapai $ 15.000 (Rp 213 juta) dalam waktu dekat karena empat alasan utama.”

Kemudian dia menguraikan empat alasan tersebut, dimana alasan pertama menyebutkan alasan geopolitik dan yang kedua – peningkatan jaringan teknis:

“Pertama, masalah geopolitik, seperti perang perdagangan AS-Cina dan Brexit yang semakin meningkat dan investor akan meningkatkan paparan terhadap mata uang digital yang terdesentralisasi, tidak berdaulat, aman, seperti Bitcoin, untuk melindungi mereka dari gejolak yang terjadi di pasar tradisional.”

“Kedua, peningkatan jaringan teknis semakin meningkatkan kinerja. Tingkat hash Bitcoin telah menembus level baru sepanjang masa baru-baru ini dan ini [telah] memicu kepercayaan investor.”

Baca Juga: Bitcoin Adalah Kelas Aset Terbaik, Naik 105% Sejak Perang Dagang AS-Cina

Yang cukup menarik, sebagai alasan ketiga, ia menyebutkan Halving yang akan terjadi pada 2020 mendatang dengan mengatakan bahwa:

“Halving akan membantu mendorong harga untuk melambung tinggi. Kode untuk menambang Bitcoin menjadi setengah setiap empat tahun dan yang berikutnya ditetapkan untuk Mei 2020. Ketika kode itu dibagi dua, penambang menerima koin 50 persen lebih sedikit setiap beberapa menit. Sejarah menunjukkan bahwa biasanya ada lonjakan Bitcoin yang cukup besar yang dihasilkan dari peristiwa Halving.”

Dan alasan yang terakhir ialah:

“Dan keempat – dan mungkin yang paling penting – adalah kesadaran publik yang tumbuh secara konsisten. Cryptocurrency, dan khususnya Bitcoin, semakin menjadi bagian dari keuangan arus utama. Ini dibuktikan tidak hanya di sektor keuangan, di mana semua bank besar semakin melihat blockchain dan crypto, tetapi dengan [masuknya] nama-nama besar di sektor teknologi dan juga ritel.”

Di akhir prediksinya, Nigel menyimpulkan dengan mengatakan bahwa Bitcoin bukan hanya uang masa depan, tetapi sudah menjadi uang hari ini. Dia percaya bahwa ini akan tercermin dalam harga Bitcoin, karena level Bottom normal yang baru sekarang, dalam pemikirannya, adalah Rp 142 juta.

Selain itu, Mark Keizer juga mendukung pernyataan bahwa harga Bitcoin akan menjadi Rp 213 juta.

Baca Juga: Max Keizer: Harga Bitcoin Mungkin Rp 213 juta Minggu Ini, dan Teknikal Dapat Mendukung Itu


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar