CEO MicroStrategy Tepis Kekhawatiran Margin Call Saat Bitcoin Anjlok ke Angka US$21.000

Cryptoharian – Perusahaan MicroStrategy disinyalir akan mengalami margin call pada nominal sebesar US$205 juta. Kemungkinan ini bisa terjadi apabila jika BTC jatuh lebih jauh pada angka yang dikhawatirkan. Akan tetapi, CEO Michael Saylor telah memberikan pernyataan bahwasanya perusahaan “siap untuk HODL bila skenario buruk terjadi”.

HODL sendiri merupakan langkah untuk menahan aset merujuk pada strategi buy and hold di kalangan investor kripto.

Klaim yang sama juga datang dari Chief Technology Officer (CTO) MicroStrategy, Phong Lee pada awal bulan lalu. Ia meyakinkan kepada para pemegang aset Bitcoin tidak perlu khawatir saat datangnya “musim dingin kripto”.

“Sebutulnya Bitcoin harus terjun hingga setengah harga atau sekitar US$21.000 sebelum kita mengalami margin call,” ungkap Lee kepada investor saat rapat triwulan, Rabu (15/6/2022).

Namun, pada kenyataannya pagi ini harga Bitcoin sempat meluncur turun dan berada di bawah angka US$21.000. Penurunan ini sendiri merupakan yang terendah selama 52 minggu, sebelum naik lagi pada angka US$22.260 saat tulisan ini terbit.

Penurunan ini memaksa MicroStrategy untuk mengambil pinjaman dari Silvergate Bank sebesar US205$ juta pada Maret lalu hanya untuk menimbun Bitcoin. Jika harga BTC jatuh dan berada di bawah US$21.000 untuk periode yang lama, maka hal tersebut akan memicu margin call pada pinjaman MicroStrategy.

Saat skenario tersebut benar-benar terjadi, maka perusahaan menurunkan puluhan ribu Bitcoin ke pasar pada posisi bearish. Dari laporan pendapatan terbaru, saat ini MicroStrategy tengah memegang aset investor sebesar 129.218 BTC.

Kendati demikian, Michael Saylor selaku CEO MicroStrategy lewat media sosial Twitter menyatakan, dirinya bakal menggandakan permainan Bitcoin dalam perusahaannya. Dia mengatakan bahwa perusahaannya akan menghadapi badai pasar ini dengan tingkat keparahan yang jauh lebih besar.

Sementara itu, pinjaman di Silvergate Bank sendiri meminta jaminan sebesar US$410 juta. Saylor juga menjelaskan, bahkan jika harga Bitcoin anjlok di bawah harga US$21.000 dan memicu margin call, MicroStrategy masih memiliki aset BTC tambahan yang cukup sebagai jaminan.

Pasokan BTC itu tidak akan cukup untuk menjaminkan pinjaman jika harga BTC turun ke angka US$3.562.

“Dalam peristiwa seperti ini, perusahaan MicroStategy memiliki jaminan lebih lanjut untuk kedepannya,” ujarnya.

Faktanya, dalam jarak satu bulan lalu CTO MicroStrategy meyakinkan pemegang saham bahwa peristiwa seperti hari ini tidak akan pernah datang. Hal tersebut tidak sesuai dengan votalitas saat ini dan ketidakpastian kapan aset BTC akan berada pada titik terendah.

Bila harga Bitcoin semakin turun dan MicroStrategy tidak dapat mempertahankan US$410 juta dalam bentuk pinjaman, maka perusahaan terpaksa menjual Bitcoin dalam jumlah besar sekaligus mengembalikan pinjaman.

Hal itu akan membuat harga keuangan kripto akan menjadi lebih anjlok dan berpotensi menyebabkan efek riak di pasar dengan skala yang lebih luas.

Tetapi, Saylor dan MicroStrategy tetap pada keyakinannya, setidaknya di publik bahwa hari itu tidak akan pernah datang. Pasar pun akhirnya memberikan perhatian, dengan naiknya saham perusahaan hampir 3 persen hari ini, setelah terjun bebas 54 persen selama kehancuran kripto bulan lalu.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis