Inilah 4 Alasan Mengapa Bull Run BTC Telah Dimulai!

Cryptoharian.com– Bitcoin kian menguat dari hari ke hari dalam beberapa hari terakhir. Harga BTC menembus level fisiologis di $10.500 membuat investor lebih percaya terhadap koin utama ini.

Disamping itu, melonjaknya harga juga mendatangkan investor yang baru masuk ke industri kripto.

Kenapa Harga Bitcoin Naik?

1.Rejeksi Altcoin

Beberapa minggu terakhir, harga altcoin semakin naik, seperti DOGE, Ethereum, dan Chainlink.

Namun, koin-koin tersebut tidak bisa menembus harga ke lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Ethereum ter-rejeksi di Rp 4.8 juta, setelah naik 27% dalam 7 hari terakhir. Begitu juga dengan DOGE dan Chainlink, harga mereka mengalami pullback.

Pedagang dan investor memindahkan altcoin ke Bitcoin karena altcoin tidak lagi naik dan harga BTC semakin menguat.

Disamping itu, mereka juga tahu ketika harga sudah diperdagangkan sideways dalam beberapa hari, pullback akan terjadi.

Ini-lah mengapa mereka memindahkan ke BTC yang setiap harinya kian menguat.

Dia tidak mengatakan bahwa orang AS menggunakan uang tersebut untuk cryptocurrency.

Namun, jika mereka memang menggunakan cek itu untuk berinvestasi di Bitcoin, mereka telah ‘menang’ karena $1.200 sudah menjadi $1.948, kenaikan 62%.

2.Model S2F

S2F model dibuat oleh Plan B, seorang investor institusi di Belanda dan juga analis terkenal di Twitter.

Model ini menyamakan BTC sebagai komoditas seperti emas, dll yang mempunyai pasokan tetap.

Plan B menerapkan logika yang sama, semakin langka suatu benda, semakin mahal harga tersebut.

Karena Bitcoin baru saja melakukan momen Halving, yang mengurangi hadiah kepada penambang BTC dari 12 ke 6.25. Bitcoin semakin langka.

Baca Juga: Seberapa Tinggi Harga Bitcoin Akan Naik di Tahun 2020?

3.Stimulus AS

Pemerintah AS akan memberikan cek sebesar $1.200 kepada masyarakat mereka sebagai stimulus untuk kedua kalinya

Menurut Brian Armstrong, CEO Coinbase, ketika stimulus pertama terjadi, banyak pengguna Coinbase membeli atau mendepositkan uang sebesar $1.200 di pialang tersebut.

4.HODL-ing

Mentalitas HODL-ing yang meningkat dari investor Bitcoin adalah indikator lain yang dapat menyarankan kenaikan harga BTC.

Gelombang HODL 1+ tahun yang melacak jumlah Bitcoin yang telah diam selama setidaknya satu tahun berada pada titik tertinggi sepanjang masa.

Lebih khusus lagi, 62% dari semua Bitcoin belum bergerak dalam satu tahun atau lebih.

Ini menandakan orang lebih banyak memegang daripada menggunakan atau menjual.

Polling Peter Schiff menunjukkan bahwa 57.5% dari 28 ribu peserta siap memegang BTC hingga mati jika harga tidak melebihi $10.000

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis