CryptoHarian

Kenapa Bitcoin Sulit Tembus US$ 60.000? Simak Artikel Ini Sampai Habis

Cryptoharian – Bitcoin (BTC), sebagaimana diketahui mengalami kesulitan untuk tetap berada di atas angka US$ 60.000. Beberapa kali Bitcoin tampaknya telah menunjukkan pergerakan positif, namun ada saja pergerakan turun seperti yang terjadi pada 27 Agustus lalu.

Melansir dari cointelegraph.com, penurunan sebesar 9,9 persen telah terjadi dalam 2 hari, membuat harga Bitcoin turun menjadi US$ 57.918 pada 28 Agustus. Akibatnya, terjadi likuidasi paksa senilai US$ 143 juta dalam perdagangan Bitcoin di bursa derivatif.

Kondisi ini membuat banyak trader mempertanyakan, kenapa rasanya sulit sekali bagi Bitcoin untuk bertahan di atas harga US$ 60.000. Dalam hal ini, kami akan membeberkan 3 kemungkinan faktor.

1. Keterkaitan dengan Pasar Tradisional

Penurunan dalam beberapa hari ke belakang juga bertepatan dengan pergerakan di pasar saham, terutama indeks S&P 500. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kenaikan tajam imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun.

Imbal hasil ini sebelumnya turun, namun kembali naik menjadi 3,90 persen pada 29 Agustus. Selain itu, penurunan tajam Bitcoin di level US$ 61.000 antara 27 – 29 Agustus dapat juga dikaitkan dengan kekhawatiran investor tradisional. Mereka khawatir karena ekonomi global sangat bergantung pada pertumbuhan perusahaan teknologi dan prediksi penurunan suku bunga pada bulan September.

Baca Juga: Distribusi Bitcoin Mt.Gox pada Kreditur Tak Berdampak Lagi Pada Pasar Kripto?

Pun demikian juga pasar keuangan yang juga terpengaruh oleh ketidakpastian seputar laporan keuangan Nvidia yang dirillis pada 29 Agustus. Meski laporan keungannya lebih baik dari yang diharapkan, saham Nvidia tetap turun ke level terendah dalam dua minggu.

Selain itu, laporan inflasi AS juga menunjukkan kenaikan 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

2. Posisi Bitcoin di Pasar Keuangan Tradisional

Meskipun mengalami penurunan harga, Bitcoin tetap menjadi salah satu aset terbesar di dunia. Dengan nilai pasar sebesar US$ 1,2 triliun, Bitcoin berada di antara 10 aset keuangan global teratas, melebihi perusahaan seperti Barkshire Hathaway dan TSMC.

Jika dilihat dari segi nilai mata uang, Bitcoin sebanding dengan Pound Inggris, salah satu mata uang utama di dunia. Kompetitor utama Bitcoin dalam kategori ini adalah AS, euro, yuan Tiongkok, dan yen Jepang.

3. Penurunan Dana ETF Bitcoin dan Pengaruhnya

Beberapa analis mengaitkan lemahnya harga Bitcoin baru-baru ini dengan keluarnya dana dari ETF Bitcoin. ETF adalah produk investasi yang memungkinkan orang untuk berinvestasi dalam Bitcoin tanpa harus benar-benar membeli Bitcoin.

Penurunan ini dianggap sebagai tanda bahwa minat terhadap Bitcoin sedang menurun. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa data ini biasanya menunjukkan reaksi pasar setelah adanya berita besar, dan bukan penyebab utama penurunan harga.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.