Pasar kripto kembali ramai diperbincangkan setelah salah satu whale melakukan aksi jual besar-besaran terhadap Bitcoin.
Peristiwa ini memicu koreksi harga yang cepat dan membawa BTC mendekati daerah harga psikologis yang kini banyak diperhatikan trader.
Walaupun menimbulkan kekhawatiran sesaat, sebagian analis menilai momen ini masih dalam batas wajar dan justru dapat membuka ruang pergerakan harga baru. Mari kita ulas lebih dalam.
Transaksi Jual Whale Sebesar 24,000 BTC
Pada akhir pekan, seorang whale melepas sebanyak 24,000 BTC ke pasar dengan nilai mencapai sekitar $2.7 miliar.
Penjualan masif ini dilakukan melalui Hyperunite, sebuah platform yang mencatat arus keluar besar dari dompet yang sebelumnya tidak aktif lebih dari lima tahun.
Hanya dalam hitungan menit, aksi tersebut memicu koreksi cepat sekitar $4,000, membuat harga Bitcoin tertekan hingga kisaran $110,500 sebelum kembali stabil di atas $112,000.
Menariknya, aksi ini bukan sekadar penjualan biasa. Data menunjukkan bahwa pada hari yang sama, 12,000 BTC langsung dikirim ke Hyperunite, sementara sisanya dilepas secara bertahap.
Whale tersebut masih tercatat memiliki kepemilikan lebih dari 152,000 BTC, yang jika dikonversikan nilainya melebihi $17 miliar. Artinya, potensi tekanan jual dari entitas ini belum sepenuhnya selesai.
Menurut analis on-chain bernama Sani, penjualan ini adalah bentuk realisasi keuntungan dari kepemilikan lama.
Sebagian besar koin tersebut diperoleh sejak lebih dari satu dekade lalu, ketika harga Bitcoin masih berada di bawah $10.
Maka tidak mengherankan jika setiap aksi distribusi dari dompet ini memberikan tekanan besar pada pasar, karena harga saat ini sudah berada di kisaran $110,000 ke atas untuk setiap BTC yang dijual.
Selain itu, data juga menunjukkan adanya rotasi ke Ethereum. Salah satu whale tercatat menjual sekitar 18,142 BTC senilai lebih dari $2 miliar, kemudian memindahkan sebagian besar dananya ke ETH.
Dari jumlah tersebut, sekitar 416,598 ETH dibeli dan lebih dari 275,000 ETH di-staking, menunjukkan adanya strategi diversifikasi aset digital.
Bahkan, ada juga whale lain yang menjual ratusan BTC untuk membuka posisi panjang di ETH, menandakan pergeseran minat sebagian pelaku besar ke jaringan Ethereum.
Kondisi inilah yang memicu efek domino di pasar. Begitu aksi jual dimulai, banyak trader ritel ikut melepas kepemilikan mereka karena khawatir akan koreksi lebih dalam.
Hal ini memperkuat arus jual dan membuat tekanan harga semakin besar dalam waktu singkat. Namun, aksi semacam ini bukan hal baru.
Setiap siklus Bitcoin biasanya selalu diwarnai distribusi besar dari whale yang akhirnya diikuti oleh konsolidasi harga.
Analisis Harga Bitcoin: Dimana Target Aman?
Setelah aksi jual besar tersebut, Bitcoin sempat terkoreksi ke $110,500 sebelum kembali bergerak di sekitar $112,700 pada Minggu dini hari.
Grafik Harian BTCUSD

Tekanan jual memang menekan harga, tetapi sejauh ini area $110,000 masih bertahan sebagai batas bawah harga yang sangat penting.
Selama tidak terjadi penutupan harian di bawah daerah harga ini, struktur pergerakan Bitcoin masih bisa dianggap aman.
Indikator teknikal turut memberikan gambaran menarik, dimana tekanan jual yang muncul bisa saja mulai mereda dan memberi peluang untuk pemantulan teknikal dalam jangka pendek.
Namun, sejauh ini belum ada pertanda pembalikan tren yang kuat, sehingga pasar masih bergerak hati-hati. Sejumlah analis menilai pergerakan ini masih termasuk koreksi sehat.
Alex Krüger, pendiri Aike Capital, menyebutkan bahwa harga Bitcoin akan lebih mudah bergerak naik setelah momentum jangka pendek ini mereda, khususnya jika berhasil menembus kembali daerah $113,500 hingga $114,000.
Selama harga mampu bertahan di atas $110,000, tekanan jual besar dari whale seharusnya hanya bersifat sementara.
Vijay Boyapati, salah satu tokoh di komunitas Bitcoin, bahkan menilai kondisi ini adalah bagian dari siklus monetisasi terbesar dalam sejarah.
Menurutnya, aksi jual dari whale merupakan hal yang wajar karena mereka telah mencapai target harga masing-masing.
Persediaan mereka terbatas, sehingga pada akhirnya distribusi ini justru akan membuat Bitcoin semakin langka dan lebih sehat untuk jangka panjang.
Jika melihat struktur pasar saat ini, ada dua skenario yang bisa terjadi. Pertama, jika daerah harga $110,000 terus bertahan, Bitcoin berpotensi melakukan konsolidasi sambil menunggu arus beli baru.
Pemulihan di atas $113,500 akan membuka jalan menuju kenaikan yang lebih stabil.
Kedua, jika daerah harga tersebut ditembus, maka pasar bisa mengalami koreksi tambahan sebelum menemukan titik keseimbangan baru.
Namun, dengan kondisi indikator teknikal yang sudah mendekati jenuh jual, peluang skenario pertama lebih kuat dalam jangka pendek.
Perlu diingat, sebagian besar tekanan ini berasal dari distribusi whale yang sifatnya tidak berkelanjutan.
Begitu persediaan dari wallet besar mulai melambat, pasar biasanya akan menemukan keseimbangan baru dan melanjutkan pergerakan ke atas.
Oleh karena itu, perhatian utama saat ini adalah apakah penjualan tambahan dari entitas besar tersebut masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Kesimpulan
Aksi jual 24,000 BTC oleh whale memang mengguncang pasar dalam waktu singkat, namun kondisi ini tidak serta-merta mengubah arah utama Bitcoin.
Selama harga tetap bertahan di atas daerah $110,000, koreksi ini masih bisa dianggap sehat dan bagian dari konsolidasi normal.
Justru, distribusi dari whale penting untuk proses monetisasi Bitcoin karena suplai mereka terbatas.
Jika harga mampu kembali menembus $113,500 hingga $114,000, momentum positif kemungkinan besar akan kembali.
Namun, bila tekanan jual masih berlanjut, pasar bisa saja kembali menguji daerah harga $110,000. Bagi para pelaku pasar, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi kondisi volatilitas semacam ini.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



