Klaster Berbuntut Panjang, FTX.com Dibekukan Oleh Pihak Berwenang Negara Bahama 

Cryptoharian – Melalui laman resmi Twiiternya, FTX memberikan pengumuman bahwa operasional FTX.com yang berbasis di Bahama sedang dibekukan oleh pihak berwenang, sebagai buntut dari klaster yang terjadi pada pekan ini. Hal tersebut disampaikan pada Jumat (11/11/2022), dimana cuitan tersebut juga menjelaskan bahwa FTX akan tunduk pada regulator.

“Sesuai peraturan dan regulator dari Bahama, yang mana merupakan basis kami (FTX.com), kami telah mulai memfasilitasi penarikan dana.. Dengan demikian, anda mungkin telah melihat beberapa penarikan diproses oleh FTX baru-baru ini karena kami mematuhi regulator,” tulis FTX.

Dalam postingan selanjutnya, dijelaskan juga bahwa jumlah yang ditarik terdiri dari sebagian kecil dari aset yang saat ini dipegang FTX. Untuk sekarang, FTX mengklaim masih aktif bekerja pada rute tambahan untuk memungkinkan penarikan untuk sisa basis pengguna kami. 

“Kami juga secara aktif menyelidiki apa yang dapat dan harus kami lakukan di seluruh dunia,” ujarnya.

Sebelumnya dikeahui, pihak berwenang di Bahama, yakni tempat FTX.com berbasis, mengatakan mereka membekukan aset anak perusahaan perdagangan lokalnya, bersama dengan pihak terkait. Hal ini, lantaran semakin banyak tanda yang muncul bahwa kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF) sedang goyah.

Komisi Sekuritas Bahama menyatakan bahwa keputusan untuk membekukan FTX Digital Markets adalah tindakan yang bijak, untuk melestarikan aset dan menstabilkan perusahaan. Sementara itu, seorang pengacara telah ditunjuk sebagai likuidator sementara , yang menjadi sebuah langkah awal dalam menilai apakah sebuah perusahaan sehat atau harus dilikuidasi.

“Likuidasi adalah apa yang Anda sebut kebangkrutan di Amerika Serikat,” ungkap John K F Delaney, seorang pengacara komersial di Bahama. Likuidator sementara dapat dibuat permanen kemudian jika apa yang disebut petisi penutupan mulai berlaku.

Langkah ini adalah yang pertama oleh pihak berwenang untuk mengunci sebagian dari pergerakan FTX, di tengah tanda-tanda meluasnya tekanan di kerajaan aset digital Bankman-Fried. Di Amerika, karyawan di bursa domestik terpisah yakni FTX US, menghabiskan hari itu mencoba mengumpulkan uang dan diperingatkan bahwa mereka mungkin tidak akan dibayar lebih lama. SBF sendiri juga mengumumkan bahwa dia menutup Alameda Research, rumah perdagangan di jantung koleksi bisnisnya yang luas.

“FTX AS tampaknya siap untuk melakukan penggajian setidaknya dalam siklus berikutnya. Orang-orang harus bersiap untuk membuat pilihan mereka sendiri, sesuai dengan situasi pribadi mereka pada langkah selanjutnya,” ujar penasihat umum FTX AS, Ryne Miller.

Perwakilan untuk FTX.com serta SBF sendiri tidak kunjung menanggapi permintaan komentar tentang perkembangan di Bahama.

Ini adalah minggu yang liar bagi FTX karena Sam Bankman-Fried, yang pernah menjadi salah satu orang  terkaya dan paling banyak diikuti di dunia aset digital sedang berjuang untuk menambal kekurangan miliaran dolar. Hal ini memicu penyelidikan pemerintah dan juga kepanikan di pasar kripto. 

SBF diketahui masih berusaha mengumpulkan sebanyak US$8 miliar untuk menyelamatkan perusahaan kripto-nya pada hari Kamis, karena lebih banyak mantan pendukungnya mencabut investasi mereka di bursa FTX.

“Komisi mengetahui pernyataan publik yang menunjukkan bahwa aset klien salah ditangani, salah urus dan/atau dipindahkan ke Alameda Research. Berdasarkan informasi komisi, tindakan semacam itu akan bertentangan dengan tata kelola normal, tanpa persetujuan klien dan berpotensi melanggar hukum,” kata regulator Bahama dalam keterangan tertulisnya.

FTX Digital Markets merupakan anak perusahaan Bahama dari FTX Trading, beroperasi sebagai FTX.com. Unit ini membantu afiliasi menawarkan derivatif, opsi, dan produk serta layanan lainnya kepada pelanggan. Pertukaran ini berbasis di Bahama dan merupakan badan hukum yang terpisah dari FTX AS.

Investor menempatkan jumlah Bankman-Fried estimasi antara US$6 miliar – US$8 miliar. Alameda Research, perusahaan perdagangannya, berutang US$10 miliar kepada FTX. Beberapa investor telah menurunkan saham ekuitas mereka di FTX menjadi nol, menunjukkan bahwa mereka tidak mungkin memasukkan lebih banyak uang tunai. 

Seorang investor mengatakan Bankman-Fried sedang memanfaatkan pertukaran kripto OKX, operator stablecoin Tether dan pendiri Tron Justin Sun untuk penggalangan dana. Chief technology officer Tether, Paolo Ardoino mengatakan bahwa perusahaan tidak memainkan peran apa pun dalam penyelamatan FTX. Dia mengatakan Bankman-Fried telah menghubungi beberapa hari yang lalu, sebelum bailout Binance yang batal diumumkan untuk meminta bantuan penerbit stablecoin.

“Kami ditanya apakah kami tertarik untuk berinvestasi atau meminjamkan uang. Kami bilang tidak,” kata Ardoino.

Sun tidak menanggapi permintaan komentar tetapi mengatakan di Twitter bahwa pihaknya sedang menyusun solusi bersama dengan FTX untuk memulai jalur ke depan. Kamis malam, FTX mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Tron untuk mendirikan fasilitas khusus, yang memungkinkan pemegang beberapa token kripto untuk menukar aset dari FTX ke dompet eksternal.

OKX sendiri dikabakan menolak kesepakatan eksklusif untuk menyelamatkan FTX pada hari Selasa. Namun, pihaknya tetapi masih mempertimbangkan apakah akan memberikan dana. Para eksekutifnya prihatin dengan risiko bahwa FTX menyalahgunakan simpanan pelanggan dan kemungkinan tuntutan hukum oleh klien.

Sementara itu, SBF dalam laman Twitternya menyalahkan pencatatan internal yang buruk atas kesalahan penghitungan leverage dan likuiditas di bursa.  Dia menjanjikan aset saat ini dan bahwa setiap uang yang terkumpul akan digunakan terlebih dahulu untuk membayar kembali pelanggan, dan menawarkan untuk mundur sebagai kepala eksekutif jika perusahaan bertahan.

“Ada sejumlah pemain yang sedang kami bicarakan, [letters of intent], term sheets, dll. Aku tidak bisa menjanjikan apapun tentang itu,” pungkas SBF. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.