Kebijakan Suku Bunga The Fed Makin Brutal, Bitcoin Ambyar, Investor Ethereum Harap-harap Cemas

Cryptoharian- CEO ARK Investment Management LLC Cathie Wood mengatakan, The Fed seharusnya mengkhawatirkan defasli jangka panjang usai kebijakan mereka yang kembali menaikkan suku bunga secara agresif.

Ia menyinggung harga kebutuhan, emas dan biaya ekspedisi yang semakin turun sebagai salah satu tanda hal ini akan merembet ke industry lainnya.

Ia juga mengatakan, emas sebagai aset yang dikenal memiliki sifat lindung nilai inflasinya, diperdagangkan jauh di bawah nilai tertingginya di atas US $2.000 per ounce. Komoditas lainnya seperti tembaga, kayu, bijih besi dan minyak juga bernasib sama.

Menurut dia, ekonomi AS dipastikan akan memasuki jurang resesi dan pada akhirnya akan membebani harga, meski hal ini mampu menurunkan inflasi.

“Siklus kenaikan agresif The Fed akan memperlihatkan kesalahan mereka,” kata Wood dalam webcast investor pada Selasa lalu.

“Kami mendapatkan beberapa suara keras sekarang, yang menemani kami pada risiko deflasi,” ujarnya lagi.

Data ekonomi Agustus yang dirilis cukup mengejutkan investor. Pasalnya, sejak Wall Street mencatat rekor terburuknya pada Juni 2020 silam, tidak ada data yang seburuk perilisan angka IHK tahunan di 8,3% dari ekspektasi di angka 8,1%.

Berdasarkan data CPI, pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari The Fed pada pertemuan September mendatang.

Menurut FedWatch CME, saat ini diperkirakan ada 26% dari kenaikan suku bunga 100 bps dan peluang 74% untuk kenaikan 75 bps lainnya.

Bahkan, Wood’s Ark Innovation ETF yang sudah melakukan aksi jual sejak beberapa bulan belakangan harus rela khilangan sekitar 45% nilainya.

Namun, terlepas dari pergolakan pasar tersebut, langkah yang dilakukan Wood dianggap salah satu opsi terbaik menurut beberapa kalangan, Tesla dan CEO SpaceX Elon Musk dan CEO DoubleLine Jeffrey Gundlach.

“Apa yang harus dilakukan The Fed?” kata Elon Musk melalui cuitan Twitter-nya.

“Bank Sentral AS harus turun 25%. Kenaikan besar suku bunga Fed berisiko deflasi,” sambung dia.

Sementara, Gundlach juga memperingatkan The Fed agar tidak melakukan kesalahan dengan kenaikan suku bunga yang terlalu agresif.

CEO DoubleLine itu memproyeksikan kenaikan 75 bps pada pertemuan September minggu depan, dia lebih memilih kenaikan yang jauh lebih kecil yaitu hanya 25 bps.

Meski demikian, kebijakan kenaikan suku bunga yang dilakukan berturut-turut seharusnya dihindari karena tentu saja memiliki konsekuensi yang sulit diprediksi.

Baca Juga: Apa Yang Terjadi Jika The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga?

“Terlepas dari kenyataan bahwa narasi hari ini justru sebaliknya, risiko deflasi jauh lebih tinggi hari ini daripada selama dua tahun terakhir,” kata Gundlach kepada CNBC Selasa.

“Saya tidak berbicara tentang bulan depan. Saya berbicara tentang beberapa waktu kemudian tahun depan, tentu saja pada tahun 2023,” sambung dia.

Bitcoin Pimpin ‘Kejatuhan’ Kripto

Bitcoin berada di level tertinggi dalam tiga minggu sebelum akhirnya anjlok usai data inflasi AS yang lebih buruk dari dugaan sebelumnya jadi mimpi buruk investor. Aset kripto lainnya bernasib tidak jauh berbeda dengan Bitcoin.

Tren bearish pasar kripto yang terjadi sejak Rabu lalu dipicu spekulasi baru yang mengatakan, The Fed akan menerapkan kebijakan moneter AS yang lebih ketat setelah indeks harga konsumen, CPI, data inflasi datang lebih panas dari yang diharapkan.

Sementara investor Ethereum terus berharap Ethereum Merge yang direncanakan akan berjalan dengan lancar dan aset digital mereka tidak terpukul lebih jauh.

“Ada begitu banyak pengujian sehingga penggabungan itu sendiri kemungkinan besar akan sangat mulus,” kata salah satu pendiri Ethereum Joseph Lubin. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.