CryptoHarian
Home » Berita Crypto » Berita Bitcoin » Harga Bitcoin Memasuki Penurunan Harga Terpanjang Dalam 10 Tahun

Harga Bitcoin Memasuki Penurunan Harga Terpanjang Dalam 10 Tahun

Advertisement

Bitcoin telah secara resmi memasuki penurunan harga terpanjang dalam 10 tahun sejarahnya.

Cryptocurrency tertua dan paling berharga di dunia mencapai nilai tertinggi sepanjang masa sebesar Rp 226 juta pada 17 Desember 2017 menurut CoinMarketcap dan telah mencetak penurunan yang stabil sejak saat itu. Pada saat artikel ini ditulis, sudah 411 hari harga Bitcoin mengalami penurunan yang berturut-turut.

Dengan demikian, musim penurunan Bitcoin melampaui durasi pasar bearish Bitcoin yang terjadi pada 2013-2015, yang durasinya hanya 410 hari dari harga tinggi ke rendah.

Memang, harga turun ini yang terpanjang dalam sejarah yang pernah disaksikan dalam ruang cryptocurrency, tetapi ini belum menjadi yang terburuk dalam total depresiasi.

Seperti yang dapat dibawah pada grafik di atas, pasar bearish signifikan pertama Bitcoin pada tahun 2011 berlangsung hanya 163 hari tetapi menjadi grafik terburuk sepanjang masa hingga saat ini.

Dari harga tertinggi $31,50 menjadi $2,01, harga Bitcoin turun 93 persen. Penurunan ini lebih jelek daripada tahun 2013-2015 yang hanya turun 86 persen. Pasar bearish saat ini masih belum turun lebih dari 84 persen dari tertinggi sepanjang masa. Sementara, harga saat ini dekat $3,500, turun kurang lebih 81 persen dari harga tertinggi.

Tidak ada yang bisa memastikan kapan Bitcoin akan naik, tetapi apakah ini respons pasar yang tenang terhadap penarikan Bitcoin ETF atau Bitcoin halving yang akan terjadi di 2020. Sepertinya, bukti mulai meningkat bahwa Bitcoin akan turun lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Baca Juga: Ripple Bisa Menjadi Crypto No 1 Menurut Weiss Cryptocurrency Rating

Grafik sejarah halving

Sebagai bagian dari kebijakan moneter deflasi Bitcoin, hadiah per blok pertambangan akan dikurangi setengah setiap empat tahun atau 210,000 blok, untuk memperlambat penciptaan Bitcoin baru.

Peristiwa ini juga dikenal sebagai ‘Halving’ dan telah lama dianggap sebagai katalis bullish untuk harga Bitcoin karena permintaan yang ada atau semakin meningkat untuk koin emas tersebut karena perlambatan produksi pasokan.

Sederhananya, karena permintaan lebih besar dari penawaran, semua benda akan menjadi lebih mahal, Bitcoin juga tidak lepas dari hukum bisnis ini. Seperti tren harga Bitcoin dalam sejarah, harga akan cenderung turun dan naik secara signifikan beberapa bulan sebelum tanggal halving terjadi.

Harga Bitcoin menjadi terendah 378 dan 539 hari sebelum halving terjadi di 2012, 539 hari sebelum 2016 halving terjadi.

Bitcoin halving ketiga akan terjadi pada May 2020. Sekarang, Bitcoin hanya 500 hari sebelum proses ini terjadi, jadi harga Bitcoin akan turun sampai ke titik terendah dalam beberapa bulan kedepan.

Baca Juga: 10 Cara Mendapatkan Bitcoin Atau Cryptocurrency Secara Gratis 2019

Baca Juga: 13 Ide Bisnis Online Tanpa Modal Besar Yang Menjanjikan Di 2019

Disclaimer: Artikel ini hanya sudut pandang dari penulis dan penulis bukan penasihat keuangan. Anda harus melakukan pengecekan yang lebih detil sebelum melakukan investasi di pasar Bitcoin atau cryptocurrency.

Septiady

Septiady

Penggermar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment