Cryptoharian – Pasar kripto memasuki awal 2026 dengan tarik menarik yang makin tajam antara kubu bullish dan bearish. Di satu sisi, para pendukung reli menilai Bitcoin masih punya ruang untuk naik lagi. Namun di sisi lain, kekhawatiran ‘crypto winter’ kembali menguat seiring tekanan harga yang belum sepenuhnya reda.
Salah satu pandangan yang paling pesimistis datang dari analis on-chain Ali Martinez. Dalam unggahan di X pada 12 Januari, Martinez menyebut bahwa Bitcoin diproyeksikan mencapai dasar siklus dalam sekitar 267 hari, atau sekitar Oktober 2026, dengan kisaran harga yang ia sebut berada di US$ 38.000 hingga US$ 50.000.
Menurut Martinez, proyeksi ini berangkat dari pola waktu yang berulang dalam sejarah pergerakan Bitcoin. Ia menilai Bitcoin cenderung membutuhkan sekitar 1.064 hari untuk bergerak dari titik dasar ke puncak siklus, lalu sekitar 364 hari untuk turun kembali menuju dasar berikutnya.
Untuk mendukung klaim tersebut, Martinez merujuk pada ritme yang menurutnya tampak konsisten pada beberapa siklus sebelumnya mulai dari dasar Januari 2015 hingga puncak Oktober 2025.
Baca Juga: Apakah Ethereum Siap Lepas dari Konsolidasi?
Dengan asumsi puncak terbaru terjadi pada 6 Oktober 2025, dan fase turun historis berlangsung sekitar 364 hari, Martinez menyimpulkan bahwa titik dasar berikutnya berpotensi jatuh pada 5 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa prediksi tersebut berbasis pola siklus, bukan kepastian, namun menganggapnya cukup kuat untuk menjadi kerangka kerja membaca resiko tahun ini.
Soal level harga, Martinez sebelumnya, dalam artikel di X yang ia publikasikan pada 21 Desember 2025, menyebut US$ 37.500 sebagai target yang “masuk akal” untuk titik terendah siklus berjalan. Argumennya didasarkan pada kedalaman koreksi bear market pada dua siklus sebelumnya.
Koreksi 2017 – 2018 mencapai sekitar 84 persen dari puncak, sementara bear market 2021 – 2022 mencatat penurunan sekitar 77 persen. Dengan mengambil titik tengah sekitar 80 persen, Martinez memperkirakan penurunan dari puncak terbaru di atas US$ 126.000 dapat mengarah ke area US$ 37.500.
Kendati demikian, pada pembaruan 12 Januari, Martinez memilih memasng rentang US$ 38.000 – US$ 50.000, dan mengisyaratkan bahwa koreksi 2026 bisa lebih ringan dibandingkan ‘winter‘ pada siklus sebelumnya. Rentang yang lebih lebar ini juga mencerminkan ketidakpastian lebih besar, termasuk peran ETF, struktur pasar yang kian institusional serta kondisi makro yang dapat mengubah perilaku siklus tradisional.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








