Cryptoharian – Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali memasuki fase krusial setelah harga terlihat mengencang di dekat batas bawah sebuah kanal naik pada grafik mingguan.
Setelah sebelumnya mengalami penurunan yang menimbulkan kekhawatiran, dan sideway dalam seminggu terakhir, Bitcoin tampak mengalami sedikit pemulihan.
Sejumlah analis menilai kondisi ini menempatkan pasar pada ‘titik keputusan’, di mana arah berikutnya akan lebih ditentukan oleh konfirmasi struktur harga daripada sentimen sesaat.
Hal ini disampaikan oleh salah satu analis kripto dengan nama akun media sosial X ‘Egrag Crypto’ pada Rabu (14/1/2026). Dalam salah satu pembaruannya, Egrag menegaskan bahwasanya BTC masih bergerak dalam rising channel yang jelas, namun saat ini sedang terkompresi di area bawah kanal.
“Situasi seperti ini biasanya berujung pada pergerakan yang tegas setelah pasar mendapatkan pemicu dari penutupan mingguan,” ungkap Egrag.
Dalam skenario yang ia nilai lebih mungkin terjadi, Egrag menyatakan bahwa Bitcoin berpeluang melanjutkan tren naik jika mampu mencatat weekly close di atas US$ 105.000.
Baca Juga: Kenapa Analis Ini Sebut Oktober 2026 Bisa Jadi Bottom Bitcoin?
Berdasarkan pengamatannya, penutupan seperti itu dinilai sebagai konfirmasi kekuatan yang dapat membuka jalur menuju zona US$ 180.000 hingga US$ 210.000, seiring struktur kanal tetap terjaga dan tren besar dinilai masih sehat.
Namun ia juga mengingatkan adanya skenario sebaliknya meski peluangnya lebih kecil. Jika Bitcoin justru mencatat weekly close di bawah US$ 83.000, maka kanal naik tersebut beresiko patah dan dapat menjadi sinyal melemahnya siklus.
Dalam kondisi itu, pasar disebut berpotensi menghadapi tekanan yang lebih dalam menuju level-level berikutnya.
“Meski dua kemungkinan tersebut sama-sama ada, hingga kini Bitcoin masih ‘menghormati’ struktur tren,” ujarnya.
Dengan kata lain, selama US$ 83.000 belum ditembus pada penutupan mingguan, kerangka teknikal tetap lebih condong ke skenario kelanjutan tren ketimbang kejatuhan.
“Struktur yang menentukan, bukan emosi sesaat,” pungkas Egrag.
Sementara itu berdasarkan data terbaru dari CoinGecko pada Kamis (15/1/2026), Bitcoin berada pada level harga US$ 96.747. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 1,4 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








