Cryptoharian – Ethereum (ETH) berada di titik kritis yang bisa menentukan arah tren jangka panjangnya. Menurut analis pseudonim Weslad, ETH tengah menyelesaikan pola teknikal besar dalam bentuk struktur gelombang ABCDE yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Pola ini, yang berada di dalam formasi “symmetrical pennant,” bisa menjadi pemicu pergerakan harga eksplosif, entah naik atau turun.
Dalam analisis terbarunya, Weslad menjelaskan bahwa aksi harga Ethereum sejak mencapai puncak US$ 4.851 menunjukkan fase konsolidasi besar. Melansir dari cryptopotato, kini ETH berada pada gelombang D dari pola tersebut dan tengah menguji batas atas pennant tersebut.
Menariknya, pola Inverse Head and Shoulders (IH&S) juga tengah terbentuk pada grafik harian, dengan garis leher (neckline) di sekitar US$ 2.855 bertindak sebagai resisten kunci.
Dalam pernyataannya, Weslad menyatakan bahwa breakout yang terkonfirmasi di atas garis leher tersebut akan memvalidasi dua sinyal teknikal sekaligus.
“Jika terkonfirmasi breakout, ada dua sinyal yang muncul, yakni breakout dari wave D dan aktivasi pola IH&S. Itu bisa menjadi katalis menuju target US$ 6.000 dan bahkan lebih tinggi,” ungkap Weslad.
Dukungan Analis Lain
Sementara itu, analis lain seperti Jeremy Fielder menyatakan dukungan akan prediksi dari Weslad tersebut. Fielder mengklaim bahwa prediksinya mengarah pada angka US$ 6.500 yang akan tercapai pada akhir tahun. Bahkan, ia juga memperkirakan harganya akan tembus ke angka US$ 10.000 di awal tahun depan.
“Kenaikan ini nantinya didorong oleh adopsi Web3 dan perubahan regulasi,” ujarnya.
Baca Juga: Perusahaan China Beli BNB Senilai US$ 50 Juta, Ada Apa?
Sementara itu analis lain di media sosial X dengan nama akun ‘Titan of Crypto’ juga memperkirakan breakout hingga level US$ 4.100. Perkiraan ini ia dasarkan pada Ethereum telah pulih ke dalam rentang mingguan penting.
“Ethereum terlihat pulih dalam rentang perdagangan mingguan dan menunjukkan momentum menuju batas atas rentang tersebut,” kata Titan of Crypto.
Skenario Bearish
Namun perlu diketahui juga bahwa ada skenario bearish yang disampaikan oleh Weslad. Analis tersebut mengklaim jika Ethereum gagal menembus resisten di angka US$ 2.855 atau tertolak dari bahan atas pennant, maka kemungkinan besar ETH akan melanjutkan pergerakan ke gelombang E dari pola tersebut.
“Pada skenario ini, perkiraan penurunan bakal menuju zona permintaan tinggi antara US$ 1.400 hingga US$ 1.800. Jadi ada potensi koreksi hingga 40 persen dari harga saat ini,” pungkas Weslad.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.









