Inilah 3 Alasan Mengapa Bitcoin Turun Hingga 2% hanya dalam 24 Jam

Bitcoin (BTC) telah mengalami penurunan sebesar 2.24% dalam waktu kurang dari 24 jam. Secara kebetulan, pasar berjangka CME Bitcoin dibuka dengan GAP (celah) baru, menjadikan level $ 13.100 sebagai area yang diminati oleh penjual.

Tiga alasan teknikal ini kemungkinan bertindak sebagai pemicu penurunan tiba-tiba dalam harga Bitcoin yaitu: GAP CME, Resistance utama, dan indikator Moving Average (MA) bulanan (Monthly).

Empat GAP di Pasar Berjangka Bitcoin CME

Pasar berjangka Bitcoin CME telah ditutup selama akhir pekan dan hari libur. Artinya jika BTC melihat pergerakan harga yang besar selama hari-hari tersebut, maka akan muncul GAP antara CME dan bursa cryptocurrency.

Meskipun tidak ada teori komprehensif tentang mengapa pedagang pindah untuk mengisi celah berjangka CME, secara historis, sebagian besar kesenjangan CME Bitcoin telah terisi.

Sejak Oktober, Bitcoin telah mengalami rally yang kuat. Selama akhir pekan, volume BTC cenderung turun karena pasar menjadi kurang aktif. Namun dalam beberapa bulan terakhir, BTC terus bergerak naik tanpa penurunan volume.

Ha ini telah mengakibatkan adanya pembentukan empat celah CME berturut-turut. Setiap candle mingguan dalam sebulan terakhir menyebabkan GAP CME baru, yang jarang terjadi pada Bitcoin. Artinya BTC telah bergerak sangat cepat bahkan selama akhir pekan dimana celah baru berturut-turut telah terbentuk.

MA Monthly Jangka Pendek

Pada grafik bulanan Bitcoin, indikator MA jangka pendek berikutnya adalah MA 5-hari di level $ 12.203. Sepanjang sejarah, bahkan selama pasar Bullish, setidaknya satu MA jangka pendek di grafik bulanan akan tercapai sebelum kelanjutan rally.

Bitcoin telah menguat dengan cepat sejak awal Oktober, naik lebih dari 25% dari $ 11.775 menjadi $ 13.500. Laju trend naik berarti BTC tidak dapat menetapkan level Support yang jelas pada grafik kerangka waktu yang lebih tinggi.

Dalam dua bulan terakhir, Bitcoin telah mengulangi pola rally yang diikuti dengan periode konsolidasi yang singkat. Pada grafik harian, ini menciptakan level Support dan Resistance yang jelas untuk potensi kelanjutan rally.

BTC Mendekati Level Resistance Utama

Bitcoin telah meretest level Resistance $ 14.000  pada 31 Oktober untuk pertama kalinya sejak Desember 2017. Setelah rally besar dan retest penting, harga telah diperkirakan akan mengalami penurunan tajam.

Beberapa trader mengaku terkejut dengan intensitas penurunan harga Bitcoin saat itu terjadi. Namun, ketika mereka melihat tingginya minat terbuka di pasar berjangka, para trader mengatakan bahwa langkah tersebut lebih masuk akal.

Secara teknikal, penurunan masihlah bersifat korektif saja, sehingga potensi Bullish masih dilihat potensial oleh mayoritas pasar karena berbagai dukungan fundamental yang positif dalam struktur teknikalnya yang juga masih cenderung Bullish.

Penurunan BTC, membuat semua altcoin ‘berdarah’, tidak ada altcoin yang mengalamai keuntungan pada hari ini.

sumber


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis