Ketua SEC Gensler Kembali Tegaskan Bahwa Bitcoin Bukan Sekuritas, Bagaimana Dengan Ethereum?

Cryptoharian – Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa, Gary Gensler saat wawancara dengan CNBC hari ini menegaskan kembali soal pandangan SEC, bahwasanya Bitcoin merupakan komoditas. Namun, hal tersebut tidak menjadi acuan aset kripto lainnya.

Gensler memandang Bitcoin sebagai contoh aset kripto yang harus diatur di bawah Commodity Futures Trading Commission (CFTC), seperti yang telah dia lakukan sebelumnya. Kendati begitu, ia tidak menyinggung apapun soal koin digital lain.

“Ada sejumlah aset seperti Bitcoin. Saya akan mengatakannya karena saya tidak akan berbicara tentang aset lain, meski pendahulu saya dan yang lainnya mengatakan bahwa aset lain itu juga komoditas,” kata Gensler melansir dari website decrypt.co, Selasa (28/6/2022).

Gensler menjelaskan, biar bagaimanapun dengan banyaknya “aset keuangan kripto lain yang memiliki atribut kunci dari sekuritas,”, mencatat bahwa kesamaan utama antara keduanya adalah gagasan bahwa “publik yang berinvestasi mengharapkan pengembalian.”. 

Rancangan regulasi seputar keuangan kripto dan aset digital telah berpusat pada interpretasi yang berfungsi sebagai sekuritas, seperti saham. Selain itu, aset ini juga beroperasi sebagai komoditas, seperti emas. Administrasi SEC sebelumnya percaya bahwa Bitcoin dan Ethereum adalah komoditas, tetapi Gensler hanya menyebutkan Bitcoin dalam komentar terbarunya. Sebelumnya, ia menghindari pertanyaan tentang Ethereum secara khusus.

Sebelum Gensler mengambil alih posisi pimpinan di SEC, kepemimpinan Komisi telah secara terbuka mengeluarkan pernyataan bahwa Bitcoin dan Ethereum bukanlah sekuritas, yang mana terdapat beberapa kontroversi mengingat Bahwa Ethereum diluncurkan pada tahun 2014 melalui ICO yang menurut standar saat ini akan dianggap sebagai penawaran sekuritas ilegal.

Pada tahun 2018 lalu, Direktur SEC bagian Divisi Keuangan Perusahaan William Hinman, mengatakan bahwa pihaknya percaya baik Ethereum dan Bitcoin harus diklasifikasikan sebagai komoditas karena setiap mata uang kripto “cukup terdesentralisasi” dan tidak memiliki pihak pusat “yang merupakan faktor penentu utama dalam perusahaan.”

Mengenai masalah pengaturan aset digital di AS, Gensler hari ini mengatakan ini merupakan upaya ganda antara CFTC dan SEC. Akan tetapi, nantinya juga ada tumpang tindih dengan regulator perbankan dalam hal menangani stablecoin.

“Nantinya pasti ada token yang berpotensi tidak patuh. dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk benar-benar melindungi publik yang berinvestasi,” pungkas Gensler. (st)

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.