Apa Itu E-Money? Jenis, Manfaat, Pengertian dan Perkembangan

Dalam beberapa tahun terakhir, cara melakukan pembayaran mengalami banyak perombakan.

Selain menggunakan uang kontan, kita bisa memanfaatkan instrumen pembayaran yang dikenal sebagai uang elektronik (E-money). 

Meskipun mempunyai karakteristik yang berbeda dari kebanyakan alat pembayaran lainnya (contoh: kartu kredit), kehadiran E-money mirip dengan fungsi kartu Debit atau ATM yaitu untuk transaksi membayar.

Pengertian E-Money

Apa itu E-Money?

E-money adalah alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uang disimpan dalam media elektronik tertentu. 

Pengguna harus terlebih dahulu menyetor uang kepada penerbit.

Uang kemudian akan disimpan dalam bentuk media elektronik sebelum bisa digunakan untuk keperluan transaksi. 

Saat digunakan, saldo uang elektronik yang tersimpan akan langsung berkurang sesuai nilai transaksi dan kita bisa melakukan pengisian ulang (top-up).

Media elektronik untuk menyimpan uang elektronik biasanya berupa server atau chip. 

Para ahli kriptografi mengatakan bahwa uang elektronik sangat sulit diretas atau dibajak.

Ini berarti kita tidak perlu khawatir tentang masalah keamanan. 

Uang elektronik merupakan alat pembayaran yang praktis, aman, cepat dan inovatif. 

E-Money menurut Bank Indonesia

Sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor: 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money) yang kini sudah diperbarui menjadi PBI Nomor: 18/ 17/PBI/2016. 

E-money diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit dan nilai uang tersebut disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip. 

E-money tidak hanya berperan sebagai pengganti uang tunai fisik dalam bentuk koin dan uang kertas, namun juga sebagai sebuah sistem yang memungkinkan penggunanya untuk membayar barang atau jasa dengan mengirimkan nomor dari satu komputer ke komputer lain. 

Kehadiran uang elektronik bertujuan untuk mengurangi tingkat penggunaan uang tunai. Dikhususkan untuk pembayaran yang bersifat ritel atau mikro. 

Kartu E-Money untuk apa saja di Indonesia?

E-money biasanya digunakan untuk membayar tiket transportasi umum, tarif jalan tol dan alat pembayaran di toko yang sudah bekerja sama dengan penerbit e-money. 

Atas perizinan dari Bank Indonesia, pada tahun 2009 E-money mulai beredar di Tanah Air.

Sesuai data dari Bank Indonesia per Juli 2016, terdapat 20 penerbit yang sudah berpartisipasi. 9 adalah Bank dan 11 Non-Bank. 

Terdapat Bank dan perusahaan non-bank penyedia jasa e-money yang sudah bersertifikasi BI.

Total nilai transaksi e-money di Indonesia pada tahun 2013 mencapai Rp 6,7 miliar per hari atau Rp 2 triliun per tahun. Total nilai transaksi di Indonesia adalah Rp 260 triliun per tahun.

Penggunaan uang elektronik kerap mengalami peningkatan. Penjualan e-tollcard terus melonjak. Adityawarman, Direktur Utama Jasa Marga, menyatakan bahwa penjualan e-toll sudah melampaui 100 juta. 

Penggunaan electronic money diramalkan akan tumbuh secara signifikan.

Meskipun transaksi cash masih lebih digemari oleh Rakyat Indonesia, namun Eny Sti Hartati, selaku Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan penggunaan e-money mempercepat transaksi dan proses perdagangan.

Meskipun demikian, pengaruh signifikan atau tidak belum bisa diketahui secara akurat. 

Jenis-Jenis E-Money Yang Ada di Indonesia

  1. PT Bank Central Asia Tbk dengan Flazz
  2. PT Bank Mandiri Tbk via IndomaretCard, Gaz Card dan e-Toll
  3. PT Bank Mega Tbk dengan MegaCash, Studio Pass Card dan Smart Card
  4. PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan Java Jazz Card dan Kartuku
  5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan BRIZZI
  6. BPD DKI Jakarta dengan produk JakCard
  7. PT Indosat Tbk dengan Dompetku
  8. PT SkyeSb Indonesia dengan SkyeCard
  9. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan Flexy Card serta i-VasCard
  10. PT Telkomsel dengan produk T-Cash (LinkAja)
  11. PT XL Axiata Tbk dengan XL Tunai
  12. PT Finnet Indonesia dengan FinChannel dan BBM Money (koleborasi produk e-money dengan produsen BlackBerry dengan bank Permata)

E-Money Terbitan Perbankan

Bank adalah salah satu Lembaga finansial yang mengeluarkan e-money. Uang elektronik terbitan bank biasanya selalu dalam bentuk kartu.

Berikut adalah daftar e-money dari beberapa bank:

1. Bank Mandiri

Bank Mandiri menyediakan beberapa produk e-money untuk kebutuhan yang berbeda. Dengan menggunakan e-money Mandiri, siapapun bisa melakukan transaksi digital sebagai pengganti transaksi tunai. 

Produk mereka tersedia dari Mandiri e-money card, E-Toll, GazCard dan E-Cash. 

Kartu e-money Mandiri bisa dibeli di kantor cabang bank Mandiri, merchant retail offline seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Lawson, Dandan, Gunung Agung, Sogo, Mitra 10, Gramedia, Blibli.com, Dinomarket, Tokopedia, Shopee, Halte Transjakarta dan vending machine e-money. 

E-Toll berfungsi untuk alat pembayaran akses jalan tol sedangkan GazCard digunakan untuk membeli bahan bakar minyak di Pertamina. 

Produk uang elektronik lain bernama E-Cash dimana digunakan saat berbelanja online atau offline pada merchant rekanan Bank Mandiri E-Cash. 

Anda dapat melakukan pengecekan saldo dari kartu yang tidak akan kadaluarsa ini di ATM Mandiri yang mempunyai tanda e-money, cabang bank Mandiri dan merchant retail yang sudah bekerja sama. 

2. Bank Central Asia (BCA)

Produk e-Money BCA adalah BCA Flazz Card dan aplikasi Sakuku. BCA sendiri adalah perusahaan perbankan yang cukup maju dalam pemberdayaan uang elektronik ini. 

Pada tahun 2014 silam, tercatat sebanyak 6,4 juta keeping e-money yang sudah beredar.

Pada September 2016, nilai transaksi Flazz BCA mencapai 500 miliar rupiah dengan jumlah Flazz card yang beredar 9,5 juta dengan jumlah 80 juta transaksi. 

Outlet yang menyediakan kartu Flazz saat ini telah menembus 79 ribu. 90 persen untuk transportasi, 8 hingga 10 persen di merchant. 

BCA Flazz Card bisa dipakai untuk melakukan pembayaran di banyak tempat yang menyediakan EDC BCA – misalnya seperti Tol, minimarket, supermarket, restoran, hypermary SPBU, parkir, toko buku, tempat rekreasi dan transportasi umum. 

Kartu ini sendiri bisa dibeli di halte Transjakarta atau kantor cabang BCA. BCA Flazz juga dapat dipakai untuk kartu keanggotaan Kompas Gramedia dan Alfamart.

BCA Flazz Card sudah tidak asing didengar dan digunakan di puluhan ribu gerai rekanan BCA di Indonesia. Hal menarik lainnya adalah sering ada tawaran promise bagi pemegang BCA Flazz card.

Untuk aplikasi BCA Sakuku bisa di-instal pada smartphone semua nasabah BCA. Saat ini, transaksi seperti membayar dengan hanya scan QR code di kasir sudah bisa dilakukan. 

3. Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI TapCash merupakan produk e-money terbitan Bank Negara Indonesia. Format BNI TapCash sekilas mirip dengan BCA Flazz Card – ia dapat dipakai saat membayar di minimarket, digunakan untuk membeli tiket Trans Jakarta dan pembayaran e-parking. 

4. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

BRIZZI adalah uang elektronik terbitan BRI untuk melayani proses transaksi digital. Anda bisa menggunakan BRIZZI sebagai pengganti uang cash saat melakukan pembayaran sehari-hari. 

Mirip dengan kompetitornya yang lain, BRIZZI bisa digunakan dalam berbagai jenis pembayaran pada tempat yang berlogo BRIZZI seperti pembayaran Tol, parkir, TPE, transportasi umum (transjakarta, kereta, dll), SPBU, toko retail (Alfamart, Indomaret), pembayaran di toko tertentu, pembayaran wahana hiburan atau restoran. 

5. Bank Mega

MegaCash merupakan uang elektronik dalam bentuk kartu dan saldo disimpan di dalam kartu. MegaCash yang diterbitkan bank Mega ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan transaksi harian.

MegaCash bisa dipakai untuk penumpang Transjakarta, pengunjung Transstudio dan melakukan pembelian makanan atau minuman serta merchandise.

E-money MegaCash dapat digunakan sebagai alat pembayaran pada terminal parkit elektronik di area DKI Jakarta.

Beberapa tempat lain yang melayani pembayaran dengan MegaCash adalah Railink Kualanamu, Transjakarta dan Trans Studio. 

E-Money Terbitan Operator Seluler

Perusahaan operator seluler tidak ketinggalan menawarkan layanan uang elektronik mereka kepada masyarakat dengan melebarkan sayap ke bidang finansial serta menerbitkan uang elektronik:

1. Telkomsel

Produk e-money Telkomsel adalah T-Cash Tap. Berbeda seperti dana pulsa, dana yang di top-up pada T-cash bisa dipakai saat harus membayar merchant, online shopping, transfer uang, bayar tagihan, isi pulsa dan lain-lain.

T-Cash Tap menggunakan tekonologi NFC (Near Field Communication) untuk menjamin kemudahan dan kenyamanan saat harus bertransaksi.

Pengguna Telkomsel yang mempunyai smartphone dengan teknologi NFC bisa menggunakan T-cash Tap. 

Jika smartphone tidak mendukung NFC, Telkomsel akan memberikan stiker NFC untuk ditempelkan ke smartphone dan bisa langsung digunakan untuk melakukan transaksi di tempat hiburan, minimarket dan lain-lainnya. 

2. XL 

XL-Tunaiku adalah produk e-money XL. Servis mereka dapat diakses dengan menekan 123120# dari smartphone.

XL-Tunaiku bisa digunakan untuk melakukan pembayaran tagihan, mencairkan uang, mengirim dan menerima uang ke sesama pengguna XL dan berbelanja online maupun offline. 

3. Indosat Ooredo

Operator seluler Indosat Ooredo juga mempunyai kartu e-money mereka dengan nama Dompetku.

Hanya dengan melakukan dial ke nomor *789# siapapun bisa mengakses Dompetku. 

Dompetku dari Indosat ini dapat dipakai untuk melakukan penarikan tunai, setor tunai, pembelian, pembayaran dan transfer dana. Anda juga bisa memakai Dompetku untuk melakukan pembayaran di gerai rekanan seperti Asuransi Adira, Elevenia, Indomaret dan Alfamart. 

E-Money Non Bank

Menyaksikan permintaan dan kebutuhan masyarakat akan uang elektronik yang terus meningkat, pihak non bank yang bukan dari Lembaga keuangan ataupun yang bukan operator seluler kerap menerbitkan uang elektronik mereka sendiri. 

1. Sakuku

Ini adalah aplikasi uang elektronik terbitan BCA. Sakuku telah diunduh lebih dari 500 ribu kali dan mendapat rating 3,9.

Karena aplikasi ini diluncurkan oleh institusi finansial Bank, layanan yang diberikan adalah seperti top-up atau cash-in pada ATM BCA, memeriksa info saldo dan mutasi rekening. 

Manfaat lain dari Sakuku ini adalah Anda dapat menarik tunai di ATM BCA tanpa kartu dengan total penarikan maksimal Rp 1,25 juta. 

Jika Anda sedang mengalami kesulitan finansial, bisa menggunakan fitur mereka yaitu meminta transfer dari teman sesama pengguna Sakuku Plus (minimal transfer Rp 5 ribu). 

2. DOKU

Aplikasi DOKU sudah mendapatkan unduhan 1 juta kali di Google Playstore dan mendapat rating 3,6. DOKU adalah layanan uang elektronik yang sudah lama hadir di Tanah Air. 

Keunggulan DOKU jika dibandingkan dengan aplikasi e-money lainnya adalah kita dapat memakainya di berbagia toko online seperti AliExpress, AlfaOnline, Citilink, KAI dan membeli paket data BOLT atau berlangganan First Media.

DOKU juga bisa dipakai bagi mereka yang tidak mempunyai kartu kredit maupun PayPal. 

3. iSaku

Aplikasi yang berhasil diunduh 1 juta kali di Google Playstore mempunyai rating cukup tinggi yaitu 4,0. iSaku sudah mengantongi izin dari Bank Indonesia dan oleh karenanya ia tergolong aman serta legal. 

Aplikasi iSaku ini adalah layanan uang elektronik yang dirilis oleh Indomaret. Kita dapat melakukan setoran tunai, Tarik tunai dan membayar belanjaan dari iSaku. 

Untuk melakukan registrasi full service, Anda bisa mendatangi gerai Indomaret terdekat dan jangan lupa membawa fotokopi KTP serta melengkapi formulir pendaftaran. 

