CryptoHarian

HRC: 60 Persen Ekonomi Kamboja Terkait Penipuan Kripto dan Tenaga Kerja Paksa

Cryptoharian – Sebuah laporan baru yang mengguncang diterbitkan oleh Humanity Research Consultancy (HRC) pada 16 Mei, menuduh pejabat tinggi pemerintah Kamboja terlibat dalam jaringan penipuan transnasional berbasis kripto yang menghasilkan hingga US$ 19 miliar per tahun, hampir 60 persen dari PDB nasional.

Melansir dari cryptonews.com, laporan berjudul “Policies and Patterns of State-Abetted Transnational Crime in Cambodia as a Global Security Threat”, menyoroti bagaimana elite politik Kamboja diduga memfasilitasi dan mengambil keuntungan dari ekosistem penipuan masif yang bergantung pada kripto dan tenaga kerja paksa.

HRC mengidentifikasi Huione Group sebagai tulang punggung jaringan ini, dengan berbagai platform yang digunakan untuk memindahkan dana ilegal dalam skala miliar dolar. Salah satunya adalah Huione Guarantee, platform escrow berbasis Telegram yang telah memproses lebih dari US$ 4 miliar sejak 2021, menurut data Departemen Keuangan Amerika.

Platform ini diduga digunakan untuk mencuci uang hasil penipuan, termasuk skema ‘pig butchering’ dan penipuan investasi kripto. HRC mencatat bahwa Huione bahkan telah meluncurkan stablecoin-nya sendiri untuk menghindari pengawasan perbankan global.

Anggota keluarga PM Kamboja, Hun To tercatat duduk di dewan Huione Group. Laporan juga menyebut Wakil Perdana Menteri Sar Sokha sebagai co-investor dalam salah satu kompleks penipuan terbesar di negara itu.

Contohnya, Huoine Guarantee, kini berganti nama menjadi Haowang, telah memproses lebih dari US$ 24 miliar kripto sejak 2020 dan memiliki jaringan blockchain sendiri (Xone Chain), bursa, stablecoin dan bahkan kartu Visa bermerek.

UNODC mencatat pusat-pusat penipuan besar ini didukung oleh tenaga kerja paksa di Kamboja, Laos dan Myanmar serta menggunakan AI dan blockchain untuk menjalankan operasi phising dan penipuan investasi secara industri.

HRC menyebut Kamboja sebagai pusat global penipuan transnasional generasi berikutnya pada 2025, dengan operasi yang kini menyebar ke provinsi-provinsi terpencil seperti Koh Kong dan Pursat. Saat tindakan penegakan hukum mulai mengetat di Asia, jaringan ini memulai ekspansi ke Afrika Selatan dan Amerika Latin.

Menurut platform keamanan blockchain Immunefi, dalam tiga bulan pertama 2025 saja, pasar kripto kehilangan lebih dari US$ 1,63 miliar dalam 39 insiden.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)