Cryptoharian – Dengan harga saat ini di sekitar US$ 2,16 dan kapitalisasi pasar mendekati US$ 127 miliar, banyak analis menilai XRP masih terlalu murah untuk token dengan potensi utilitas global. Salah satu faktor terbesar yang bisa mengubah arah harganya, yakni kemitraan Ripple dengan lebih dari 50 bank sentral.
Para pakar bahwa jika Ripple terus memperluas infrastruktur pembayarannya dan menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan besar, terutama bank sentral, maka kepercayaan dan permintaan terhadap XRP akan melonjak.
Namun, seberapa besar lonjakannya?
Melansir dari thecryptobasic.com, analisis dilakukan dengan menggunakan model simulasi berbasis ChatGPT untuk menyusun skenario harga XRP di masa depan.
Proyek Harga XRP Berdasarkan Adopsi Global
Menurut ChatGPT, proyeksi harga XRP tergantung seberapa dalam XRP digunakan dalam sistem keuangan global. Berikut beberapa skenario:
1. XRP Digunakan dalam 20 Hingga 30 Persen Arus Pembayaran Lintas Negara Global
- Market cap: US$ 1,2 triliun.
- Harga XRP: US$ 20,38.
2. XRP Jadi Sistem Utama untuk Settlement Bank di Negara G20
- Market cap: US$ 2,5 triliun.
- Harga XRP: US$ 42,46.
Baca Juga: XRP Menuju Breakout? Analis Targetkan US$ 10 Jika Tembus Level Berikut
3. XRP Digunakan Sebagai Aset Cadangan atau Kliring oleh Bank Sentral
- Market cap: US$ 5 trliun.
- Harga XRP: US$ 84,93.
4. Skenario Ultra Bullish: XRP Jadi Tulang Punggung Pembayaran Publik dan Swasta Secara Global
- Market cap: US$ 8 triliun.
- Harga XRP: US$ 135,88.
Namun, ChatGPT menekankan bahwa skenario ini membutuhkan sejumlah hal seperti skalabilitas penuh dari platform CBDC Ripple. Selain itu, ada juga adopsi XRP untuk bridging dan settlement, serta kepastian regulasi di wilayah kunci seperti Amerika dan Eropa.
Ripple Sudah Bergerak ke Arah Itu
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Ripple tak hanya berencana, mereka sudah mulai eksekusi. CEO Ripple, Brad Garlinghouse menyebut ada 10 lebih kemitraan aktif dengan pemerintah, meskipun belum semuanya diumumkan ke publik.
Contoh negara yang sudah menjalin kerja sama:
- Palau: Mengembangkan aset digital yang didukung USD.
- Bhutan: Uji coba CBDC untuk efisiensi pembayaran nasional.
- Montenegro dan Georgia: Proyek Digital Lari.
- Kolombia: Modernisasi sistem pembayaran nilai tinggi dengan Ripple.
Ripple juga resmi meluncurkan platform CBDC end-to-end pada Mei 2023 untuk bank sentral dalam pembuatan, distribusi, dan pengelolaan mata uang digital mereka.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



