Cryptoharian – Sebuah transaksi besar Bitcoin (BTC) menarik perhatian komunitas kripto, di mana seorang investor besar atau biasa disebut whale mengakumulasi 1.000 BTC senilai US$ 57,3 juta. Pembelian ini, yang terjadi pada Senin (2/9/2024), adalah pembelian pasar kedua dari 1.000 Bitcoin di bursa Binance dalam empat hari terakhir, sehingga total pembelian baru-baru ini mencapai 2.000 koin.
Melansir dari crypto.news, jumlah total BTC yang dimiliki oleh whale tersebut adalah 8.559 BTC, dengan nilai sekitar US$ 490 juta.
Peningkatan kepemilikan Bitcoin ini terjadi di saat harga Bitcoin sedang berfluktuasi. Dalam minggu terakhir, harga Bitcoin turun hampir 8 persen, hingga memasuki bulan September yang masih diliputi penurunan.
Pada hari Kamis (29/9/2023) lalu, harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 61.000 sebelum turun mendekati US$ 57.000 pada 1 September. Secara historis, bulan September merupakan sering kali menjadi bulan yang sulit untuk Bitcoin. Pasalnya, mata uang kripto utama ini pada enam hingga tujuh tahun terakhir, mengalami penurunan rata-rata sekitar 4,5 persen di bulan September.
Di tengah fluktuasi ini, banyak dari kalangan analis hingga pemain yang memasang mata pada keputusan The Fed yang akan datang. Kemungkinan besar yang terjadi adalah kenaikan harga Bitcoin, jika putusan The Fed adalah memangkas suku bunga.
Baca Juga: Bitcoin Hadapi Minggu Volatil, Ini Prediksi Harga Menurut Salah Satu Ahli
Perusahaan analis keuangan QCP menyatakan bahwasanya ada beberapa faktor yang mendukung pemotongan suku bunga dapat mendorong harga Bitcoin.
“Dasar dorongan harga Bitcoin oleh pemotongan suku bunga ini, adalah dominasi BTC di pasar kripto, berkurangnya saldo Bitcoin di bursa dan fundamental yang kuat,” ungkap QCP.
Namun, ada juga pihak yang lebih mengedepankan kehati-hatian seperti analis dari Bitfinex. Dalam klaimnya, analis tersebut mengklaim bahwa harga Bitcoin masih bisa turun hingga 20 persen karena ketidakpastian keputusan The Fed.
“Meskipun pemotongan suku bunga hingga 25 basis poin dapat meningkatkan likuditas pasar dan mendukung Bitcoin, pemotongan lebih besar seperti 50 basis poin dapat menyebabkan lonjakan harga jangka pendek. Belum lagi soal penurunan lanjutan jika kekhawatiran resesi meningkat,” ujarnya.
Selain itu, faktor-faktor lain yang dapat menumbuhkan kembali nilai aset kripto utama tersebut adalah pelemahan dari mata uang dolar AS, meningkatnya utang publik dan sinyal positif dari pasar opsi.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



