Investor Institusi Adalah Salah Satu Penyebab Harga Bitcoin Naik

Pendiri dan CEO perusahaan investasi mata uang digital BKCM LLC, Brian Kelly, mengatakan bahwa target Bitcoin (BTC) berikutnya adalah level harga $6.000 (Rp 85 juta-an), berdasarkan wawancaranya dengan CNBC pada 2 april.

Selama wawancara di acara CNBC yang bertajuk “Futures Now”, Kelly menyatakan bahwa mungkin target yang masuk akal (Bagi Bitcoin) sebagai langkah awal ialah mendekati $6.000. Pada waktu pers, harga Bitcoin berada di angka Rp 69,936,250 menurut CoinGecko.

Pernyataan Kelly muncul setelah gelombang harga yang cukup kuat dan menggemparkan saat harga Bitcoin terungkit dengan sangat kuat lebih dari 15 persen dan menembus batas harga $5.000 (Rp 71 juta) untuk pertama kalinya sejak November lalu, meski pun mulai ditekan perlahan oleh sentimen jual yang belum begitu berarti.

Kelly menyarankan bahwa pasar cryptocurrency menemukan dasarnya dengan mengatakan:

“Semua indikasi yang kita miliki – apakah itu fundamental, teknikal, analisis kuantitatif yang kita lakukan, semua menunjukkan bahwa kita mungkin setidaknya sudah mulai memasukkan proses sentuh level terbawah (Untuk indikasi Reversal). Yang menarik dari langkah ini adalah ini terjadi pada peningkatan fundamental dan peningkatan sentimen institusional.”

Kelly juga menduga bahwa investor institusional adalah salah satu pendorong utama dari kenaikan harga cryptocurrency, ia pun juga mengatakan:

“Bahkan individu-individu dengan kekayaan besar, perusahaan keluarga, kini mulai menaruh minat serius (terhadap crypto). Ada beberapa perusahaan pialang besar yang meluncurkan beberapa solusi penahanan. Jadi ada banyak tawaran yang terjadi di bawah permukaan.”

Menurut CNBC, lonjakan harga juga dilaporkan sebagai akibat dari adanya pembelian BTC sebesar 20.000 token di beberapa bursa, atau sebesar 0,11 persen dari total pasokan Bitcoin sebesar 17.620.525 BTC pada waktu pers.

Baca Juga: 20 Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil Dan Tips Untuk Memulai 2019

Baca Juga: Ben Ritchie Memprediksi Harga Bitcoin Akan Menjadi Rp 132 Juta

Pada bulan Februari lalu, Kelly juga mengatakan bahwa Bitcoin waktu itu masih undervalued (dibawah nilai sebenarnya). Namun, Kelly menambahkan bahwa dia tidak akan terkejut jika Bitcoin akan menyentuh level harga $1.500 untuk jangka pendek terlebih dahulu sebelum mengalami lonjakan kuat dalam jangka panjang.

Pada bulan Maret kemarin, Arthur Hayes, CEO BitMEX dan pendukung Bullish Crypto, mengatakan prediksinya:

“Pemotongan 2019 akan sangat ketat, tetapi pasar akan kembali ke $ 10.000. Itu adalah hambatan psikologis yang sangat signifikan. […] $ 20.000 adalah pemulihan utama. Namun, butuh 11 bulan dari $ 1.000 hingga $ 10.000, tetapi kurang dari satu bulan dari $ 10.000 hingga $ 20.000 kembali ke $ 10.000.”

 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar