CryptoHarian

CryptoQuant: Pemerintah AS Kembali Jual Bitcoin Hasil Sitaan Silk Road  

Cryptoharian – Pada hari Jumat (21/7/2023) pagi, para investor dan trader harus menyaksikan penurunan Bitcoin (BTC) pada harga US$ 29.856. Ada dugaan salah satu penyebabnya, yakni karena Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menjual BTC hasil sitaan dari Silk Road. 

Analis data on-chain di CryptoQuant telah memberikan bukti bahwa pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini menjual 8.200 Bitcoin (BTC) tambahan. Penjualan ini dikatikan dengan pasar darknet yang sudah tidak beroperasi, yakni Silk Road. 

Meskipun jumlah yang terjual sedikit lebih rendah, namun santer kabar bahwa Paman Sam juga sebelumnya telah memindahkan sekitar 9.826 BTC dari dompet instansi. Dalam hal ini, laporan dari CryptoQuant juga menunjukkan bahwa penjualan terbaru ini juga gagal mencapai transaksi pertama. 

Sebagian besar koin, dengan total 9.319 BTC ditransfer dalam satu transaksi. Dari sini, 8.200 BTC dikirim ke satu alamat, sedangkan 1.119 BTC sisanya diarahkan ke alamat lain. Selanjutnya, 8.200 BTC tadi menjalani distribusi lebih lanjut di berbagai alamat, dengan masing-masing menerima 79 Bitcoin. 

Koin-koin itu akhirnya berakhir di salah satu bursa, atau dikonsolidasikan ke dalam dompet yang lebih sedikit. Meskipun tidak ada konfirmasi dari pihak terkait, secara luas diyakini bahwa alamat kedua, memegang 1.119 BTC adalah milik pemerintah dan kemungkinan berfungsi sebagai alamat perubahan untuk transaksi.

Baca Juga: Bitcoin Menguat Menuju Publikasi Data Perekonomian Amerika

Bitcoin Milik Pemerintah AS

Kepemilikan Bitcoin kebanyakan berasal dari sitaan atas tindak kejahatan organisasi maupun individu. Dilansir dari alexablockchain.com, terdapat dua peristiwa investigasi kriminal menonjol dalam berkontribusi pada kepemilikan BTC mereka yang signifikan.

1. Silk Road

Silk Road, yang merupakan pasar online ilegal beroperasi sejak tahun 2011 hingga 2013. Pada Oktober 2013, FBI membongkar Silk Road dan menangkap pendirinya Ross Ulbricht. Selama penyelidikan dan persidangan berikutnya, pemerintah AS menyita simpanan BTC yang signifikan terkait dengan Silk Road. Sekitar 144.000 BTC disita dari server platform. 

Namun, plot menebal dengan kasus James Zhong, seorang hacker yang berhasil mencuri 50.676 BTC sesaat sebelum tindakan FBI pada Silk Road. Zhong berhasil menghindari pihak berwenang selama satu dekade penuh. Baru pada tahun 2021 Zhong akhirnya ditangkap, dan BTC-nya disita oleh otoritas AS pada November 2022.

Berita Bitcoin: Kenapa Para Trader Bitcoin Memprediksi BTC Akan ke US$27.500?

2. Bitfinex

Pada bulan Agustus 2016, salah satu bursa kripto besar yakni Bitfinex mengalami kebobolan keamanan besar, yang mengakibatkan pencurian sekitar 120.000 BTC. Para peretas memanfaatkan kerentanan dalam sistem Bitfinex, dan mendapatkan akses ilegal ke akun pengguna dan menarik dana curian. 

Nilai BTC yang dicuri pada saat itu diperkirakan sekitar US$ 60 juta, terhitung 1/6 dari total volume perdagangan di bursa. Setelah insiden itu, jaksa AS mendakwa orang-orang yang diduga terlibat dalam pencucian kripto yang dicuri tersebut. Sebagai bagian dari proses hukum, otoritas AS berhasil menyita sekitar 94.000 BTC pada tahun 2022, dengan nilai lebih dari US$ 3,6 miliar pada saat penyitaan.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.