CryptoHarian

Justin Bennett: Volatilitas Bitcoin Akan Tinggi Dalam Jangka Menengah

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali koreksi, dan menurut analis kripto populer Justin Bennet, ini bukan akhir dari bull market, melainkan permulaan dari reli besar berikutnya.

Dalam analisis terbarunya di platform X, Bennet mengklaim bahwa pullback ini membuat banyak trader panik, namun justru menjadi fondasi bagi BTC untuk menembus rekor harga baru.

“Bitcoin kemungkinan akan terkoreksi ke US$ 100.000 atau bahkan US$ 97.000, sebelum memulai kenaikan baru menuju US$ 120.000,” ungkap Bennet, Minggu (2/6/2025).

Dalam penjelasannya, Bennet menggarisbawahi bahwa struktur pasar saat ini jauh berbeda dari puncak siklus tahun 2021.

“Ini fase di mana semua orang tiba-tiba jadi super bearish, berpikir kita akan alami top makro seperti 2021. Tapi saya rasa ini bukan waktunya. Struktur reli kali ini benar-benar berbeda, dan saya rasa pasar tidak akan membuatnya semudah itu,” ujarnya.

Pada 2021, Bitcoin gagal menembus resisten di US$ 69.000 sebanyak dua kali, setelah ambruk ke bawah US$ 20.000 dan masuk ke bear market berkepanjangan.

“Tapi kali ini, struktur teknikal dan kondisi makro tidak sama,” kata Bennet.

Baca Juga: Tiga Prediksi Harga Bitcoin Oleh Perusahaan Raksasa

Bennet juga mencatat bahwa US$ 104.000 kini menjadi level resisten kunci, setelah gagal dipertahankan. Sementara itu, US$ 100.000 menjadi support utama yang akan menentukan arah pergerakan harga dalam waktu dekat.

“Outlook-nya masih sama seperti 9 hari terakhir. Koreksi sedang terjadi. Kita tunggu apakah support bertahan,” paparnya.

Saat berita ini ditulis, harga Bitcoin berada di level harga US$ 105.000, menandai pelemahan harian sebesar sekitar 1,9 persen.

Tak hanya Bitcoin, Bennet juga menyoroti grafik TOTAL, yang merepresentasikan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto. Ia memperkirakan TOTAL akan menguji level US$ 3,04 triliun sebagai support.

“Banyak yang bilang ini bullish, tapi saya belum melihat buktinya. Seller masih dominan. Kalau TOTAL tembus US$ 3,04 triliun, kita baru bisa bicara soal pemulihan,” paparnya.

Saat ini, TOTAL berada di US$ 3.225 triliun, dan masih dalam fase konsolidasi setelah mencetak puncak lokal beberapa pekan lalu.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)