Ingin Memprediksi Harga Bitcoin? Lihatlah Emas

Data skala makro mengungkapkan bahwa korelasi antara komoditas emas dan Bitcoin telah melonjak pada tahun 2020, mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa yang tentu patut menjadi perhatian kita dalam menganalisa.

Meskipun kedua aset berada dalam kondisi hijau sepanjang tahun, Bitcoin masih mengungguli emas, meskipun pada update terbarunya, BTC tengah mengalami penurunan harga.

Pada saat pers, harga BTC sangat volatil dikisaran Rp 153 juta- Rp 155 juta.

Menurut data dari perusahaan CoinMetrics, korelasi 60 hari antara Bitcoin dan emas telah mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di atas 0,5. Setelah metrik mencapai titik terendah di bawah -0,3 selama aksi jual pertengahan Maret ketika BTC anjlok ke $ 3.700, korelasi 60 hari telah meningkat secara bertahap.

Dan perusahaan analitic Skew, menunjukkan bahwa korelasi rata-rata berada di 10.6% untuk satu tahun. Emas bisa menjadi salah satu alat bantu untuk memprediksi harga BTC.

Korelasi positif melonjak tajam pada awal Maret-April ketika dolar AS mulai kehilangan sebagian besar nilainya. Dengan demikian, tampaknya selama masa ketidakpastian untuk mata uang cadangan global ini, investor beralih ke aset langka seperti emas dan Bitcoin.

Seperti yang anda lihat gambar dibawah ini, pergerakan emas, hampir sama dengan Bitcoin.

Sumber:Skew

Pertukaran veteran yang berbasis di AS, Kraken, juga memeriksa korelasi antara kedua aset tersebut, tetapi dalam skala mikro. Laporan tersebut mengkonfirmasi bahwa itu meroket pada musim panas 2020 dan mencapai ‘hampir 1 tahun tertinggi 0,93 pada 31 Juli,’ dan naik ke ATH 0,97 pada 10 Agustus.

Namun, skala yang lebih kecil yang diamati oleh Kraken menunjukkan bahwa Bitcoin telah terlepas dari tindakan emas dalam beberapa minggu terakhir.

Kraken mengatakan bahwa Bitcoin mempunyai korelasi positif dengan S&P 500 dan emas, 0.84 dan 0.97 masing-masing. Korelasi tertinggi sepanjang waktu dengan emas mencapai 0.97 di 10 Agustus.

Dalam pandangan kami, korelasi antara BTC dan emas ini telah dipengaruhi oleh kekhawatiran global dan pelemahan pada dolar AS, yang telah menjadi fokus para analis dalam waktu yang cukup lama karena akan mempengaruhi aset tradisional, dan juga BTC.

Hal ini tentu meningkatkan minat pada aset safe haven, dimana beberapa investor tentu kembali ke metode lama, yakni membeli emas, sementara investor milenial / kekinian memilih Bitcoin sebagai aset lindung nilainya terhadap kekhawatiran yang melanda tersebut, sehingga korelasi antara keduanya tercipta disini. Bagaimana menurut Anda?


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis