Konglomerat AS: Harga Bitcoin Bisa Saja Turun Sampai US$10.000

Cryptoharian –  Tren negatif Bitcoin yang terjadi saat ini membuat sentimen pasar melakukan aksi jual dan membuat harga saat ini semakin turun. Pengusaha asal Amerika Serikat sekaligus Pendiri DoubleLine Capital LP, Jeffrey Gundlach mengatakan bahwa kondisi pasar uang kripto saat ini “jelas tidak positif.” Terlebih lagi, melihat tren yang kian menurun ini dirinya yakin harga bitcoin bisa turun hingga US$10.000.

“Ini adalah prediksi yang cukup bearish untuk penilaian bitcoin di masa depan. Kejatuhan cryptocurrency utama baru-baru ini telah terjadi dengan cepat, dan tren ini dapat mendorong penurunan lebih lanjut ke US$10.000,” ungkap milyarder yang dijuluki Bond King ini di Youtube, Jumat (17/6/2022).

Jeffrey menyatakan, ia tidak akan kaget jika hal tersebut benar-benar terjadi. Dalam minggu terakhir ini juga, banyak aset digital yang mirip dengan pasar keuangan tradisional telah jatuh.

Ia mencontohkan Bitcoin, misalnya saat ini harganya berkisar US$20.700, diperdagangkan jauh dari levelnya sejak awal 2022. Pada awal tahun 2022 juga, Bitcoin pernah meraih harga tertinggi sepanjang masa, yakni hampir US$70.000.

Dirinya pernah mengatakan pada tahun 2021 lalu bahwa berpotensi menjadi gelembung besar lantaran naik turun harganya sangat signifikan. 

“Waktu itu pernah aset Bitcoin diperdagangkan pada US$42.000, namun jatuh hingga senilai US$12.000 dalam hitungan waktu 24 jam. Bitcoin bagi saya, sekarang berada di wilayah gelembung dari cara pergerakkannya,” ujarnya.

Kendati demikian, beberapa bulan setelahnya saat kripto semakin populer dan menuju ke harga yang mencapai US$50.000, ia malah berubah pandangan. Pada saat itu, menurutnya Bitcoin adalah aset stimulus dan istrumen investasi yang lebih baik daripada emas.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube