CryptoHarian

Ethereum Tancap Gas, Bitcoin Malah Sideways

Cryptoharian – Menjelang penutupan mingguan, Bitcoin (BTC) kembali bergerak mendekati level kunci US$ 114.000, setelah reli singkat pada Jumat lalu yang membawa harga hampir menyentuh US$ 117.500. Namun akhir pekan in berjalan relatif datar, tanpa banyak volatilitas.

Reli sebelumnya dipicu oleh pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, di simposium ekonomi Jackson Hole. Dalam pidatonya, Powell memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga kemungkinan akan dimulai kembali pada September. Kabar ini mendorong lonjakan aset beresiko, termasuk kripto.

Namun, sorotan pasar kini beralih dari Bitcoin ke Ethereum

ETH mencatat kenaikan lebih dari 300 persen dalam empat bulan terakhir, dan saat ini berusaha menutup minggu ini di atas US$ 4.600, yang jika berhasil akan menjadi penutupan mingguan tertinggi sepanjang sejarah.

“Jika ETH berhasil ditutup di atas US$ 4.600 minggu ini, maka itu akan menjadi konfirmasi kuat bahkan menjadi penutupan mingguan tertinggi sepanjang sejarah,” ungkap salah satu analis pasar dengan nama samaran ‘Bitbull‘ melalui media sosial X.

Ia juga memperkirakan bahwa penutupan tersebut bisa membuka jalan bagi kenaikan lanjutan menuju US$ 5.200 hingga US$ 5.500 dalam waktu dekat.

Data dari Lookonchain menunjukkan adanya perpindahan aset dalam jumlah besar dari BTC yang lama tidak aktif ke ETH. Hal ini menandakan perpindahan minat dari Bitcoin ke Ethereum.

“Whale terlihat agresif. Meski ETH sudah naik 300 persen, mereka belum menunjukkan tanda-tanda berhenti,” tulis Bitbull.

Baca Juga: Ethereum Lebih Dipilih Daripada Bitcoin Untuk Saat Ini

Bitcoin dan Ethereum Tutup CME Gap, Pasar Bersiap

Di sisi lain, analis Rekt Capital mencatat bahwa ETH/USDT telah menutup celah terbuka di pasar Ether futures milik CME Group, sebuah sinyal teknikal yang banyak diamati trader.

Untuk Bitcoin, Daan Crypto Trades selaku analis lain menyatakan bahwa potensi gap besar yang bisa terbentuk saat pasar dibuka kembali senin pagi, setelah pergerakan akhir pekan.

“Jika BTC buka seperti ini besok, akan ada gap yang lumayan besar. Tapi, sejauh ini, mayoritas gap yang muncul langsung tertutup di hari yang sama,” ujarnya.

Minggu lalu, Rekt Capital juga menyebut bahwa level US$ 114.000 sebagai titik krusial untuk penutupan mingguan Bitcoin.

Kendati demikian, sebagian dari kalangan analis juga memilih untuk waspada. Pasalnya berdasarkan pergerakan pola historis, beberepa meyakini bahwa Ethereum bisa mengalami koreksi pada bulan September, meski saay ini masih memimpin reli pasar.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)