Ethereum (ETH) Akhirnya Mencapai Rp 6.4 Juta, Kenapa?

Ethereum (ETH), uang kripto terbesar kedua, akhirnya bisa menembus angka Rp 6 juta pada hari ini.

Harga melonjak naik 9.64% dalam 24 jam, mencapai Rp 6.4 juta di Indodax. Pada saat pers, harga berada di Rp 6.3 juta di pialang lokal.

Pada saat yang sama, Bitcoin juga mengalami kenaikan 1.84% selama 24 jam, namun, harga BTC masih sangat impresif karena masih bisa bertahan di Rp 175 juta. Sebelumnya, BTC mengalami penurunan setelah mencapai level tersebut.

Jika anda lihat gambar dibawah ini, hampir semua cryptocurrency, mengalami Bullrun. Ini hanya terjadi di tahun 2017, dimana harga Bitcoin mencapai ATH (harga tertinggi).

Hanya uang kripto Tezos (XTZ) mengalami penurunan 0.39%. Namun, harga koin ini sudah naik 30% dalam 30 hari.

Menurut Bitinfocharts, biaya rata-rata transaksi ETH mencapai tertinggi sepanjang masa, USD 6.23. Biaya tertinggi sebelumnya dicapai pada Juli 2018, sempat menyentuh USD 5.50.

Baca Juga: Apakah Craig Wright Adalah Satoshi Nakamoto, Penemu Bitcoin?

Jika ETH bisa menutup mingguan dengan harga diatas Rp 6 juta, sangat mungkin harga mencapai Rp 6.5 juta di beberapa minggu mendatang.

Kenaikan ETH sangat mungkin dikarenakan DeFi Boom dan Ethereum 2.0 di tahun ini menurut Vitalik Buterin. Banyak perusahaan DeFi menggunakan blockchain Ethereum.

Sama halnya seperti tahun 2017 dimana ETH mencapai Rp 16 juta per koinnya. Ini dikarenakan ICO boom dimana hampir semua altcoin menggunakan blockchain Ethereum.

Namun, DeFi boom adalah berkah dan kutukan untuk kripto nomor dua tersebut.

Jaringan Ethereum saat ini hampir mencapai limit teknisnya karena Tether dan DeFi bertanggung jawas atas banyaknya transaksi yang terjadi di jaringan tersebut.

Baca Juga: Kraken: Bitcoin Akan Naik 200%


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis