Pasar kripto tengah berusaha memulihkan diri setelah beberapa pekan mengalami tekanan. Namun, kabar mengejutkan datang dari Ripple: sang CTO David Schwartz memutuskan untuk mundur dari jabatannya pada akhir tahun ini.
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang arah dan stabilitas Ripple, terutama karena Schwartz adalah salah satu tokoh penting di balik pengembangan XRP Ledger.
Artikel ini akan membahas dampak kabar tersebut, bagaimana sentimen pasar terbentuk, serta analisis pergerakan harga XRP di tengah ketidakpastian.
Kabar CTO Ripple Resign Mengguncang Pasar
David Schwartz, sosok yang sudah lebih dari satu dekade membesarkan Ripple, resmi mengumumkan akan meninggalkan perannya sebagai CTO pada akhir 2025.
Meski demikian, ia tidak benar-benar meninggalkan Ripple. Schwartz tetap akan terlibat sebagai CTO Emeritus dan duduk di jajaran dewan direksi Ripple. Langkah ini menegaskan bahwa meski ia mundur dari operasional harian, kontribusinya masih tetap ada.
Dalam pengumuman resminya, Schwartz membagikan pernyataan panjang yang penuh refleksi mengenai perjalanan kariernya.
Ia menyebut bahwa setelah lebih dari 40 tahun berkecimpung di dunia teknologi, termasuk pengalaman menjadi konsultan NSA hingga melihat lahirnya Bitcoin, titik balik besar terjadi ketika ia bertemu Arthur Britto, Jed McCaleb, dan Chris Larsen untuk membangun XRP Ledger.
Sejak itu, lebih dari 13 tahun ia habiskan di Ripple, membentuk salah satu jaringan blockchain dengan komunitas terkuat di industri kripto.
Schwartz menegaskan betapa besarnya rasa syukur dan kehormatan yang ia rasakan dapat bekerja bersama orang-orang di Ripple serta komunitas XRPL. Ia mengaku ingin lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga serta kembali ke hobi-hobi lama yang sempat ia tinggalkan.
Namun, ia memberi penegasan penting: dirinya tidak akan benar-benar pergi dari XRP. “Be warned, I’m not going away from the XRP community. You haven’t seen the last of me (now, or ever),” tulisnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Schwartz juga aktif melakukan eksperimen pribadi, seperti menjalankan node XRPL sendiri, mempublikasikan data output-nya, serta meneliti berbagai use case baru XRP di luar fokus inti Ripple.
Ia menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kecintaan murninya terhadap coding dan pembangunan komunitas. Hal ini memperlihatkan bahwa meski mundur dari jabatan CTO, Schwartz tetap akan berada di garis depan sebagai figur teknis dan pemikir dalam ekosistem XRP.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada para pemimpin Ripple seperti CEO Brad Garlinghouse, Presiden Monica Long, Chris Larsen, hingga tim RippleX dan komunitas developer XRPL.
Ia bahkan menyebutkan Dennis Jarosch, SVP of Engineering Ripple, sebagai sosok penerus yang diyakini mampu melanjutkan tongkat estafet.
Pada akhirnya, ia menerima permintaan Chris Larsen untuk bergabung sebagai anggota dewan direksi Ripple, sekaligus menjaga visi jangka panjang perusahaan. Schwartz juga menegaskan masih akan hadir di berbagai acara komunitas XRP di seluruh dunia.
Bagi pasar, kabar ini tetap menimbulkan sentimen negatif dalam jangka pendek. XRP sempat mengalami penurunan tipis setelah pengumuman, meskipun kondisi tersebut juga berbarengan dengan koreksi pasar kripto secara keseluruhan.
Kekhawatiran muncul apakah absennya sosok sekuat Schwartz dari peran teknis harian akan melemahkan kepercayaan investor dan komunitas.
Analisis Harga XRP
Secara teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran $2.80 hingga $2.90, dengan area $2.70 menjadi batas bawah harga yang cukup kuat. Tekanan jual terlihat ketika harga mencoba menembus $3.00, yang menjadi zona penting bagi trader.
Jika XRP mampu menembus dan bertahan di atas $3.00, peluang menuju $3.25 bahkan $3.50 terbuka lebar. Sebaliknya, jika kembali tertekan di bawah $2.70, maka risiko koreksi lebih dalam ke $2.58 bisa terjadi.
Grafik Harian XRPUSD

Kabar mundurnya CTO memang memberi bayangan negatif, tetapi perlu dicatat ada sentimen positif yang saat ini mengimbangi.
Ripple baru saja menutup kasus panjang dengan SEC melalui penyelesaian di pengadilan, memberikan kepastian hukum yang lebih jelas untuk XRP di pasar Amerika Serikat.
Selain itu, ekosistem Ripple juga terus berkembang dengan hadirnya stablecoin RLUSD dan berbagai kerja sama dengan institusi keuangan global.
Dari sisi pola grafik, XRP tengah berada dalam formasi descending triangle pattern yang seringkali dianggap pola bullish. Kondisi ini memberi pertanda bahwa XRP masih berpotensi melakukan breakout jika tekanan jual dapat dikendalikan.
Dengan dukungan fundamental yang semakin kuat pasca-kemenangan hukum, ada peluang besar XRP tetap mempertahankan momentum positif meski kabar mundurnya CTO menimbulkan kekhawatiran.
Kesimpulan
Kabar mundurnya David Schwartz dari posisi CTO Ripple memang sempat mengguncang sentimen pasar, namun penting diingat bahwa ia tetap akan terlibat sebagai dewan direksi sekaligus CTO Emeritus.
Dari sisi harga, XRP masih menunjukkan ketahanan dengan dukungan fundamental yang kuat berkat selesainya kasus SEC dan terus berkembangnya ekosistem.
Bagi investor, area $3.00 menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan. Jika berhasil ditembus, XRP berpotensi menguat lebih jauh.
Namun, tetap ada risiko koreksi jika tekanan jual meningkat. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental, XRP kini berada di momen penting yang akan menentukan arah pergerakan ke depan.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.


