CryptoHarian
Home » Berita Crypto » Coinbase Merambah 11 Negara Lain Untuk Layanan Perdagangan Crypto-to-Crypto

Coinbase Merambah 11 Negara Lain Untuk Layanan Perdagangan Crypto-to-Crypto

Coinbase, exchanger dan penyedia dompet crypto terkemuka asal Amerika Serikat (AS), telah memperluas geografi layanan perdagangan crypto-to-crypto yang diluncurkan pada tahun lalu.

Sebelumnya, Coinbase telah tersedia di 42 negara, sebagian besar di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Singapura. Dan saat ini, 11 negara lagi dari wilayah Amerika Latin dan Asia Tenggara sudah memiliki akses ke produk layanan tersebut. 11 Negara baru tersebut ialah Argentina, Meksiko, Peru, Kolombia, Chili, India, Hong Kong, Korea Selatan, Indonesia, Filipina, dan Selandia Baru.

Dengan masuknya 11 Negara baru tersebut kedalam dukungan layanan, Coinbase kini telah mendukung 53 Negara dan wilayah di empat benua, dan membuka pasar gabungan lebih dari 2 miliar orang.

Layanan perdagangan Crypto-to-crypto akan memungkinkan para pelanggan Coinbase untuk menyimpan, memperdagangkan, mengirim, dan juga menerima, cryptocurrency di platform Coinbase Pro dan Coinbase.com.

Menurut pihak Coinbase, transaksi crypto-to-crypto sekarang mewakili mayoritas total perdagangan di Coinbase, bukan mata uang fiat.

Sebelumnya, pada Agustus 2018 lalu, total dari perdagangan crypto-to-crypto mencapai 41 persen dari semua transaksi Coinbase, dan pada Februari 2019 kemarin, angka ini telah tumbuh menjadi 51 persen, atau telah naik 10 persen dari data sebelumnya.

Dalam postingan blog, pihak Coinbase mengatakan:

“Perdagangan langsung antar crypto semakin menjadi norma baru dan dalam setahun terakhir telah menyusul fiat tradisional untuk melakukan perdagangan crypto di seluruh dunia.”

Lebih lanjut, pihak Coinbase pun mengatakan:

“Ketika crypto bergerak dari fase investasi saat ini ke apa yang kita sebut fase utilitas, sejumlah kasus penggunaan baru akan muncul dengan sendirinya. Ini dapat berbentuk versi desentralisasi dari layanan keuangan tradisional seperti pinjaman atau pembayaran mikro atau aplikasi kripto yang benar-benar baru yang belum pernah dipikirkan oleh siapa pun. Kemampuan untuk mengkonversi dari satu crypto ke yang lain akan membentuk tulang punggung perekonomian baru yang terdesentralisasi. “

Tahun lalu, Coinbase telah memperluas jangkauan cryptocurrency yang didukungnya, dan saat ini telah mendukung 19 aset crypto. Dan yang terbaru, Coinbase telah mendukung token EOS, Augur (REP), dan Maker (MKR).

Baca Juga: 12 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2019

Baca Juga: 27 Aplikasi Penghasil Pulsa dan Penghasil Uang Gratis Di 2019

Selain itu, Coinbase juga mendukung stablecoin USDC yang nilainya tergantung pada nilai dolar Amerika. Coinbase menyatakan:

“USDC tersedia di sebagian besar negara yang baru-baru ini didukung melalui Coinbase Pro. Seiring kami terus menerima umpan balik dari pelanggan kami, kami akan mendukung USDC di lebih banyak pasar dan platform berdasarkan apa yang akan kami tawarkan yakni pengalaman perdagangan terbaik kepada mereka.”

Baru-baru ini, Coinbase juga telah meluncurkan kartu debit Visa untuk para pelanggan mereka di Inggris dan Uni Eropa. Layanan ini akan memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian di toko offline dan online dengan mengonversi crypto ke mata uang fiat secara instan.

Saat ini, tidak ada konversi crypto-to-fiat di Coinbase, dan tidak jelas apakah gateway fiat di pasar akan diluncurkan.

Seorang perwakilan dari Coinbase mengatakan:

“Kami dapat menambahkan dukungan fiat ke crypto tergantung pada permintaan dan persyaratan yang berbeda dari masing-masing negara.”

Baca Juga: Binance Akan Menghapus Bitcoin SV Pada 22 April 2019, Harga BCH Naik 7%

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment