Cryptoharian – Bitcoin terus bergerak stabil dalam rentang sempit, sekitar 7 persen sejak 12 November, dengan harga berkisar di Rp 1,4 miliar. Kondisi ini menunjukkan fase konsolidasi, di mana para analis mencermati data pasar derivatif yang menunjukkan bahwa para trader profesional tetap optimis terhadap kelanjutan tren bullish.
Meskipun upaya untuk menembus harga Rp 1,45 miliar belum berhasil, permintaan beli yang kuat tetap terlihat, terutama setelah langkah besar MicroStrategy dalam menambah kepemilikan Bitcoin.
Melansir dari cointelegraph.com, salah satu indikator penting sentimen pasar yakni BTC option delta skew, telah ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Angka ini menunjukkan adanya preferensi opsi beli (call options), yang mencerminkan keyakinan whale terhadap level support Rp 1,35 miliar.
Selain itu, premi futures dua bulan Bitcoin meningkat hingga 17 persen pada 18 November, jauh di atas ambang normal 5 persen hingga 10 persen. Selain itu, pasar margin juga memperlihatkan pola serupa. Di platform OKX. Di platform OKX, rasio panjang-pendek saat ini mencapai 14:1, yang mana mendukung posisi beli (long). Meski angka ini menunjukkan keyakinan, para analis mencatat bahwa pasar belum mencapai tingkat euforia berlebihan yang biasanya terjadi sebelum koreksi besar.
Baca Juga: Harga SOL Lewati $200! Apakah Momentum Terus Berlanjut?
Peran MicroStrategy
MicroStrategy, perusahaan perangkat lunak yang berinvestasi besar pada Bitcoin baru-baru ini mengumumkan pembelian tambahan sebanyak 51.780 BTC pada 18 November. Dengan total kepemilikan lebih dari Rp 460 triliun, perusahaan ini secara agresif mengonsolidasikan posisinya di pasar kripto.
Langkah strategisnya untuk mengumpulkan Rp 336 triliun melalui penerbitan saham menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tetap menjadi salah satu pendorong utama aktivitas jual beli di pasar.
Namun, tidak semua analis sepakat bahwa MicroStrategy adalah salah satu faktor utama kenaikan harga Bitcoin. Tren adopsi yang lebih luas, seperti meningkatnya minat terhadap ETF Bitcoin, juga berperan penting.
Meski terjadi arus keluar dana sebesar Rp 12,2 triliun dari ETF Bitcoin pada 14-15 November karena aksi take profit, potensi peningkatan eksposur dari dana pensiun dan hedge fund tetap menjadi harapan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.








