Harga Satu Bitcoin lebih Mahal Rp 43 Juta Di Ukraina

Keterlibatan crypto terus meningkat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, karena crypto menjadi alat utama donasi untuk membantu Ukraina dalam menghadapi invasi.

Dan fakta terbaru, pertukaran crypto di Ukraina mengalami peningkatan aktivitas perdagangan crypto. Selama beberapa hari, permintaan aset digital, khususnya Bitcoin dan Tether, meningkat dan mengakibatkan kenaikan nilai mata uang tersebut dibandingkan dengan mata uang lokal Ukraina.

Karena perang, Bank Nasional Ukraina akan membatasi withdrawal (penarikan tunai) sebanyak 100.000 hryvnia atau sekitar Rp 47.7 juta dengan kurs hari ini.

Dilihat dari Coingecko, pertukaran cryptocurrency lokal di Ukraina-Kuna, menunjukkan adanya kenaikan aktivitas yang intens, yakni naik 200% dalam aktivitas dalm 7 hari terakhir.

Sebelumnya, aktivitas hanya dibawah 1 juta dollar pada 21 Februari. Namun, pada puncaknya naik ke $4.8 juta dan stabil di sekitar $2 juta.

Koin yang popular adalah Bitcoin, Ethereum dan Tether di pialang tersebut karena mereka tidak bisa kena sanksi. Dan, harga Bitcoin di Ukraina juga sangat mahal jika dibandingkan dengan negara lain, sekitar $3.000 atau Rp 43 juta lebih tinggi dari harga umumnya.

Baca Juga: Fiat Mati, Warga Ukraina Beralih ke Cryptocurrency

Baca Juga: Prediksi Harga 28 Februari Untuk AVAX, TRX dan MANA: Teknikal Analisis

Disamping itu, Tether juga lebih mahal berapa cent, dipatok $1.08 dan biasanya USDT dipatok 1:1 dengan USD.

Menurut statistik, permintaan uang crypto terus naik dan permintaan uang lokal terus menurun. Pendiri pialang Kuna, Michael Chobanian, mengatakan bahwa orang di Ukraina tidak memiliki pilihan lain dan cryptocurrency hanya satu-satunya jalan keluar.

Dengan adanya perang ini, uang digital telah menunjukkan betapa mudahnya untuk dijadikan sebagai sarana transaksi dan tidak bisa disanksi oleh negara-negara lainnya.

Ukraina adalah salah satu contoh negara yang pro-cryptocurrency. Sebelum perperangan terjadi, mereka mendukung kemajuan crypto. Sebagai contohnya, negara ini melegalkan Bitcoin dan beberapa altcoin dengan rencana membuka pasar crypto ke bisnis dan investor besar.

Banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kelompok Relawan, dan lembaga amal telah memperoleh sumbangan dalam bentuk cryptocurrency selama invasi Rusia. Ukraina juga mendapatkan sumbangan sekitar Rp 70 miliar senilai uang crypto.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis