Cryptoharian – Biro investigasi Federal (FBI) kembali mengingatkan pada khalayak umum di seluruh dunia melalui media sosial, terkait bahaya penipuan mata uang kripto. Dalam peringatan lembaga tersebut di platform X, FBI mengungkap bahwa penipuan yang sering terjadi yakni ‘Pig Butchering’.
“Penipuan ini melibatkan pelaku yang membangun identitas palsu dan menjalin hubungan online untuk menipu korban agar terjun di investasi bodong,” ungkap FBI.
Melansir dari u.today, FBI menjelaskan dengan lebih rinci bahwa pelaku dari modus kejahatan ini biasanya membuat profil palsu dengan mencuri foto orang lain atau menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Para penipu mencari korban umumnya di aplikasi kencan, atau bisa juga media sosial.
“Mereka akan berusaha menjalin hubungan dengan korban selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Yang pasti, mereka akan membangun kepercayaan dengan pujian, perhatian atau kata romantis pada korban,” tulis biro tersebut.
Setelah hubungan terasa kuat, penipu mulai menawarkan ‘kesempatan investasi’. Mereka akan meminta korban mengunduh aplikasi investasi yang tidak jelas atau menggunakan situs web yang meragukan untuk mulai menyetor uang.
Tujuan akhir mereka adalah mengambil uang sebanyak mungkin dari korban, lalu menghilang begitu saja bagai ninja. Dalam beberapa kasus, penipu bahkan bisa menargetkan keluarga korban untuk terus melancarkan aksinya.
Cara Hindari Penipuan Ini
Nah, dalam membentengi diri anda agar tidak masuk dalam jebakan tersebut, FBI memberikan beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai, yakni:
1. Saran Investasi Tanpa Permintaan
Penipu biasanya akan memberikan saran investasi secara online yang disinyalir bodong, tanpa perlu permintaan saran dari korbannya. FBI melihat bahwa yang saat ini marak terjadi adalah penipuan investasi kripto.
2. Permintaan Unduh Aplikasi Tak Dikenal
Demi memuluskan aksinya, penipu akan meminta korban untuk mengunduh aplikasi yang tidak dikenal. Mereka juga bisa mengarahkan investor pada website yang tidak terpercaya.
Baca Juga: Terkait Identitas Satoshi Nakamoto, FBI Bungkam?
3. Interaksi Pribadi
Salah satu yang tidak boleh diremehkan adalah interaksi pribadi. Kenapa? Karena pelaku cenderung untuk melakukan interaksi pribadi yang berkembang terlalu cepat, terutama jika melibatkan rayuan atau manipulasi emosi.
4. Obrolan Investasi
Pelaku biasanya memancing pembicaraan tentang investasi atau uang dari orang yang baru dikenal secara online.
Lantas apa yang harus dilakukan jika kita terlanjur menjadi salah satu korban dari tindak kejahatan ini?
Menjawab hal tersebut, FBI menyarankan untuk cepat-cepat melapor ke pihak berwajib di wilayah masing-masing. Kepada penegak hukum, korban bisa memberikan semua informasi yang dimiliki, seperti bukti percakapan dengan penipu dan detail transaksi keuangan yang mencurigakan. Pelaporan dini dapat membantu pihak berwajib untuk melacak dana yang hilang dan mencegah penipuan lebih lanjut.
Tips Pencegahan
Berikut adalah beberapa tips dari FBI untuk menghindari penipuan ‘Pig Butchering’:
- Berhati-hati saat menjalin hubungan online, terutama jika orang tersebut tiba-tiba mengobrol tentang uang atau investasi.
- Jangan mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan saran dari seseorang yang baru dikenal secara daring.
- Selalu teliti setiap investasi dan konsultasikan dengan ahli keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
- Pantau akun keuangan anda secara rutin untuk menghindari aktivitas mencurigakan.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


