CryptoHarian

Ini Sebab Bitcoin Tembus ATH Hingga Lebih dari US$ 123.600

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali membuat sejarah dengan menembus rekor tertinggi baru di US$ 123.600, memicu gelombang euforia di pasar kripto. Lonjakan ini terjadi di tengah spekulasi kuat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September mendatang, setelah data inflasi terbaru menunjukkan penurunan ke US$ 2,7 persen.

Bahkan, Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent menyebut ada kemungkinan pemangkasan lebih besar, yakni 50 basis poin yang berpotensi menambah likuiditas pasar dan memicu investor untuk masuk ke aset beresiko.

Melansir dari cryptorank.io, pemangkasan suku bunga menjadi sinyal hijau bagi likuiditas pasar, dan memberikan dorongan besar bagi Bitcoin dan altcoin. Kapitalisasi pasar BTC kini melampaui Google dan Amazon, menempati peringkat keenam aset terbesar dunia, di bawah emas dan raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft dan Nvidia.

Institusi besar ikut menikmati keuntungan. Kepemilikan Bitcoin MicroStrategy kini mencapai rekor US$ 77,2 miliar, sementara cadangan nasional Bitcoin milik El Salvador mencatat keuntungan belum terealisasi lebih dari US$ 468 juta.

Data on-chain mengungkap penarikan besar 5.400 BTC (senilai US$ 656 juta) dari bursa Kraken, yang kemungkinan dipindahkan ke cold storage. Meski ada yang menyebut ini hanya penataan ulang portofolio, banyak analis melihatnya sebagai sinyal akumulasi institusional.

Penarikan skala besar ke dompet pribadi biasanya menunjukkan keyakinan jangka panjang dan menurunnya tekanan jual, dua faktor penting untuk menopang reli harga.

Baca Juga: Zona Likuiditas US$ 120.000 Sudah Tercapai, Kemana BTC Selanjutnya?

Salah satu faktor pendukung reli Bitcoin kali ini adalah penurunan mendadak cadangan penambang. Awal bulan ini, cadangan sempat naik dari 1.806.790 BTC (2 Agustus) menjadi 1.808.488 BTC (10 Agustus), memicu kekhawatiran potensi aksi jual besar dari penambang.

Namun, tepat saat BTC mulai menembus rekor, cadangan turun ke 1.806.630 BTC dan stabil sejak itu. Penurunan ini berarti risiko jual dari penambang berkurang, membuka jalan bagi kenaikan harga.

Selain itu, Ethereum mengikuti langkah Bitcoin, naik lebih dari 28 persen dalam sepekan terakhir dan semakin mendekati rekor tertingginya di US$ 4.891. Trader kini mempertimbangkan apakah suntikan likuiditas ini bisa memicu breakout besar di altcoin. Open interest opsi Ethereum saat ini berada di level mendekati rekor, US$ 13,75 miliar.

Jika likuiditas dari pemangkasan suku bunga The Fed bersatu dengan arus masuk ETF dan adopsi stablecoin, fase berikutnya dari reli ini bisa mendorong Bitcoin lebih dalam ke price discovery dan bahkan memicu musim altcoin yang sudah lama ditunggu.

Samson Mow, CEO JAN3 sekaligus pendukung lama Bitcoin, melihat dua skenario:

  1. Bitcoin melonjak besar-besaran sehingga altcoin terkoreksi 30–40 persen.
  2. Altcoin lebih dulu reli, kemudian jatuh tajam, sementara Bitcoin sempat terkoreksi singkat sebelum naik lagi.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)