4. Dana

Tergolong baru, Dana diluncurkan pada 5 Desember 2018 dan sudah mampu mengumpulkan 5 juta unduhan dengan rating 4,2 di Google Playstore. 

Mirip dengan dompet digital lain, Anda dapat melakukan pembayaran untuk berbagai kebutuhan dari membeli pulsa, paket data, voucher game, tagihan listrik, air, BPJS, asuransi dan cicilan.

Aplikasi Dana mempunyai fitur pembayaran dengan QR code, ini sangat praktis dan mempercepat proses transaksi. Anda juga dapat melakukan transfer atau terima uang dengan mudah. Hanya dengan memasukkan nomor ponsel penerima dan jumlah uang, tanpa harus menggunakan nomor rekening. 

5. Link Aja

LinkAja adalah transformasi dari T-cash besutan operator seluler Telkomsel. LinkAja dikatakan berperan sebagai pengganti layanan T-Cash sejak 21 Februari 2019.

Aplikasi ini adalah peleburan dari layanan keuangan elekronik yang dimiliki BUMN. Di Google Playstore, LinkAja sudah berhasil mendapatkan 5 juta download dan mempunyai rating 4,1. 

LinkAja dapat digunakan untuk membayar merchat, membeli paket data, pulsa, berbelanja online dan masih banyak lainnya. Anda juga bisa melakuka pengisian saldo hingga Rp 2 juta untuk kategori basic service dan Rp 10 juta untuk kategori full service.

6. GoPay

Aplikasi pembayaran yang satu ini cukup familiar didengar. Karena masih berkaitan dengan layanan Go-Jek, GoPay ini menjadi satu dengan aplikasi Go-Jek.

GoPay bisa digunakan untuk pembayaran Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Send dan lain-lain. Pengisian ulang saldo GoPay juga bisa dilakukan dari driver. Alternative untuk melakukan top up adalah melalui alfamart, BCA, Bank Mandiri, BRI, BNI dan masih banyak lainnya.

7. OVO

Pembayaran digital milik Lippo Group ini sudah cukup banyak digunakan. Pada awal Mei 2019, aplikasi OVO ini sudah didownload lebih dari 5 juta kali dan mempunyai rating 4,3 bintang. 

Banyak sekali merchant yang bekerja sama dengan OVO dari fashion, beauty, food & beverages, hiburan, transportasi, travel dan daftarnya berlanjut.

Banyak juga bisnis rumahan dan UMKM yang menerima pembayaran dari OVO. Cashback yang ditawarkan OVO juga cukup rutin pada tanggal tertentu. 

8. E-Money Lainnya

Adapun beberapa perusahaan lain yang mengeluarkan produk uang elektronik mereka seperti TokoCash milik Tokopedia, BukaDompet dari Bukalapak, ShopeePay sebagai sistem pembayaran Shopee, dan GrabPay dari Grab.

BI mencatat nilai transaksi kartu prabayar atau e-money menembus Rp 2,19 triliun hingga Februari 2013. Nominal tersebut mengalami peningkatan sebesar 97 persen jika dibandingkan pada Februari 2012 silam yang sebesar Rp 1,11 triliun.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi penggunaan e-money meningkat menjadi 9,62 juta transaksi. Pertumbuhan ini sejalan dengan penambahan jumlah kartu uagn elektronik setahun terakhir yang tumbuh 61 persen menjadi 23 juta kartu.

Meskipun demikian, Ketua ATSI Alex J Sinaga mengatakan penggunaan e-money belum optimal.

Jumlah pengguna uang elektronik pada smartphone mencapai 12 juta pengguna. Namun pengguna aktif e-money di smartphone hanya 16 persen dari jumlah pengguna tersebut.

Jenis-Jenis E-Money dan Batas Nilainya menurut Bank Indonesia

1. Registered

Ini adalah uang elektronik yang data identitas pemegangnya tercatat atau terdaftar pada penerbit uang elektronik. 

Pada kasus ini, penerbit harus menerapkan prinsip mengenal nasabah dalam menerbitkan e-money registered.

Batas tertinggi nilai uang elektronik yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis registered adalah Rp 5 juta. 

2. Unregistered

Ini adalah uang elektronik yang data identitas pemegangnya tidak tercatat atau terdaftar pada penerbit uang elektronik. 

Batas maksimum nilai uang elektronil yang tersimpan pada media chip atau server untuk jenis uang elektronik unregistered adalah Rp 1 juta. 

Contoh E-Money

1. Prepaid Software

Digital cash, atau prepaid software adalah e-money yang nilainya tersimpan di dalam sebuah PC.

Jika ingin memindahkan dana, maka akan diperlukan jaringan internet. Prepaid software ini kerap disebut e-wallet. 

E-wallet menyediakan layanan berupa aplikasi online sehingga perusahaan non-bank bisa menerbitkannya. Contoh perusahaan non-bank yang mempunyai jasa ini adalah Telkomsel dengan T-cash. 

E-wallet bisa dengan mudah didapatkan dengan melakukan pendaftaran via aplikasi online dan melengkapi identitas pribadi. 

E-wallet sangat memudahkan proses pembayaran. Kita bisa dengan aman melakukan transaksi tanpa perlu mengatakan jumlah data finansial personal. 

Mengirim dan menerima uang hanya memerlukan alamat email atau log dalam rincian atau melalui telepon. 

2. Prepaid Card

Ini adalah bentuk e-money yang nilainya disimpan pada sebuah chip yang ditanamkan dalam kartu. 

Uang elektronik tipe ini banyak digunakan warga Jakarta untuk kebutuhan transportasi seperti Trans Jakarta atau KRL. 

E-money prepaid card cenderung fleksibel jika dibandingkan dengan jenis prepaid software. Siapapun bisa memiliki prepaid card tanpa harus memenuhi persyaratan seperti mempunyai rekening perbankan. 

Penggunaan uang tersebut tidak memerlukan proses otorisasi seperti pemakaian pin atau tanda tangan karena tidak berkaitan langsung dengan rekening nasabah yang ada di bank.

Meskipun sudah beredar luas, e-money prepaid card ini hanya bisa diterbitkan secara legal oleh perbankan yang telah mendapatkan izin khusus dari Bank Indonesia. 

Batas minimum untuk mengisi uang elektronik adalah Rp 20 ribu.

Uang elektronik tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Oleh karena itu, jika Anda menghilangkan prepaid card, saldonya tidak bisa dikembalikan. 

Meskipun demikian, kelebihan kartu ini adalah sangat mudah diisi ulang – bisa dari ATM penerbit, mesin EDC atau gerai Indomaret dan Alfamart. 

Manfaat E-Money di Inonesia

1. Praktis dan Cepat

Tidak perlu lagi pusing mencari ATM dan membawa uang kertas. Cukup dengan satu aplikasi atau kartu e-money maka sudah bisa membayar segala transaksi belanja Anda dengan kilat. 

Anda hanya perlu melakukan tap pada mesin khusus uang elektronik yang tersedia di gerai-gerai ritel. Jika saldo uang habis, isi ulang dengan top up ke beberapa minimarket atau melalui internet banking. 

Selain untuk berbelanja, uang elektronik bisa digunakan untuk membayar keperluan bulanan seperti BJPS Kesehatan, tagihan listrik dan lain-lain. 

2. Tercatat dan Akurat

Semua transaksi akan direkam oleh sistem khusus. Sistem tersebut dirancang untuk mengurangi terjadinya error. 

Karena uang elektronik berbasis sistem computer, maka Anda tidak perlu lagi kerepotan menyimpan struk belanjaan yang panjang dan banyak. 

Kapanpun dan dimanapun, lakukan pengecekan pengeluaran secara online karena sistem tersebut menyimpan semua catatan transaksi yang pernah dilakukan – baik itu pembayaran, pengisian saldo dan lain-lain. 

Risiko E-Money menurut Bank Indonesia

Walapun di satu sisi terdapat beberapa manfaat dari Uang Elektronik, tetapi di sisi lain terdapat risiko yang perlu disikapi dengan kehati-hatian dari para penggunanya, seperti :

  1. Risiko uang elektronik hilang dan dapat digunakan oleh pihak lain, karena pada prinsipnya uang elektronik sama seperti uang tunai yang apabila hilang tidak dapat diklaim kepada penerbit. 
  1. Risiko karena masih kurang pahamnya pengguna dalam menggunakan uang elektronik, seperti pengguna tidak menyadari uang elektronik yang digunakan ditempelkan 2 (dua) kali pada reader untuk suatu transaksi yang sama sehingga nilai uang elektronik berkurang lebih besar dari nilai transaksi.

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai topik E-Money. Semoga bermanfaat dan tentunya salam sukses. 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

An aspiring Marketer and Merchandiser. Penulis giat tentang bisnis, finansial dan teknologi. Penyelam industri Cryptocurrency yang netral.