Cryptoharian – Setelah sempat terguncang akibat konflik politik antara Elon Musk dan Presiden Trump, Bitcoin (BTC) telah pulih sepenuhnya ke level teknikal sebelumnya, menurut analis Crypto Feras.
Dalam grafik yang dibagikannya, Feras menyoroti bahwa BTC kini kembali ke zona konsolidasi kritis, tepat di bawah area price discovery yang sempat terbentuk akhir Mei lalu.
Dua Level Kunci yang Harus Diperhatikan
1. US$ 106.400, Level Reclaim Bullish
Menurut Feras, bulls harus merebut kembali area US$ 106.400 untuk memastikan kelanjutan tren naik. Ini akan menjadi sinyal bahwa momentum bullish kembali solid setelah retracement.
2. EMA 200 (Sekitar US$ 102.400), Support Dinamis
Jika terjadi penurunan, BTC harus bertahan di atas EMA200 pada time frame 4 jam. Ini adalah indikator dinamis utama yang menandai apakah tren naik jangka pendek masih berlaku.
“Break ke bawah EMA200 itu sinyal buruk. Itu bisa jadi tanda awal pelanggaran tren naik jam, dan membuka jalan untuk uji ulang support di US$ 99.000,” ungkap Feras.
Struktur Range Masih Berlaku
Grafik Feras menunjukkan dua area konsolidasi sebelumnya:
- Range 1: Sekitar US$ 95.000 – US$ 98.000.
- Range 2: Sekitar US$ 100.000 – US$ 106.000.
Kedua range ini membentuk struktur konsolidasi bertingkat yang saat ini menjadi dasar validasi arah pergerakan BTC selanjutnya.
Baca Juga: Harga BTC US$ 104.000, Tapi PlanB Yakin Bisa Tembus US$ 1 Juta
Sementara itu seorang trader papan atas bernama Mayne, menyampaikan pandangan bullish jangka pendek untuk Bitcoin. Ia menyebut bahwa selama level US$ 106.000 berhasil direbut dan dipertahankan peluang untuk menyentuh all-time high (ATH) makin besar.
“Saya rasa BTC bisa naik setidaknya ke US$ 107.500. Tapi kalau kita bisa flip dan bertahan di atas US$ 106.000, maka target ATH terlihat semakin realistis,” ujarnya.
Dalam grafik yang dibagikan, Mayne menyoroti area konsolidasi dan Weekly FVG (Fair Value Gap) yang terbentuk di kisaran US$ 96.000 – US$ 98.000. BTC saat ini masih bergerak di antara dua zona resistensi minor dan support utama, membuka potensi pergerakan sideways jangka pendek.
“Tidak menutup kemungkinan bahwa harga akan bergerak sideways sementara Ethereum (ETH) mencuri panggung dan memimpin reli,” pungkas Mayne.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



