China Klaim Bitcoin Bakal Jatuh Hingga Tak Miliki Nilai

Cryptoharian – Pemerintah China yang tahun lalu melarang keras aset kripto serta penambangan di negaranya, kini telah memperingatkan para investor kripto bahwa aset Bitcoin akan terjun hingga pada akhirnya tidak memiliki nilai.

Di tengah pasar kripto yang sedang tampak suram, Pemerintah China telah memanfaatkan ini untuk membuat pernyataan negatif dan tentu terlihat kontra dengan para pendukung kripto.

Peringatan tersebut diketahui berasal dari kantor berita nasional China Economic Daily, yang melaporkan pada 22 Juni lalu tentang Bitcoin guna mencegah para warga China berinvestasi di dalamnya.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Barat harus disalahkan atas terciptanya pasar dengan leverage tinggi yang penuh dengan manipulasi dan konsep teknologi yang semu. Bahkan, China menganggap itu sebagai faktor eksternal penting yang berkontribusi lebih pada volatilitas di pasar Bitcoin.

Dijabarkan pula bahwa BTC tidak lebih dari serangkaian kode digital dan pengembaliannya, terutama berasal dari “beli rendah jual tinggi.”.

“Di masa depan, begitu banyak kepercayaan investor runtuh atau ketika negara berdaulat menyatakan Bitcoin ilegal, maka aset itu sama sekali tidak berharga,” tulis laporan tersebut, dilansir dari website cointelegraph.com

Meski begitu, China kini tengah mengembangkan mata uang digital bank sentral mereka (CBDC), Yuan Digital yang akan digunakan dalam skala nasional.

Selain China, CEO dari DeMark Analytics, Tom DeMark, mengatakan bahwa dirinya meyakini pasar kripto akan terus mengalami penurunan harga. Penurunan ini termasuk BTC, yang telah jatuh lebih dari 50% dari harga tertinggi sepanjang masanya. 

Crash seperti itu menunjukkan kemungkinan besar bahwa pemulihan ke level tertinggi Bitcoin sepanjang masa akan membutuhkan bertahun-tahun, jika bukan beberapa dekade untuk dicapai,” ujarnya.

Namun, Tom menilai untuk naik setengah kejatuhan dapat terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Ada Prospek pemulihan sekitar 50 hingga 56 persen menurutnya.

Berlawanan dengan China, Bank of England (BoE), justru mulai melihat peluang pemulihan di pasar kripto untuk membangun kekayaan di tengah pasar Bearish.

Deputi Gubernur BoE, Jon Cunliffe, mengatakan bahwa perusahaan yang masih bertahan saat ini, dapat menjadi pemain dominan di industri ketika pasar Bearish berakhir dan kembali pulih. Meski mengabaikan apa yang terjadi nanti pada harga, ia berharap teknologi dan keuangan kripto dapat terus berlanjut. [im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube