CryptoHarian

Inilah 3 Alasan Harga Bitcoin Dapat Mencapai $ 20.000 Pada Akhir Tahun

Beberapa hari setelah Flash Crash yang menyedihkan, Bitcoin membentuk rally yang kuat, meraih kenaikan 42%. BTC naik dari $ 7.500 (Rp 105 juta), menyentuh sebentar ke $ 10.000 (Rp 140 juta). Kemudian, BTC ditutup dikisaran $ 9.500 (Rp 133 juta).

Walaupun teknikal grafik menunjukkan adanya divergensi bearish yang menyiratkan harga akan turun, analisa fundamental mengindikasikan hal yang lain.

Pada saat pers, harga Bitcoin diperdagangkan Rp 129 juta-an, turun 3.1 persen dalam 24 jam, menurut Indodax.

1. Dominasi Bitcoin Tumbuh

CoinMarketCap

BTC masih mendominasi pasar cryptocurrency di 66%, turun dari puncak baru-baru ini di level 70%. Bitcoin tentu mendominasi lebih dari banyak proyek Altcoin yang lebih kecil dan memenuhi persaingan hanya dari segelintir koin terkemuka dengan likuiditas yang cukup.

Tetapi BTC juga menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Altcoin dan telah menempatkan dirinya sebagai salah satu pemimpin di harga dan juga kapitalisasi pasar.

Harapannya adalah Bitcoin bisa mendominasi 90% pasar cryptocurrency untuk jangka panjang. Cryptocurrency teratas ini tetap menjadi aset paling likuid, didukung oleh aliran masuk yang stabil. Dominasi kapitalisasi pasar yang terus tumbuh dapat terus menarik minat para pedagang ke koin ciptaan Satoshi Nakamoto ini.

2. Pedagang China Mengincar FOMO

Pedagang China telah menjadi kekuatan utama dalam penemuan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir, dipimpin oleh aktivitas di OKEx, Huobi, dan exchanger lainnya.

Tapi sekarang, minat dalam perdagangan BTC dapat mempercepat lebih lanjut. Pengesahan legislasi yang crypto-friendly dan meningkatkan blockchain diharapkan sekitar Januari 2020, yang berarti lebih mendekatkan diri pada pertumbuhan.

Ditambah dengan hal diatas adalah harapan untuk peluncuran aset digital nasional yang didukung oleh People’s Bank of China (PBoC). Bagaimanapun, PBoC telah menyuntikkan dana yang signifikan ke dalam perekonomian, dan beberapa dari yuan itu mungkin berakhir dalam perdagangan crypto.

Disamping itu, Xi Jinping, President Republic of China, memberikan sebuah pidato yang menyangkut blockchain, teknologi dibelakang Bitcoin.

Pedagang China tidak hanya menggunakan Bitcoin. Mengikuti banyak berita pro-crypto, orang-orang mulai segera meningkatkan harga beberapa aset dengan kehadiran lokal yang besar seperti NEO, TRON (TRX), QTUM, OmiseGo (OMG), Ontology (ONT).

3. Bakkt Meluncurkan Bitcoin Option pada Futures

Bakkt membuka pasarnya untuk perdagangan Bitcoin Option pada 9 Desember. Instrumen derivatif ini dapat menghasilkan volume tambahan, menambah pertumbuhan yang hampir konstan dari kontrak BTC yang diperdagangkan di bursa.

Ini juga berarti bahwa ada insentif untuk mempengaruhi harga BTC ke arah tertentu. Ada cukup “Whale” yang dapat mempengaruhi exchanger crypto-to-crypto, dan selanjutnya, harga pada Bakkt.

Option pada Futures akan menciptakan pasar yang dapat mengimbangi volatilitas harga BTC, dan menawarkan lindung nilai (hedging) terhadap risiko. Kehadiran Futures dan Option dapat menarik investor institusi untuk berinvestasi dalam Bitcoin dengan lebih sedikit rasa takut akan volatilitas, karena mereka dapat melindungi risiko.

Ini masih bulan Oktober, dan Bitcoin belum menunjukkan apakah ia mampu melakukan “Rally Halloween”.

Untuk saat ini, BTC harus menjaga kepercayaan untuk sementara waktu. Bitcoin juga memiliki ekspektasi jangka panjang untuk naik lebih tinggi dari momen Halving-nya. Tetapi kuartal terakhir 2019 mungkin berubah menjadi jauh lebih dramatis, tepat setelah BTC mulai terlihat “membosankan”. Kita lihat saja.

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment