CryptoHarian

Jika Bitcoin Berhasil Tembus US$ 60.000, Level Mana yang Bakal Jadi Tantangan?

Cryptoharian – Harga kripto utama Bitcoin (BTC) pada Rabu (21/8/2024) pagi, telah menancap pada level US$ 59.182 yang mencerminkan penurunan sebesar 1,7 persen dalam 24 jam, berdasarkan data dari Coingecko. Padahal, sepanjang hari Selasa (20/8/2024) harga Bitcoin tampak menunjukkan kemajuan, dengan angka yang naik di kisaran harga US$ 60.000.

Salah satu analis papan atas bernama Michael van de Poppe pun memberikan tanggapan terkait pergerakan ini. Lewat postingannya di media sosial X, ia menyatakan bahwa level US$ 56.000 merupakan titik support penting.

“Kalau nanti Bitcoin berhasil mencapai US$ 60.000, tantangan berikutnya adalah melewati level US$ 61.000 dan US$ 62.000,” ungkap Poppe.

Poppe mengatakan bahwa penembusan dari kedua level tersebut dapat mengantarkan Bitcoin pada level yang lebih tinggi lagi. Bahkan, ia tak ragu jika US$ 62.000 tertembus, maka Bitcoin berpotensi mencapai kembali harga tertinggi sepanjang masa (ATH).

“Namun jika dilihat secara historis, bulan Agustus memanglah bulan yang sulit bagi Bitcoin,” ujarnya.

Meski begitu, Poppe menambahkan bahwa terdapat tanda-tanda bahwa koreksi atau penurunan harga yang terjadi belakangan ini mungkin sudah berakhir.

“Dengan berakhirnya musim liburan, aktivitas pasar diperkirakan akan meningkat. Ini bisa membantu terdongkraknya harga Bitcoin,” kata Poppe.

Baca Juga: Bitcoin Sulit Tembus US$ 63.000, Sejumlah Faktor Ini Sebabnya

Sementara itu melansir dari decrypt.co, Bitcoin saat ini tengah menunjukkan tanda-tanda akan keluar dari fase konsolidasi yang telah berlangsung lama. Rentang harga dalam hal ini adalah US$ 57.000 hingga US$ 68.000.

Axel Adler Jr, yang merupakan analis dari CryptoQuant mencatat adanya peningkatan volume transaksi baru-baru ini. Meskipun sebagian besar berasal dari ‘panic selling’, namun hal tersebut tidak menyebabkan penurunan harga yang signifikan.

“Stabilitas harga Bitcoin di tengah peningkatan volume transaksi, menunjukkan bahwa investor melihat rentang harga saat ini sebagai kesempatan yang baik untuk pasang posisi beli,” kata Adler.

Kendati ada potensi bahwa Bitcoin bakal turun kembali ke angka US$ 50.000, Adler percaya bahwa penurunan ini akan segera diikuti oleh lonjakan pembelian, seperti yang terjadi sebelumnya pada bulan Agustus.

“Harga Bitcoin tidak hanya oleh permintaan pasar langsung, tetapi juga oleh likuiditas di pasar berjangka. Jika harga turun kembali ke US$ 50.000, kemungkinan besar Bitcoin akan dibeli kembali, seperti yang kita lihat di awal Agustus,” pungkas Adler.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.