CryptoHarian

Harga Bitcoin Mungkin Akan Turun ke Rp 118 Juta-an

Bitcoin mempunyai tahun yang sangat volatil pada tahun ini, harga naik-turun sepanjang tahun. Ini adalah pertama kalinya terjadi pada “emas 2.0.”

Cryptocurrency tersebut memulai tahun pada posisi terendah tetapi kemudian meledak kembali hingga 350% ke harga Rp 199 juta-an dan kembali turun ke Rp 102 juta sebelum berkonsolidasi di Rp 120 juta-an.

Keuntungan 24 jam terbesar aset itu membawa aset crypto kembali melalui (Moving Average) MA 200 hari dan 50 hari, tetapi terejeksi di atas $ 10.000 (Rp 140 juta-an) dan sekali lagi dalam mode jatuh bebas.

Baca Juga: Bank Negara Malaysia Membatasi Pembayaran Tunai, Transaksi Bitcoin Melonjak

Baca Juga: Apakah Harga Bitcoin Akan Naik Setelah Halving 2020?

Penurunan itu membawa Bitcoin kembali ke 50 Day Moving Average (DMA), di mana aset saat ini me-retest itu level Support, dimana jika level tidak sanggup, maka harga akan jatuh.

Bitcoin mempunyai dua pilihan yang extrem, antara melonjak tinggi atau anjlok ke harga yang sangat rendah. Beberapa hari kedepan, trend BTC akan lebih terlihat lebih jelas karena mulai mendekati momen besar, Halving.

Pergerakan harga yang terjadi beberapa minggu terakhir sangat sulit untuk memprediksi ke mana arah tren BTC. Terobosan harga dari Symmetrical Triangle beberapa bulan lalu yang besar mengubah pasar menjadi Bearish, tetapi rally yang didorong oleh berita kuat menyusul anggukan dukungan Presiden China Xi Jinping terhadap teknologi blockchain menyebabkan harga aset melonjak.

Langkah eksplosif itu membawa Bitcoin kembali di atas MA 200 hari, serta MA 50 hari – dua MA yang baru saja dilewati oleh Dead Cross.

CryptoHamster memposting Bitcoin berada di atas 50 DMA sepanjang rally 2019, sampai crypto ini jatuh di bawah, tetapi diperdagangkan dekat dengan harga. Baru pada bulan September ketika Bakkt diluncurkan dan memberi banyak kekecewaan, telah mendorong BTC ke kisaran level $ 8.000 (Rp 112 juta) yang rendah.

Analis tersebut juga menambahkan:

Fisher Transform menunjukkan crossover bearish pada kerangka waktu bulanan

Pada bulan Oktober, dua MA saling bersilangan, membentuk apa yang disebut Dead Cross, memberi sinyal kepada investor dan pedagang bahwa aset crypto kemungkinan akan mengalami penurunan lanjutan.

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement