David Gokhshtein Tuding LUNC Sebagai Aset Komunitas Perjudian

Cryptoharian – Aset kripto yang sempat meroket beberapa lalu, yakni Luna Classic (LUNC) telah mengalami penurunan sebesar 50 persen dari harga tertinggi. Dalam hal ini, David Gokshthein selaku trader dan investor senior mengatakan bahwa aset LUNC ini dipimpin oleh komunitas dan bukan oleh Kwon. 

“Setengah dari seluruh investor telah terjun ke LUNC hanya untuk berjudi. Setengah lainnya sedang menderita karena harga jatuh,” ungkap Gokhsthein lewat laman Twitternya, Minggu (18/9/2022). 

Meski begitu, Gokhsthein mengklaim bahwa bila komunitas tersebut dapat menemukan cara untuk membangun skenario penggunaan yang sah, maka LUNC akan menjadi comeback yang mengesankan.

“Sekarang ini, LUNC masih seperti tiket lotere,” ujarnya.

Cuitan tersebut menuai tanggapan dari banyak investor LUNC. Beberapa dari mereka ada yang mengatakan bahwa mereka membeli aset LUNC hanya untuk menolong mereka yang telah hancur oleh Tera Luna (LUNA) dan ditinggalkan oleh Do Kwon. 

“Saya hanya membeli untuk mencoba membantu komunitas, setelah mereka benar-benar kacau. Komunitas ini kuat dan layak mendapatkan yang lebih baik. Saya suka mendukung komunitas yang hebat. Kami lebih kuat bersama,” ungkap akun bernama James Gibson, salah satu investor LUNC.

Tanggapan lain juga datang dari seorang investor yang tergabung dalam komunitas LUNC bernama LuKwon yang menjelaskan bahwa aset tanpa pemilik resmi tersebut lebih dari yang diklaim Gokhsthein. 

“Ya, ada penjudi yang membantu menahan harga, tetapi tim LUNC sedang membangun proyek yang sebenarnya. Ada cadangan untuk cadangan, dari apa yang mungkin terjadi. LUNC mungkin merupakan tim paling strategis yang pernah anda ajak bicara,” kata LuKwon.

Sebelumnya, sempat ada isu yang beredar bahwasanya harga LUNC yang kini anjlok disebabkan oleh terbitnya surat perintah penangkapan Do Kwon beberapa waktu lalu. Mengutip dari beincrypto.com, surat perintah itu dilaporkan terkait dengan pelanggaran peraturan pasar modal yang menyebabkan kekalahan sebesar US$40 miliar. 

Dalam gugatan, Bragar Eagel & Squire juga sebelumnya menuduh bahwa Terra melanggar Exchange Act dengan melaksanakan rencana, skema, dan tindakan yang dimaksudkan untuk menipu investor ritel. Pada akhirnya, hal tersebut mendorong investor untuk membeli Token Terra dengan harga yang meningkat secara artifisial.

Perkembangan tersebut menyebabkan penurunan 29% di Terra LUNA dalam 24 jam terakhir. Selain itu, Terra Luna Classic (LUNC) juga turun sekitar 28% pada saat pers. Kinerja LUNC sangat fokus karena token tersebut telah berhasil mengungguli Bitcoin dan Ethereum dalam 30 hari terakhir. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.