CryptoHarian

Harga Bitcoin Masih di Nilai Overvalue, Akankah BTC Kembali ke $ 7.500?

Selama seminggu terakhir, Bitcoin (BTC) telah berhasil melakukan pemulihan yang kuat, memperoleh sekitar 10% setelah pullback brutal dari Rp 132 juta.

Meskipun demikian, satu indikator mengatakan bahwa cryptocurrency nomor satu ini masih dinilai overvalue, sehingga berpotensi turun hingga 35% dari harga saat ini.

Tetapi apakah itu berarti Bitcoin akan jatuh ke “nilai wajarnya”?

Inilah alasannya:

Karena fakta bahwa Bitcoin tidak menghasilkan arus kas, memberikan dividen, memiliki imbal hasil tetap, atau mematuhi premis instrumen tradisional lainnya, investor telah lama berjuang untuk menilai cryptocurrency secara adil.

Ide terbaik sejauh ini adalah untuk memberikan Bitcoin “nilai wajar” yang berasal dari utilitasnya sebagai jaringan, yang dapat menerima dan menyelesaikan pembayaran global bagi siapa pun yang memiliki akses ke Internet.

Menurut Bytetree, perusahaan analitik crypto, nilai wajar ini didefinisikan oleh persamaan berikut:

Nilai Wajar = Nilai Jaringan terhadap Rasio Transaksi (rata-rata historis) x Nilai transaksi (12 minggu) dibagi dengan pasokan BTC yang disesuaikan.

Model nilai wajar mereka menunjukkan bahwa premi Bitcoin berada pada 35% pada tanggal 5/6 September, menunjukkan penilaian yang adil adalah mendekati $ 7.500 (Rp 105 juta-an) per BTC.

Baca Juga: 23 Aplikasi Penghasil Pulsa dan Penghasil Uang Tercepat Di 2019

Baca Juga: 17 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2019

Baca Juga: Jual Apa Hodl Bitcoin Ketika Market Cryptocurrency Hancur?

Meskipun hal ini mungkin kedengarannya mengerikan, ada beberapa alasan untuk percaya bahwa Bitcoin tidak akan mengunjungi kembali kisaran itu.

Sementara nilai wajar Bitcoin jauh di bawah harga spot BTC saat ini, tidak ada jaminan bahwa pasar cryptocurrency akan surut ke level seperti itu. Anda tahu, fundamental dan sentimen positif mendukung peningkatan, bukan penurunan, yakni permintaan Bitcoin.

Adam Back, seorang pelopor Bitcoin dan cryptographer terkemuka, baru-baru ini menguraikan sejumlah alasan mengapa permintaan investasi untuk BTC mungkin akan meningkat.

Banyaknya ketidakpastian geopolitik, yang paling baik dicontohkan oleh perang dagang AS-Cina dan gerakan politik populis; dengan adanya $ 17 Triliun obligasi utama yang negatif, yang tidak mematuhi standar-standar ekonomi tradisional; dan adopsi Teori Moneter Modern, kerangka kerja ekonomi yang dikatakan para pengkritiknya akan menyebabkan inflasi massal.

Bitcoin memiliki sejarah panjang dengan “menyimpang” dari model apa pun yang dianggap sebagai nilai jaringan yang adil!

Lihat saja grafik di bawah ini dari Fund Manager dan analis cryptocurrency, Timothy Peterson, yang menunjukkan bahwa selama 10 tahun sejarah aset itu, Bitcoin telah menyimpang jauh dari Nilai Equilibrium Metcalfe (Law) dan nilai berlebih yang dramatis selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Model di bawah ini bahkan menunjukkan bahwa Bitcoin mendekati 50% dalam Over Valued-nya, bukan hanya 35%.

Ikuti Cryptoharian Di:
Avatar

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di: