Ethereum Merge Selesai Digarap Hari Ini, Apa Yang Anda Harus Ketahui?

Pengembang Ethereum hari ini, Jumat (16/9/2022) resmi mengumumkan Ethereum Merge. Sebuah inovasi penambangan kripto hemat energi yang digadang-gadang jadi terobosan terbaik tahun ini.

“Langkah ini menyelesaikan transisi Ethereum ke konsensus proof-of-stake, secara resmi menghentikan proof-of-work dan mengurangi konsumsi energi hingga 99,95 persen,” sebut situs resmi Ethereum.org.

Sejak dirilis pada 2015 lalu, Ethereum atau Ether jadi salah satu kripto yang paling menjanjikan hingga kini berkat pengembangan yang dilakukan tim terkait.

Perilisan Ethereum Merge yang berkali-kali diundur membuat sejumlah kalangan bersijap skeptis hingga mengkritik para pengembang kripto tersebut. Namun, penundaan peluncuran Ethereum merge sendiri diklaim sebagai fase persiapan agar semua kalangan puas dengan pengembangan ini.

“Berulang kali mendorong mundur tanggal ‘Merge’ untuk memberi diri mereka lebih banyak waktu untuk bersiap,” kata penulis Ars Timothy B. Lee, terkait transisi yang dilakukan ethereum.

Ethereum merge akan membuat kripto ETH semakin menarik di mata para penambang kripto. Pasalnya, menurut Lee, tidak lagi membutuhkan GPU yang bagus atau mahal dalam proses mempertahankan blockchain atau mencetak Ether baru.

“inovasi yang sangat dinantikan. Saat pengumuman resmi Ethereum Merge pada 6.43 pagi UTC, lebih dari 41.000 orang menonton di YouTube ke ‘Pesta Penonton Penggabungan Ethereum Mainnet,'” tulis CoinDesk.

“Mereka menyaksikan dengan napas tertahan saat metrik utama menunjukkan bahwa sistem inti Ethereum tetap utuh. Setelah sekitar 15 menit yang panjang, Penggabungan secara resmi selesai, yang berarti dapat dinyatakan sukses,” sambung keterangan terkait.

Menurut Indeks Konsumsi Energi Ethereum Digiconomist, sebelum Ethereum merge, konsumsi daya tahunan Ethereum sama dengan konsumsi di dengan negara Chili, dan jejak karbonnya mirip dengan Hong Kong

Harga Ether terpantau turun 7,7 persen dalam waktu 24 jam, menjadi US$1475.

Tidak Ada lagi Penambangan

Baca Juga: Ini yang Dikatakan Coinbase Terkait Resiko Merge Ethereum

Baca Juga: Apa Yang Terjadi Jika The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga?

“Penggabungan dari lapisan eksekusi asli Ethereum (Mainnet yang telah ada sejak awal) dengan lapisan konsensus bukti kepemilikan yang baru, Rantai Beacon. Ini menghilangkan kebutuhan energi- penambangan intensif dan sebagai gantinya memungkinkan jaringan diamankan menggunakan ETH yang dipertaruhkan,” tulis keterangan resmi Ethereum dalam laman resminya.

Rantai Beacon dibuat pada Desember 2020 sebagai blockchain yang terpisah dan beroperasi secara paralel.

“Rantai Beacon pada awalnya tidak memproses transaksi Mainnet. Sebaliknya, ia mencapai konsensus pada keadaannya sendiri dengan menyetujui validator aktif dan saldo akun mereka,” sebut website resmi Ethereum Merge.

“Setelah pengujian ekstensif, kini saatnya Beacon Chain mencapai konsensus tentang data dunia nyata. Setelah Penggabungan, Beacon Chain menjadi mesin konsensus untuk semua data jaringan, termasuk transaksi lapisan eksekusi dan saldo akun,” sambung keterangan terkait.

Dengan adanya Ethereum Merge, kini menambang tidak lagi menghasilkan blok valid. Namun, validator bukti kepemilikan telah mengadopsi peran ini dan sekarang bertanggung jawab untuk memproses validitas semua transaksi dan mengusulkan blok.

Namun, fusi antara Mainnet dengan Beacon Chain juga menggabungkan seluruh riwayat transaksi Ethereum, sehingga tidak ada riwayat yang hilang.

Perubahan ini jadi kabar baik bagi para pemegang aset Ether. Dana akan tetap dapat diakses tanpa tindakan pengguna.

“Tidak ada yang namanya ‘ETH lama’/’ETH baru’ atau ‘ETH1’/’ETH2’ dan dompet bekerja persis sama setelah Penggabungan seperti yang mereka lakukan sebelumnya—orang-orang yang mengatakan sebaliknya kemungkinan besar adalah penipu,” sebut laman resmi Ethereum.

Situs yang sama juga menjelaskan penyebab penerbitan eter akan berubah setelah Ethereum Merge dan alasan aset kripto yang dirilis lebih sedikit dari sebelumnya.

“Validator di Rantai Beacon diberi hadiah ETH karena membuktikan status rantai dan mengusulkan blok. Hadiah (atau penalti) dihitung dan didistribusikan pada setiap epoch (per 6,4 menit) berdasarkan kinerja validator,” tulis keterangan terkait.

“Hadiah validator secara signifikan lebih kecil daripada hadiah penambang yang dikeluarkan pada bukti kerja (2 ETH setiap ~ 13,5 detik), karena mengoperasikan node yang memvalidasi bukanlah aktivitas yang intens secara ekonomi dan dengan demikian tidak memerlukan atau menjamin hadiah yang tinggi,” sambungnya.

Perlu diketahui, sebelum Ethereum merge, hadiah penambangan sekitar 13.000 ETH per hari, dan hadiah untuk staking adalah 1.600 ETH per hari.

“Setelah Penggabungan, hanya 1.600 ETH per hari, turun sekitar 90 persen dari sebelumnya,” kata halaman tersebut.

“Validator secara eksplisit mempertaruhkan modal dalam bentuk ETH ke dalam smart contract di Ethereum. ETH yang dipertaruhkan ini kemudian bertindak sebagai jaminan yang dapat dihancurkan jika validator berperilaku tidak jujur ​​atau malas.”

Validator harus menyetor 32 ETH ke dalam kontrak deposit sebelum menjalankan perangkat lunak termasuk klien eksekusi, klien konsensus, dan validator.

“Sementara di bawah proof-of-work, waktu blok ditentukan oleh kesulitan penambangan, dalam proof-of-stake, temponya tetap,” demikian keterangan resmi terkait.

Waktu dalam proof-of-stake Ethereum dibagi menjadi slot (12 detik) dan epoch (32 slot). Satu validator dipilih secara acak untuk menjadi pengusul blok di setiap slot. Validator ini bertanggung jawab untuk membuat blok baru dan mengirimkannya keluar ke node lain dalam jaringan. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.