Ketidakpastian ekonomi global semakin meningkat setelah munculnya rencana kebijakan tarif baru dari Donald Trump terhadap Meksiko dan Kanada.
Dalam kampanye politiknya, Trump menegaskan niatnya untuk menaikkan tarif impor sebagai bagian dari kebijakan proteksionisme ekonomi AS.
Jika terpilih kembali sebagai Presiden, tarif impor dari dua negara mitra dagang utama AS ini berpotensi naik secara signifikan, menimbulkan kekhawatiran akan gangguan rantai pasokan dan kenaikan harga barang.
Pasar keuangan, termasuk kripto, langsung merespons negatif terhadap rencana ini. Bitcoin, yang sebelumnya bertahan di atas $85,000, mengalami tekanan jual dan kini diperdagangkan di bawah daerah harga tersebut.
Investor mulai mempertanyakan apakah Bitcoin masih memiliki peluang untuk menguat atau justru akan mengalami koreksi lebih dalam. Artikel ini akan membahas dampak kebijakan tarif ini terhadap pasar serta analisis teknikal Bitcoin saat ini.
Kebijakan Tarif Trump Berubah
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump semakin agresif dalam menyuarakan kebijakan ekonomi proteksionisnya.

Ia menegaskan bahwa jika kembali berkuasa, ia akan menaikkan tarif impor terhadap beberapa negara, termasuk Meksiko dan Kanada, untuk melindungi industri dalam negeri. Beberapa langkah yang kemungkinan akan diambil antara lain:
- Tarif tambahan terhadap barang dari Meksiko dan Kanada: Saat ini, banyak produk dari dua negara tersebut menikmati tarif rendah atau bebas tarif berkat perjanjian dagang USMCA (pengganti NAFTA). Jika Trump menaikkan tarif, harga barang impor dari dua negara ini akan meningkat, yang bisa memicu inflasi di AS.
- Peningkatan tarif hingga 10% untuk semua barang impor: Trump juga mengusulkan penerapan tarif minimum sebesar 10% terhadap semua impor, yang berarti biaya produksi bagi perusahaan-perusahaan AS bisa meningkat drastis. Hal ini bisa berdampak langsung pada sektor teknologi, manufaktur, dan industri lainnya.
- Potensi perang dagang baru: Jika kebijakan ini diterapkan, Meksiko dan Kanada kemungkinan besar akan merespons dengan memberlakukan tarif balasan terhadap barang dari AS, yang bisa memperburuk hubungan dagang dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Pasar saham langsung merespons dengan pelemahan setelah wacana ini mencuat. Investor mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham dan kripto, karena kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.
Bitcoin, yang sering dianggap sebagai aset spekulatif, ikut terkena dampak karena investor lebih memilih aset yang lebih stabil seperti emas dan obligasi pemerintah AS.
Sementara itu, di tengah tekanan ekonomi ini, industri kripto juga mengalami perkembangan penting dengan adanya peresmian dana cadangan Bitcoin. Dana ini bertujuan untuk menstabilkan pasar dalam kondisi volatil dan menarik lebih banyak investasi institusional.
Namun, dalam jangka pendek, sentimen pasar yang didominasi oleh kebijakan makroekonomi masih lebih kuat dibandingkan dampak positif dari inisiatif ini.
Analisis Harga Bitcoin
Saat ini, Bitcoin masih berada di bawah $85,000, mencerminkan tekanan jual yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, tanda-tanda bahwa pasar mulai memasuki fase jenuh jual semakin jelas terlihat.
Grafik Harian BTCUSD

Salah satu indikasi utama adalah bullish divergence yang terlihat pada RSI di grafik harian. Kondisi ini terjadi ketika harga Bitcoin terus turun tetapi indikator RSI mulai naik, yang mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai melemah. Jika pola ini berlanjut, Bitcoin bisa segera mengalami pemulihan dalam waktu dekat.
Selain itu, tekanan jual yang sebelumnya dominan mulai menunjukkan tanda-tanda berkurang. Volume perdagangan mulai mereda, yang sering kali menjadi indikasi bahwa penjual kehabisan momentum. Jika situasi ini bertahan, pembeli bisa mulai kembali masuk dan mendorong harga naik.
Saat ini, batas bawah utama berada di $75,000, yang menjadi daerah harga kritis bagi Bitcoin. Jika tekanan jual kembali meningkat dan harga menembus batas ini, Bitcoin bisa mengalami koreksi lebih dalam hingga ke kisaran $70,000.
Namun, jika pasar berhasil mempertahankan daerah harga ini, potensi kenaikan kembali ke atas $85,000 dan menuju $90,000 masih terbuka.
Dinamika makroekonomi tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar. Jika kekhawatiran terkait tarif mereda atau ada sinyal bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya, Bitcoin bisa mendapatkan dorongan untuk kembali menguat.
Namun, jika ketidakpastian ekonomi terus meningkat, Bitcoin mungkin akan bergerak dalam pola konsolidasi sebelum menemukan momentum baru.
Kesimpulan
Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh rencana tarif baru Trump terhadap Meksiko dan Kanada telah memberikan tekanan tambahan pada pasar keuangan, termasuk Bitcoin.
Kenaikan tarif ini bisa memperburuk hubungan dagang, meningkatkan inflasi, dan menghambat pertumbuhan ekonomi, yang membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil risiko.
Saat ini, Bitcoin masih berada di bawah $85,000, tetapi tanda-tanda jenuh jual mulai terlihat. Indikator teknikal menunjukkan bahwa momentum bearish mulai melemah, dan selama batas bawah di $75,000 tetap bertahan, peluang pemulihan masih ada.
Jika sentimen ekonomi membaik, Bitcoin bisa kembali menguat dalam waktu dekat dan menembus daerah harga $85,000 hingga $90,000.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








