CEO Binance Klaim Pulihkan US$450 Ribu Dana Pengguna yang Hilang di Curve Finance Pasca Peristiwa Pembajakan

CEO Binance Klaim Pulihkan US$450 Ribu Dana Pengguna yang Hilang di Curve Finance Pasca Peristiwa Pembajakan

Cryptoharian – Curve Finance, yang merupakan protokol decentralized exchange berbasis Ethereum telah mengalami pembajakan pada tiga hari lalu. Serangan tersebut, mengarah pada Domain Name System (DNS) dan menyebabkan dana user sebanyak US$570 Ribu di wallet tersebut raib ditelan pembajak.

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ) pada Jumat (12/8/2022) mengatakan lewat cuitan di Twitter, bahwasanya pihak Binance telah memulihkan sebanyak US$450 ribu dana investor yang dicuri.

“Binance telah membekukan/memulihkan US$450 ribu dana yang dicuri dari Curve, mewakili 83 persen lebih dari kehilangan total. Kami telah bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengembalikan dana,” ungkap CZ.

CZ mengatakan, dalam minggu ini pembajak masih mengirimkan dana curian tersebut lewat Binance menggunakan berbagai macam cara. 

“Mereka pikir kita tidak bisa menangkap transaksi mereka,” ujar CZ dengan emoticon tertawa.

Sebelumnya, pada hari Rabu (10/8/2022) CZ mencuitkan bahwasanya pelaku membuat website yang di-replika dari Curve, dan membuat rute DNS ke alamat IP mereka. Di website replika tersebut, para pengguna akan diarahkan pada kontrak yang berbahaya.

“Pelaku menggunakan GoDaddy untuk DNS, yang mana itu saluran yang tidak aman. Tidak ada proyek web3 yang boleh menggunakannya, karena itu sangat rentan rekayasa sosial,” tulis CZ.

Pihak Curve Finance sendiri, melalui akunnya mengklaim telah mengatasi masalah pembajakan tersebut. Namun pihaknya mengimbau untuk mengakses layanan dengan alamat cureveexchange, karena laman curve.fi sedang dalam investigasi.

“Masalah ini telah ditemukan dan dikembalikan. Jika Anda telah menyetujui kontrak apa pun di Curve dalam beberapa jam terakhir, harap segera cabut. Silakan gunakan http://curve.exchange untuk saat ini sampai http://curve.fi kembali normal,” jelas Curve Finance. 

Sialnya, Curve Finance harus kembali mengalami masalah lagi hari ini. Pasalnya, ada laporan dari akun Twitter bernama The Defi Bum, yang menyatakan bahwa ia telah ditandai oleh akun Twitter palsu Curve.

“Baru saja ditandai oleh akun yang berpura-pura sebagai @CurveFinance dengan follower sebanyak 51 ribu, yang membohongi investor untuk melakukan “kontrak berbahaya” menggunakan link mereka. Tolong jangan tertipu oleh ini,” tulis cuitan The Defi Bum.

Mengutip dari cointelegraph.com, kejadian ini bukan pertama kalinya dalam minggu ini, protagonis di komunitas kripto bekerja untuk mengembalikan dana curian. Pada hari Senin, peretas dan peneliti whitehat mengembalikan USDC, Tether (USDT) senilai sekitar US$32.6 juta, dan altcoin lainnya ke Nomad setelah eksploitasi US$190 juta baru-baru ini.

Eksploitasi Curve Finance hanyalah salah satu dari banyak serangan yang terjadi pada tahun 2022. Menurut perusahaan analitik Chainalysis, dana senilai US$2 miliar terkuras karena peretasan jembatan lintas rantai. Ini adalah 69% dari jumlah keseluruhan yang dicuri dalam setahun. (Im)

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.