Harga Bitcoin Naik ke $ 11.200, Tapi Ada Tiga Faktor yang Memberi Sinyal Pullback

Bitcoin (BTC) sejak beberapa hari lalu telah menjadi primadona para investor, dimana harga terus melonjak dari pergerakan rangingnya dikisaran level $ 9.100 – $ 9.300, hingga menembus level $ 10.000 dan terus menguat hingga melewati level $ 11.000.

Secara detilnya, harga crypto utama ini telah meningkat dari $ 10.995 menjadi lebih dari $ 11.300 dalam 12 jam terakhir dari waktu penulisan.

Tetapi, sementara momentum BTC juga mendorong kenaikan harga cryptocurrency utama lainnya, termasuk Ether (ETH), ada metrik utama dan pola teknikal yang menunjukkan kemungkinan untuk terjadinya Pullback.

Tiga faktor yang mengisyaratkan penurunan adalah indeks Fear and Greed, Resistance utama dan pola Wyckoff potensial.

Indeks Fear and Greed

Menurut data dari Alternative.me Crypto Fear & Greed Index, sentimen pasar pada indeks Greed (Keserakahan) telah mencapai 75 poin, dan setiap kali indeks ini mencapai puncak yang jelas, Bitcoin akan terkoreksi.

Terakhir kali indeks ini mencapai puncak lokal adalah pada Februari 2020, ketika mencapai 65 poin. Sebulan kemudian, harga Bitcoin turun ke level $ 3.596 di BitMEX.

Data historis menunjukkan bahwa ketika indeks mencapai titik tertinggi baru, BTC cenderung mengalami Pullback. Tetapi cara sentimen pasar diukur sangat subyektif. Misalnya, 30% dari indeks terdiri dari media sosial dan survei, yang merupakan data yang tidak dapat dikuantifikasi dengan benar.

Resistance Utama

Harga Bitcoin terkoreksi dari kisaran level $ 11.200 ke $ 11.400 sebanyak tiga kali dalam tiga hari terakhir. Metrik yang menunjukkan kalau rally Bitcoin masih kesulitan. Tetapi ketika dikombinasikan dengan struktur pasar yang relevan, argumen untuk skenario Bearish bisa saja menguat.

Secara historis, ada Resistance yang lemah antara $ 11.500 dan $ 14.000. Oleh karena itu, peluang bahwa penjual akan berusaha untuk mempertahankan kisaran Resistance $ 11.200 hingga $ 11.400 masih tetap tinggi.

Ketika pembeli mampu membawa harga menembus area Resistance kuat, kemungkinan Uptrend yang lebih besar akan tercipta. Trader Michael van de Poppe menjelaskan bahwa penembusan di atas $ 11.200 dapat memicu kenaikan menjadi $ 11.700. Ia mengatakan:

“Ambang penting masih di level $ 11.200. Menerobos dan $ 11.500-11.700[adalah target] berikutnya!”

Secara teknikal, kita masih perlu mengantisipasi tiap level yang dijabarkan untuk sebuah potensi Pullback sebelum harga mencoba mengkonfirmasi, masih akan melanjutkan Bullish-nya atau tidak.

Pola Wyckoff Potensial

Sementara itu, pedagang Bitcoin populer FilbFilb, menunjukkan bahwa BTC / USD mungkin akan membentuk pola Wyckoff  Distribusi, yang biasanya menghasilkan trend penurunan yang tajam.

Meskipun viabilitas formasi Wyckoff masih coba dikonfirmasi, ketika dikombinasikan dengan metrik lainnya, kemungkinan fase distribusi akan meningkat.

Seorang pedagang pseudonim juga mencatat bahwa dalam jangka pendek, BTC akan menghadapi kemungkinan pembentukan pola Head and Shoulders (H&S).

Dalam analisa teknikal pola H&S dikenal luas sebagai sinyal untuk terbentuknya puncak market. Ia juga mengatakan:

“Semua orang berbicara tentang Higher BTC ketika membentuk H&S terbersih dalam sejarahnya?”

Momentum Bitcoin tampaknya berada di pihak pembeli, karena Bitcoin berulang kali menguji level Resistance utama yang berpotensi tertembus. Kita lihat saja!

sumber

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.